
Happy reading 🥳🥳
Aico terdiam mencoba menetralkan suasana hati nya yang tak menentu tiba tiba deru ponsel nya mengalihkan nya.
"Mama masih di mana kok lama,acara nya kurang 30 menit lagi "ucap Zafran .
Zafran menghubungi istri nya karna hari ini dia ada acara menghadiri peresmian pemilik resto sahabat Zafran.Satu jam lalu mama Aico pamit ke supermarket membeli persediaan sayuran dan buah buahan sebelum berangkat ke acara sahabat Zafran.
Zafran tak tahu kalau istrinya itu mampir ke rumah Roy untuk menemui menantu nya yang tak lain dan tak bukan wanita yang masih memilih tertidur di ruangan yang berbau obat dan beberapa alat yang menempel di tubuh nya .
"Mama segera pulang pa" jawab Aico langsung mengakhiri sambungan telvon nya secara sepihak.
"Saya pamit pulang duluan karena masih ada acara ,lain waktu saya kesini lagi"pamit Aico pada Chacha.
"Iya Bu..ibu juga kn gak ada hubungan nya dengan ini semua dan bodoh nya lagi saya mengiyakan permintaan ibu untuk ikut kesini"titah Chacha seramah mungkin,meski dia tak pernah kenal dengan ibu ini.
"Tentu ada hubungan nya karna ini menyangkut anak saya,dan saya pastikan saya akan tahu siapa wanita yang dirawat di dalam yang mencoba mengusik kehidupan Roy dan Zee"batin Aico.
"Gpp kok"balas Aico."Assalamu'alaikum"ucap nya langsung pergi meninggal kan Chacha.
Di lain tempat Roy yang baru keluar dari rumah sakit kemarin,langsung mengajak Celly jalan jalan sebagai ganti tak bisa menemani nya di acara seminar karna kecelakaan yang menimpa nya.Ia juga bercerita perihal ketidak hadiran nya, dan Celly pun memahami nya.
"Aku sudah mengurus perceraian ku"titah Roy.
"Benarkah"jawab Celly antusias mencari kebenaran di mata Roy atas ucapan nya tadi.
"Sungguh,mungkin beberapa hari lagi surat dari persidangan turun"balas Roy sambil mengunyah makanan.
__ADS_1
"Aku bahagia banget,akhir nya pernikahan mu berakhir"
"Bukan berakhir lebih tepat nya akan segera dimulai.Pernikahan yang tak pernah ku duga maka tak akan pernah ku anggap."
"Makasih ...dengan ini kamu sudah menunjukkan bahwa kamu laki laki yang sempurna,patut aku memperjuangkan mu sampai detik ini dan tak ada kata sia sia"
"Tentu"senyum renyah mewarnai obrolan mereka.
****
tangan yang di pasangi jarum infus kini mulai bergerak,mata nya pun ikut menyibak cahaya yang ada di ruangan itu.Riska yang melihat itu langsung memanggil dokter tak butuh waktu lama dokter datang.
"Alhamdulillah mbk sudah sadar"ucap dokter yang di balas senyum oleh Zee.
"Saya boleh bertemu keluarga atau gak suami pasien"tanya dokter pada Riska.
"Saya keluarga sekaligus sahabat nya,kalau suami nya lagi kerja di luar negri.Kalau ada hal penting bisa bicarakan dengan saya"ujar Riska bohong.
Zee yang merasa lemas tidak bisa menjawab pertanyaan dokter dia hanya menjadi pendengar obrolan kedua nya.
"Temui saya nanti , karna bukan saya yang ahli di bidang ini,Jadi nanti saya jelaskan serta kenal kan pada ahli nya yang sekarang masih ambil cuti"
Riska mengangguk mengerti atas apa yang di sampaikan dokter tadi.Setelah dokter itu pamit Riska kembali duduk di kursi sebelah ranjang Zee .
"Ris .. adakah penyakit yang bersarang di tubuh ku,karna ku dengar tadi dokter seakan bicara penting apalagi menyangkut pautkan keluarga bahkan suami"
"Belum usai perjuangan mu Zee.Kamu terus di tuntut untuk bersabar agar memuai keberhasilan yang tak bisa di gambarkan"
__ADS_1
"Jangan buat aku mikir atas ucapan mu Ris,aku pun udah lelah."
"Kehamilan mu bermasalah"
Deggghhh. .. ....jantung Zee berpacu dengan cepat,dada nya sesak mendengar kabar ini.
"Janin mu tumbuh di luar rahim sehingga tidak bisa bertahan lama mungkin 5-10 mingguan.Dokter menyarankan kan agar tidak di teruskan kehamilan beresiko ini yang bisa merenggut nyawa mu maka dokter butuh persetujuan dari keluarga maupun suami mu"
"Biar ini jadi rahasia kita,bahkan kehamilan ku juga belum di ketahui siapapun kecuali kamu dan kakak ku.Aku akan mempertahan kan nya karna dia mungkin yang akan membuat semangat ku bangkit meski nyawa yang harus di tukar kn"
"Kamu sampai kapan merahasiakan ini ,dan dalam kondisi kandungan mu yang bermasalah ini seharusnya Pk Roy tahu agar bisa mengurangi beban mu"
"Kalau sudah saat nya,untuk bang Roy biar lah dia gk tahu.Aku sendiri tak ingin membuat nya makin terjerat dengan hubungan yang tak berarti buat nya."
Pernikahan akan bertahan selama ke dua pihak saling menghargai dan sama sama masih menginginkan kebersamaan
"Dia ayah biologis nya dan akan tercatat kelak di akta kelahiran nya"
"Dan jangan lupakan aku adalah ibu serta ayah bagi anak ini.Aku tak akan mengajari untuk membenci bang Roy hanya aku tak bisa jika kelak anak ku mempunyai dua ibu."ucap Zee mengingat lagi ucapan Roy kalau dia akan mengurus perceraian nya setelah ke luar dari rumah sakit.Dan tak akan lama mungkin Roy juga akan menikah dengan Celly sehabis ketukan palu menggema di ruang persidangan.
Kali ini bukan Zee yang menangis namun Riska lah yang menangis mendengar penuturan Zee yang terdengar memilukan.Sekarang dia harus lebih menguatkan bahu nya untuk Zee agar Zee bisa bersandar meluapkan masalah yang ia hadapi.
****
Welcome to 2022 .
Semoga rezeqi nya tambah di lumer kan serta di mudah kan oleh Allah..di jauhkan dari penyakit... bisa berziarah ke makam Rasulullah dan menikmati malam di kota Makkah..di ijabah semua doa yang di panjatkan....
__ADS_1