
Selama matahari tetap bersinar selama itulah semangat harus ada
****
Rezqi mengantarkan Zee pulang setelah di perbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.Rezqi memang belum pernah berkunjung ke kediaman Zee selama adek nya itu menikah soal nya dulu ia langsung pamit pulang setelah acara akad.
"Di sini suami mu gak mempekerjakan asisten"tanya Rezqi memasuki rumah Zee yang terasa begitu sunyi.
"Gk kak..kita hanya tinggal berdua"ucap Zee.
"Iy lah kan masih di bilang pengantin baru,pingin nya gak ada pengganggu "timpal Rezqi menampilkan deretan gigi putih nya.
"Kita ingin mandiri"sanggah sang adik.
"Rumah tangga itu memang sebaiknya misah lebih enak dan tidak ada yang ikut campur.Kakak pernah ngalami kumpul dengan mertua, sama mama juga pernah tapi,yang lebih enak memang hidup di rumah sendiri"ucapan Rezqi di benarkan oleh Zee.Andai dia kumpul dengan ortu nya ataupun mertua nya kehidupan pernikahan nya pun akan terendus oleh mereka.
"Kakak langsung pamit ..tadi ada meeting yang kakak cansel.Kamu juga kapan kapan ajak suami mu berkunjung ke rumah kakak.Sejak Roy nyulik kamu dari mama,kamu gk pernah nengok ponakan kamu"pamit Rezqi .
"Insyaallah kalau ada waktu Zee dan bang Roy kesana"
"Kakak tunggu kehadiran mu.Assalamualikum"
"Waalaikumsalam".
Zee duduk di tepi ranjang kamar nya.Perasasan nya tidak menentu antara senang dan sedih .Senang dia di kasih anugrah dari sang pemilik nyawa.Sedih karna memikirkan nasib anak nya itu yang kehadiran nya mungkin di tolak oleh ayah nya sendiri .
"Maaf kan bunda harus menyembunyikan kehadiran mu dulu sebelum ayah mu siap menerima kehadiran mu."Zee bergumam sendiri sambil memegangi perut nya yang masih rata.
Sore hari Zee membersihkan rumah nya dari menyapu ,mengepel ,serta menyirami tanaman di halaman belakang.Dulu ia tersenyum kala kumpul bersama keluarga nya di taman belakang rumah mama Aico.Berbanding dengan disini suana rumah yang sepi ,taman yang seperti tak berpenghuni ,dan kolam renang yang di anggurin.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah ,Zee membersih kan badan nya lalu tunaikan kewajiban nya di tutup dengan lantunan ayat Al Qur'an yang di baca nya kala menjelang matahari terbenam sambil menunggu waktu maghrib tiba.
Malam nya ia pergunakan waktu nya untuk membuat rancangan busana baru yang sudah lama ia tinggal ,dan untuk masalah tugas kampus ia akan kerjakan saat ia aktif ngampus nanti.
Roy pulang ke rumah kurang lebih pukul 09.00 malam.Dia akan langsung masuk ke kamar tanpa menemui Zee terlebih dulu.
Pukul 12.00 malam Zee ingin sekali makan nasi goreng bikinan Roy.Perut nya yang sedari tadi keroncongan mendorong nya memilih makanan yang di buat oleh Roy.Karna rasa takut lebih besar mengalah kan keinginan nya maka ia urungkan niat nya yang ingin makan nasgor buatan Roy.
Di dapur Zee mulai merajang bumbu dan memotong sosis serta sayuran yang membuat lidah nya ngiler.Membayang kan nasgor spesial yang akan memenuhi piring makan nya membuat jiwa lapar nya meronta-ronta.
Setelah berkutat dengan peralatan dapur kini nasgor bikinannya sudah memenuhi satu piring di atas meja makan.Dia memposisikan duduk nya agar terasa nyaman saat menyantap makanan.Namun,tak di sangka sebelum nasgor itu masuk ke mulut nya ia kehilngan selera makan nya,dan memilih mendiam kan nasgor tersebut.
"Aku lapar tpi kenapa aku gk mau memakan nya padahal tadi aku semangat banget bikin nya."heran Zee dengan keadaan nya sekarang yang tiba-tiba selera makan nya hilang.
Roy kedapur ingin menyeduh kopi susu yang akan menemani nya kala menyelesaikan pekerjaannya.Mata nya melihat sosok wanita duduk di meja makan tanpa bergerak maupun bersuara.Ia langsung menghampirinya.
"Lapar".jawab Zee singkat.
"Itu di depan mu sudah ada makanan malah diianggurin"ucap Roy menunjuk satu piring nasgor.
"Gak seenak yang ku bayangkan"
"Kamu beli dimana sampai rasanya gk enak"tanya Roy merasa heran lapar tapi makanan nya cumak di lihat doang.
"Bikin sendiri"
"Dasar cewek aneh"Cibir Roy langsung menyeduh kopi seperti tujuan awal nya dan berlalu meninggal kan Zee yang kelaparan.
Dua jam beralalu Zee masih setia dengan duduk nya ia tak mau beranjak.Tidur pun rasanya tak akan nyenyak jika perut nya terasa sangat lapar.
__ADS_1
Lagi-lagi Roy turun dari lantai atas menuju dapur.Ia ingin mengambil satu botol air mineral yang ada di Al mari dapur agar nanti ketika haus ia tak perlu lagi turun kebawah.Dahi nya mengernyit kala netra nya menangkap Zee yang masih duduk di meja makan di tengah malam.
"Ini udah malam ..tidur gih,malah duduk ngelamun di sini "titah Roy.
"Ak..ak..a..a..ku...aku lapar"kata Zee terbata bata tak berani menatap wajah Roy.
"Lha salah mu sendiri nasgor nya gk dimakan"sanggah Roy .
"Aku boleh minta tolong bang,bikinin nasgor tanpa telur."dengan tatapan memohon.
Roy masih menimba nimba keinginan Zee dan akhir nya ia mau bikin nasgor agar Zee bisa tidur gk harus ngelamun seperti ini.15 menit nasgor bikinan Roy selesai dan langsung di hidangkan di hadapan Zee.
Zee mencium nasgor buatan Roy membuat selera makan nya bangkit.Nasgor bikinan Roy kini tak tersisa sebutir pun karena Zee melahap habis tanpa di sisakan.Roy pun merasa heran melihat Zee yang makan seperti orang yang kerasukan.
"Nasgor nya enak banget dan terimakasih sudah mau di repot kan"ucap Zee.
"Hmmm...tidur gih sudah malam"Zee langsung bangkit menuju kamar nya.
Setelah kepergian Zee,Roy mencoba mencicipi nasgor yang di bilang tidak enak itu.Wajah Roy berubah karena ia merasa nasgor itu sangat lah enak di banding buatan nya.
"Dasar cewek aneh,rela duduk berjam jam karna merasa nasgor nya gk enak meski rasanya sangat lah mantap .Lidah nya mungkin bermasalah "pikir Roy.
*
*
Author sempatin up dua kali hari ini.Sebagai imbalan nya dukung karya author dengan tekan nontifikasi di bawah ini👎agar tambah semangat up nya.
Salam penikmat halu
__ADS_1