
2 jam berlalu ..kini Zee mulai mengerjapkan mata nya dengan pelan -pelan untuk mengadaptasikan matanya dengan cahaya yang ada di ruang tersebut.
"Kamu udah sadar Zee"tanya Roy.
"Hemmm..apa yang terjadi dengan ku?kenapa kepala ku pusing banget.."jawab Zee sambil memegangi kepalanya yang hampir pecah.
"Kamu tadi gak sadarkan diri..dokter sudah memeriksa mu ..tubuh mu lelah dia butuh asupan dan istirahat yang cukup"Roy menanggapi ucapan Zee.
"Makan lah .Aku sudah siap kan bubur dan susu di atas nakas aku gak suka jika melihat orang di dekat ku sakit dan minum lah obat sebelum tidur."perkataan terakhir yang terucap dari mulut Roy lalu dia meninggal kan Zee sendiri di kamar dalam keadaan dirinya kurang sehat.
Zee gk habis pikir dengan Roy dia pria egois namun tetap saja perhatian pada nya walau Zee tidak mengharapkan nya..Zee selalu menganggap kebaikan dan perhatian Roy yang dibilang masih dalam hitungan jari tangan nya itu hanya lah tanggung jawab ia sebagai suami tidak lebih dari itu.
Pernikahan yang di awali dengan ketidak adanya cinta membuat Zee perlahan mundur dengan perasaan nya.Dia selalu menangkis agar rasa cinta itu tidak tumbuh di lubuk hatinya apalagi sampai memberi tempat yang spesial di relung hatinya.
Berat jika harus memperjuangkan sendiri tentang sebuah perasaan .Ia akan menjadi budak atas nya dan ia akan di perolok oleh dunia akan keputusan nya.Diam mungkin itulah sikap yang seharusnya di miliki .
Zee menatap nanar dirinya sendiri yang begitu bodoh dengan hal ini.karna dia pernah berharap dan dia pun harus mengalah dan melepaskan nya dengan ikhlas.
*************
Langit nan cerah menyambut para penghuni bumi dengan sinar nya ☀️ .Mereka harus mengulangi aktivitas yang kemarin sempat tertunda .Banyak kendaraan yang berlalu lalang menyambut rezqi yang sudah tersebar di muka bumi ini.
"Assalamualaikum"ucap sepasang suami istri bersamaan di ambang pintu yang terbuka lebar di kediaman Roy.
__ADS_1
"Waalaikumsalam"jawab Roy yang berduduk santai di ruang tamu sambil memainkan ponsel nya.
Roy langsung menghampiri ke dua orang tuanya di kala netra nya menangkap mereka yang sudah berdiri di depan pintu.Siapa lagi kalau bukan mama Aico dan suaminya.Ia langsung menyalami nya dan menyuruh mereka berdua masuk.
Dia lupa bahwa di rumah ini Zee dan Roy tidak sekamar Meraka memang suami istri tpi hanya di buku nikah tidak di kehidupan nyata.
"Roy mana menantu mama"tanya mama Aico.
"Astaga.aku dan Zee kan tidak sekamar dan kalau Zee nanti datang dari kamar nya bisa runtuh nih rumah"batin Roy merutuki keadaan nya sekarang.
"Dia dikamar mah"ucar nya gugup .
"Ya udah biar mama yang memanggilnya lagian mama kesini kan gak bilang dulu sama kalian "Aico yang menjawab dengan antusias.
"Why"Aico yang bingung dengan jawaban Roy yang melarangnya menghampiri Zee yang masih di kamar .
"Biar aku sendiri yang memanggilnya"
"Oh..jadi kamu tidak mau mama menghampirinya sendiri..kamu benar anak jahat tidak mau melihat mamanya bahagia"
"Bukan begitu ma..nanti aku juga gak akan bilang kok kalau mama kesini jadi bisa di pastikan kalau mantu mama tuh bisa kaget melihat kalian duduk manis di sova rumah ini."
"ya..ya..ya..ya..kalau itu mau mu terserah lah "
__ADS_1
Roy langsung berjalan ke kamar Zee .Dia tidak mengetuk terlebih dahulu malah langsung nyelonong masuk.
"Zee"ucap Roy lirih karna dia melihat Zee hanya menggunakan tengtop dan celana pendek tidak berpakaian yang selama ini ia pakai.Ya memang begini lah Zee kalau berada di kamar .Roy gak berani mengeraskan suara nya yang memang sedari tadi tercekat di tenggorokan.
"Akhhhhhhhhhh"teriak Zee di kala matanya melihat ada Roy di kamar pribadinya.Roy langsung menutup mulut Zee karena merasa jengkel dengan kelakuan nya kali ini.
"Sssstt..diam !di depan ada mama sama papa nanti kalau mereka mendengar gimana"ucap Roy dengan menutup mulut Zee..sedang si empunya meronta ronta ingin di lepaskan.
Zee langsung membalak kan matanya serta memasang pendengaran nya dengan baik baik guna meminta penjelasan atas perkataan Roy.
Roy merasa suhu di kamar Zee panas apalagi Roy baru kali ini melihat Zee berpakaian yang kurang kain ditambah di antara mereka berdua tidak meninggalkan jarak.Tangan nya refleks turun dari bibir si gadis yang di anggap mengusik tidur nya sang saka yang mulai berubah.
"Sial"umpat Roy di kala Zee masih belum menyadari penampilan nya.
"Ayok..kita temui mereka kan kasihan udah repot repot kesini"jawab Zee sambil menarik tangan Roy.
"Ganti dulu baju mu..Baju kurang kain di beli apa kata mama nanti"pinta Roy.
Zee langsung mengedarkan mata nya di kala Roy menyuruh ia berganti pakaian"akhhhhh"teriak nya lagi ketika melihat dirinya hanya memakai tengtop dan celana pendek.
Hallo readers setia ku...maaf baru up.bahkan udah dua bulan novel ini author anggurin ..maaf karna tidak rajin up..Author punya penyakit malas ngetik soal nya.. kalau masalah ide sih banyak ..yang ngetik ini Lo malas nya gk ketulung...tpi author usahain novel ini bakalan sampai and..
Bantu author dulu yuk ....like and vote karya ini..
__ADS_1
salam dunia halu 🥰🥰😉