Ketika Cinta Bertahta

Ketika Cinta Bertahta
Eps 28


__ADS_3

Mama Aico yang sedari tadi berbincang dengan suaminya sambil menunggu kehadiran Zee yang di jemput oleh Roy menghampiri seseorang yang sedari tadi berteriak .


"Papa dengar gak dari tadi ada orang berteriak .Mama curiga ada apa apa dengan Roy dan Zee.Aku akan menghampiri nya"


"Iy sih...yaudah mama hampiri aja"


Mama Aico berjalan menuju arah suara yang mengganggu nya.Kaki nya berhenti tepat di depan kamar ruang tengah yang notaben nya pintu nya tidak tertutup sempurna.Mama Aico langsung masuk tanpa mengetuk dahulu.


Sedari tadi Mama Aico curiga kenapa suara nya dari kamar bawah padahal Roy kan menempati kamar di lantai atas.Tpi semuanya di tangkis oleh nya dia tidak mau berpikir buruk tentang hubungan antara anak dan menantunya.


"Astaga Roy Zee"suara mama Aico mengagetkan mereka .


Zee yang merasa tidak enak atas kehadiran mertua nya yang mendadak apalagi dengan pakaian nya yang kurang bahan kata Roy, langsung bersembunyi di belakang punggung Roy.


"Mama kira ada apa kalian berdua ini .Mama tunggu di depan eh gak nongol -nongol malah asyik berduaan di kamar atau jangan_ jangan kalian tadi habis olah raga pagi ya terus Mama mengganggu kalian di saat ______"ucapan mama Aico terhenti ketika Roy menyelai nya.


"Tadi Zee itu mau ganti baju ma terus aku godain jadi dia teriak- teriak gak jelas gitu"sanggah Roy.


"Memang anak jaman sekarang gak kenal waktu apalagi tempat kalau mau olahraga.Ketika ketahuan aja alasan nya seribu juta di lontarkan "mama Aico tambah mencibir ucapan nya Roy seakan akan mereka berdua memang melakukan nya.


"Benar apa yang di katakan bang Roy ma.."ucap Zee di balik punggung Roy karna ia malu menghadap mertua nya secara langsung ketika dirinya hanya berpakaian seperti itu.

__ADS_1


"Kalau seperti itu cepat ganti baju mu sayang.Mama tunggu di bawah"


Setelah kepergian Aico,Zee mengambil baju yang ada di Al mari dan akan memakai nya di kamar mandi.


Roy masih setia menunggu Zee mengganti pakaian nya di sofa yang ada di ujung ruangan tersebut.Roy terus mengedarkan pandangan nya di setiap sudut ruang tersebut.


Begitu bersih dan rapi kamar yang di huni Zee selama menjadi istri nya Roy yang bahkan Roy sendiri pun tidak pernah memasuki nya kecuali hari ini.Netra nya berhenti tepat di dinding dimana tecetak jelas foto nya dan Zee setelah akad yang terjadi beberapa Minggu yang lalu.


"Dia menyimpan nya yang bahkan aku sendiri tak memiliki satu pun dari kenangan hari itu,yang membuat ku menjadi pria tidak bertanggung jawab seperti ini.Kamu sendirilah mau masuk dalam pernikahan yang aku sendiri tidak tahu sampai kapan akan bertahan"ucap Roy dalam hati.


Sifat nya yang arogan menjadi nilai minus bagi Roy tpi tidak untuk Zee yang menganggap sifat Roy memang ada sejak lahir walau ia pernah memungkiri itu semua beda dari sifat yang dimiliki oleh keluarga Pratama.


"Kita ke depan"ucap Zee pada suami nya begitu singkat.Bukan nya Zee menghemat bicara nya tpi dia enggan berbicara panjang pada Roy dan ingin berucap sebutuh nya saja.


Tanpa mengiyakan perkataan Zee ..Roy langsung melangkah keluar menghampiri mamanya sedang Zee terus mengekor di belakang Roy.


Zee yang sudah berada di ruang keluarga langsung menyalami ke dua mertua nya yang tadi belum sempat jangan kan bersalaman bertatap langsung aja Zee tak mampu.


"Mama sama Papa kok gk bilang kalau mau berkunjung kerumah kami"titah Zee.


"Memang mama mau ngasih kejutan pada kalian.Apalagi selama ini kami belum sempat berkunjung ke sini karna kesibukan papa kalian .Bukan nya memberi kejutan eh malah mama yang di kejutkan oleh kelakuan kalian "jawab mama Aico sambil tersenyum yang terukir jelas di bibir nya.Beda hal nya dengan Roy dan Zee mereka hanya senyum terpaksa.

__ADS_1


"Udah lah ma jangan goda mereka lagi.Mereka juga sah melakukan segala hal apalagi itu imbas nya gk hanya enak tapi dapat pahala"ucap Zafran.


"Iy deh...mama gk godain mereka lagi kalau mereka secepat nya memberi mama cucu"


"Itu pasti ma...aku dan Zee akan memberikan cucu yang banyak buat mama"timpal Roy sambil memegang pinggang Zee dan membawanya mendekati Roy.


Zee yang kaget atas perlakuan suaminya itu hanya bisa menatap Roy meminta penjelasan atas semua sikap nya.


"Diam dan turuti akting ku"bisik Roy di telinga Zee begitu samar namun mampu memperoyak hati nya.


Hembusan nafas di turunkan dengan kasar oleh Zee mewakili keadaan dirinya hari ini.Dia memang bukan istri yang di ingin kan dan dia hanya berakting manis di depan orang tua masing- masing hanya sekedar ingin di cap rumah tangga nya bahagia tanpa ada nya sekandal sedikit pun.


Lelah itu lah yang dirasakan nya ..setiap hari ia harus di sibuk kan dengan kuliah belum lagi mengurus butik yang setiap hari makin berkembang pesat di tambah drama rumah tangga nya yang membuat nya muak.


Hati nya hanya terbuat dari gumpalan darah tapi mampu membawa pedas nya kehidupan apalagi bukan melibat kan satu orang bahkan dua keluarga pun ikut andil.


Memperbanyak istighfar ..hanya kalimat itu yang di lontar kan sebagai obat yang mampu menjaga kejolak hati yang sudah terbakar sejak dulu.Dia tidak akan menuruti ego nya dia ingin bertahan di situasi ini sampai pada akhir nya kata pisah lh yang akan mengakhirinya atau bahkan sebalik nya.


Hati boleh terluka tapi jangan sampai wajah ikut teracuni juga**


Boleh lah Vote karya ini apalagi hari Senin gratis ya readers ku tercinta ..jangan di anggurin apalagi hanya di lihat ..gerakkan jari kalian untuk like and vote novel receh ini..

__ADS_1


__ADS_2