Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 50


__ADS_3

Zee sengaja tak mengabari orang tua maupun mertua nya .Dia ingin menjaga Roy yang sekarang terbaring lemah di brankar rumah sakit.


Pagi hari Zee masih setia menunggu detik-detik Roy membuka matanya.Mulai dari tadi malam Zee belum sempat untuk pulang,jangan kan untuk pulang sekedar makan pun terasa tak sanggup.


Zee menyeka tubuh Roy dengan air hangat.Pelan pelan ia gerak kan tangan nya untuk mengelap tubuh yang selama ini tak pernah di sentuh nya.Dengan telaten Zee melakukan aktifitas itu dan tanpa terasa satu bulir mata berhasil tumpah.


"Andai pernikahan yang kita jalani normal,kita tak akan merasa tersakiti bahkan menyakiti.Mungkin kita akan bahagia meraunginya dan tak ada kata menyalah kan satu sama lain.Aku datang di waktu yang tak tepat sehingga membuat mu temperamen terhadap ku.Aku juga masih belum bisa menerima keadaan dimana aku dan kamu hanya sebatas setatus dan tak lebih.Tapi, aku sadar semua kejadian tak harus sama dengan apa yang kita pikir kn."ucap Zee begitu lirih .


"Selamat pagi"sapa dokter dengan ramah pada Zee.


"Saya akan memeriksa pasien."imbuh nya.


"Silahkan dok,kenapa dia masih belum Sadar kn diri.''tanya Zee.


"Tadi malam sempat kritis,sehingga membuat nya tidur lebih lama.Jangan khawatir pasien akan segera sadar."


Zee yang mendengar ucapan dokter hanya menganggut nganggut kan kepala,faham atas ucapan dokter."Apa mbk sendiri di sini,karna saya lihat dari tadi malam mbk lh yang stay disini ditambah mbk membawanya sendiri tanpa ada nya pihak lain."ucap dokter.


"Iy dok, saya sengaja tak mengabari keluarga takut membuat mereka khawatir"


"Niat mbk bagus,jangan lupa pikir kan kesehatan mbk sendiri ."kata terakhir yang di ucapkan dokter lalu pamit meninggal kan ruangan Roy.


Sudah setengah hari Zee berada di samping brankar Roy tanpa meninggalkan nya.Perut nya kini merasa lapar ,sejak mendapat kabar kalau Roy mengalami kecelakaan Zee masih belum mengisi tenaga nya dengan sesuap makanan.


Dia putuskan untuk membeli makanan ke kantin .Belum sampai kantin Zee tidak sengaja berpapasan dengan kakak nya.


"Zee"titah Rezqi menyapa adek nya.


"Kakak"ucap Zee setengah kaget mendapati kakak nya di sini.

__ADS_1


"Siapa yang sakit Zee"tanya Rezqi yang belum tahu kalau Roy alami kecelakaan.


"Tadi malam bang Roy alami kecelakaan"titah Zee.


"Kamu kok gak bilang ke keluarga kalau suami mu alami kecelakaan"Rezqi bertanya kembali pada Zee karena adek nya itu tidak memberitahu tentang Roy.


"Aku sengaja tidak mengabari Mama maupun keluarga bang Roy ,takut mereka hawatir"Sanggah Zee pada kakak nya.


"Tapi kamu jagain Roy sendirian lo dek apalgi kamu lagi hamil.Butuh istirahat yang lebih"


"Zee sanggup kok kak,kandungan Zee juga gak rewel"


"Kapan kamu beritahu mama kalau kamu hamil"


"Di waktu yang tepat"


"Hanya aku dan kakak yang tahu selebih nya tidak ada"


"Bahkan suami mu sendiri tidak mengetahui nya,apa ada masalah di antara kalian sehingga kamu menunda memberitahu nya"


Zee menghembuskan nafas nya pelan ,tangan nya meremas baju bawah nya dengan erat."Tidak ada"kata yang lolos dari bibir Zee sambil tersenyum .


"Baik lah kalau begitu,kakak mau menjenguk teman kakak dulu.Nanti kakak ke ruangan suami mu"


"Iya"


Kemudian Rezqi berlalu menuju ruangan teman nya ,yang tak sengaja di rawat di rumah sakit yang sama dengan suami adik nya.Zee menenteng 2kresek yang berisi roti dan selai di tambah makanan ringan dan tak lupa beberapa minuman yang sudah di pilih nya tadi.Setelah melakukan pembayaran Zee langsung menuju ruangan Roy.


Di hempaskan bokong nya pada sova yang gak terlalu jauh dari tempat tidur Roy.Zee langsung membuka roti dan mengolesi nya dengan selai coklat.Lapar yang di hiraukan sejak tadi kini tak bisa di tahan,Zee langsung melahap roti yang yang sudah di beri selai tersebut.

__ADS_1


"Haus"samar samar Zee mendengar seseorang berucap namun tidak di hiraukan.


"Ha...uss"ucapan yang begitu lirih kembali mengusik pendengaran Zee.Karna penasaran ia menghampiri brankar karna di ruangan ini hanya ada dia dan suaminya.


Zee mengucap kan syukur kala Roy sudah sadar.Melihat suami nya kembali membukakan mata ada rasa bahagia tersirat di hati nya.


"Kamu sadar bang"ucap Zee dan cepat cepat memberi minum pada Roy karna Roy meminta nya.


"Aku dimana"


"Kamu di rumah sakit ,tadi malam kamu mengalami kecelakaan"


"Itu semua karna mu...kamu yang merusak kefokusan ku.Kamu bukan hanya perusak kamu juga benalu dalam hubungan ku.Aku muak melihat wajah mu yang sok suci ini.Pergi dari sini jangan tampak kan lagi wajah mu"Roy berkata keras pada Zee sehingga ia lupa selama ia tak sadar kn diri Zee lah yang menemani nya dan di saat sadar Roy menghardik nya habis habisan .


Hati Zee kembali pilu.niat ingin membantu tapi di balas dengan hardikan.Ia berusaha kuat namun ke kuatannya pudar perlahan lahan.


"Izinkan aku tetap merawat mu sampai kamu sembuh setelah itu aku berjanji aku akan pergi dalam hidup mu."Zee meminta pada Roy dengan menahan gejolak hati yang begitu perih.


"Semakin lama kamu disisi ku,selama itu juga kamu memberi ku luka.Aku selalu sial jika terus bersama mu"timpal Roy yang tak gencar ingin menghempas Zee dari hidup nya.


"Ceklek"pintu rawat yang semula tertutup kini terbuka.Mata Roy dan Zee kini sama sama memusat pada orang yang berdiri tegak di ambang pintu.


*****


Tebak siapa yang datang..apakah dokter atau malah kakak ZEE yang tadi sempat ingin menjenguk Roy...sini author bisikin..kalau penasaran lanjut ke part berikut nya yuk😄😄😄🤭.Lha kirain mau di bocorin eh disuruh lanjut baca..gpp thor mimin selalu menunggu update mu kok😉🤗.


Ramaikan dengan like👍,vote,komen📝,serta hadiah 🏆,dan jangan lupa lope favorit ♥️.


Salam dunia halu🥰

__ADS_1


__ADS_2