
"Maaf telat ..Jakarta macet banget malam ini yang membuat Roy harus antri di jalan raya."
Ujarnya sambil menarik kursi yang ada didepan Zee dan langsung menjatuhkan pantatnya ke kursi tersebut.
"Gpp sayank...Yang penting kamu udah ada di sini "kata Aico.
"oh ya Roy ..masih ingat gak sama om dan tante ini" tanya Aico pada putranya sambil menunjuk Guna dan Mayra.
Roy yang berusaha mengingat- ingat tapi tak kunjung menemukan memorinya tentang ke dua orang tua Zee itu,lalu dengan cepat Roy menggelengkan kepalanya menandakan bahwa dia gak ingat pada keduanya.
"Roy..Roy... Masih muda juga masak sudah lupa
sih,ini tuh om Guna dan tante Mayra sahabat mama papa dulu saat kita menetap disini" jawab Aico.
"Oh..om Septian lama gak bertatap muka jadi agak lupa om..maafin Roy om tante"kata Roy sambil mengukir senyuman di bibir nya.
__ADS_1
Zee yang melihat senyuman Roy rasanya ingin muntah didepannya tapi niatnya itu di urungkan karna takut kena semprot kedua orang tuanya.Ia juga gak mau merusak suasana malam ini.
Dari dulu Roy memanggil nama Guna dengan Septian beda dengan yang lainnya,Karna Roy lebih nyaman dengan panggilan itu.
"Dan itu siapa om" tanya Roy sok gak kenal dengan wanita yang ada didepan nya yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan dingin.
"Ini anak om yang dulunya sering di buat nangis oleh mu dan di sogok Aice kream biar berhenti dan lolos dari amukan mama mu.." jawab Guna sambil mengingat ingat kejadian beberapa tahun silam dimana Roy dan Zee sama -sama masih kecil.
"Dari tadi ngomong terus kapan makan nya! keburu dingin "sela mayra di tengah- tengah pembicaraan suaminya dan Roy.
Dan disaat Roy mau mengambil lauknya, tangan Roy papasan dengan tangan Zee yang kebetulan sama- sama menginginkan lauk tersebut.Akhirnya tatapan mereka di pertemukan dan terjadilah pandang memandang di antara keduanya.Dari tadi Zee berusaha menjahui tatapan Roy dan sekarang malah gagal.
"Ambil aja "ucap Roy yang berusaha mengalihkan pandangannya.
"Gak jadi masih ada lauk yang lainnya kok" Zee menjawab dengan singkat karna dia pikir gak mau berurusan lagi dengan dosen yang super duper ngeselin itu.Cukup di kampus nya saja selibihnya amit -amit.
__ADS_1
"Kenapa Pak robot ini sih yang jadi putra nya om Zafran.Iya sih dia ganteng,penampilan nya ok,good looking lah pokok nya eitzzz ralat.."Zee yang bergumam dalam hatinya .
"Dasar wanita ***** mentang- mentang cantik ,IQ nya di atas rata- rata,pakai hijab juga, yang membuat banyak pria di kampus yang mengagumi mu.Tpi gak buat gue."Nampak senyum sinis di bibir Roy yang sedari tadi mengoreksi Zee.tanpa pernah melihat sisi baik dari Zee karna memang Roy gak mudah tertarik dengan lawan jenisnya.
"lho kalian kok bengong sih...tuh liat makan kalian pada dingin,memang gak lapar apa."Tanya papa Guna yang membuyarkan lamunan dua insan tersebut yang sedari tadi pikirannya traveling kemana -mana.
"Gak "jawab Zee dan Roy bersamaan..
"Cieee...Gini nih kalau jodoh mau ambil lauk bersamaan dan ketika di tanya pun kompak jawabnya".Ucap Aico sambil tersenyum pada kedua nya.
"Makin yakin ajha kalau kalian memang jodoh dan di takdirkan untuk hidup bersama."imbuhnya yang mendapatkan tatapan sinis dari empunya.
seketika Zee membalakkan matanya dan memutar fikiran nya mencerna perkataan yang yang di lontarkan oleh tante Aico yang membuatnya kebingungan atas arah pembicaraan nya tadi.Maklum lah pikiran Zee sedang blank kali iniπ.
Salam manis dari babang Roy dan neng Zee ya ππππ€ jangan lupa menggerakkan jari kalian untuk like dan vote novel nya.
__ADS_1
"HAPPY READING"