
Setelah mematikan sambungan telfon nya Zee langsung memakan menu yang sudah tersedia di mejanya.Hanya suara sendok dan garpu yang terdengar di antara keduanya.
Setelah mereka menyelesaikan makanan nya mereka langsung kembali ke kampus.Sebelum itu Roy terlebih dahulu menyelesaikan pembayaran meskipun tadi Zee menolak agar tidak membayarnya.
Back to Kampus.
Zee mulai di sibuk kan lagi dengan berkas-berkas yang tadi sempat di pending nya.1 jam berkutat akhirnya berkas tersebut terselesaikan.
"Yeyy...Akhirnya selesai juga.." Zee berkata dengan lirih ada rasa bahagia yang terbesit dalam lubuk hatinya karna sudah menyelesaikan perintah Roy.
"Ini Pk berkas nya.. jadi hukuman saya lunas ya Pk.."sambil menyerahkan berkas yang di bawa nya ke meja Roy.
"Enak saja..hukuman mu bukan hari ini saja tapi tiap hari kamu akan bertemu berkas-berkas ini lagi sampai aku berucap selesai."Ucap Roy dengan enteng nya.
__ADS_1
Seketika raut wajah Zee berubah ketika mendengar ucapan Roy yang memperpanjang hukuman nya.
"Apa...tapi tadi bapak gak bilang seperti itu..kok berubah sih Pak..Saya juga ada kesibukan sendiri,saya juga masih kuliah bagaimana bisa saya kuliah sambil ngerjain berkas-berkas yang harusnya di tangani bapak."Zee tetap ngotot gak ingin menuruti kekonyolan Roy yang mencari keuntungan dari Zee.
Roy sengaja melakukan itu karna Roy sudah tau kemampuan Zee selama ini karna dia sering memantau Universitas ini.lagi pula perusahaan Roy sekarang sedang banyak pekerjaan yang gak bisa di tangani nya sendiri apalagi setelah Roy mengirimkan sekertaris pribadinya untuk menangani proyek di luar negri.
"Saya gak menerima penolakan.Di sini saya menjadi atasan juga sebagai orang yang kamu tabrak jadi saya berhak menghukum mu dengan apa yang saya mau."titah Roy dengan tatapan dingin nya.
jadi mau gak mau Zee harus menuruti semua itu ,toh di tolak pun Zee gak berkuasa.
"itu terserah kamu."jawab Roy dengan singkat.
"kalau gitu saya pamit pulang dulu.Dan terima kasih atas hari ini yang begitu menguras pikiran saya."Pamit Zee sedikit menyindir Roy lalu pergi meninggal kan Roy yang masih terdiam.
__ADS_1
Roy hanya tersenyum miring mendengar ucapan Zee yang sedikit menyindir.lalu Roy mengambil berkas tersebut dan pergi menuju rumah kedua nya.Ya di mana lagi kalau bukan di perusahaan nya.
hanya langit senja yang menemani kepergian Zee saat itu.Begitu kacau mood nya hari ini belum lagi dia harus mengurus butiknya yang sedikit ada kendala.Gak ada yang bisa di buat sandaran bercerita kecuali kedua orang tua nya.
Zee bukan tipe orang yang mudah berbagi masalahnya pada orang lain.Dia sering menyembunyikan nya di balik wajah periangnya.
terlahir dari keluarga kaya bukan berarti dia bebas dari masalah.dunia yang penuh tipuan ini lah yang mengajak siapapun untuk bangun dan tetap semangat dalam menjalani guncangan dunia.
jangan lupa like serta vote nya ya karna dukungan kalian lah yang membuat author semangat up nya.
membuat text itu begitu sulit butuh berjam jam agar hayalan author ini bisa di cerna dengan mudah oleh kalian.
salam dunia halu😘
__ADS_1
Rye