
Sesampainya di rumah Zee langsung berpamitan ke pada ke dua orang tua nya untuk langsung ke kamar.Sesampainya di kamar Zee langsung melemparkan tas selempang nya ke sembarang arah,lalu menidurkan tubuh nya di king size yang menemaninya di kala berada di dunia mimpi sambil memeluk boneka yang ada di samping nya.Gak terasa cairan bening lolos menghujani pipi tirus Zee.
"Apa ya aku harus menikah dengan PK Roy,dia orang nya pemarah,cuek dan tidak pernah menghargai orang lain."gumam Zee.
ya allah...
bantu aku..Jika dia memang jodoh ku,imam yang baik buat ku maka izin kan lah kami mengucapkan janji sakral di hadapan mu..dan jika tidak maka jauh kan aku dari nya..
itulah segelintir do'a yang selalu di panjatkan oleh Zee dalam sujud lnya.
Malam mulai larut begitupun bintang - bintang yang mulai berserakan diluar angkasa menunjukkan keindahannya.Begitupun dengan Zee yang asyik dengan mimpi-mimpinya.
Di kampus.
"Zee ke kantin yuk..lapar nih" ajak ChaCha dan Raisa.
"Gak a kalian ajha ...males gue"Jawab Zee
__ADS_1
"kenapa sih lho dari tadi gak sabaran..lagi dapet " timpal ChaCha.
"Gue gak papa kok..mood gue aja yang kurang baik"imbuh Zee
"Lo kalau ada masalah tuh cerita dong Zee..gak usah di tutup- tutupi..kita kan sahabat saling tukar cerita kan bisa mengurangi beban kita.."kata Raisa.
"Iya bawel"Zee sambil mencubit pipi sahabatnya.
"Hay Zee lo di panggil Pk Roy tuh di ruangan nya" ucap Varo sambil ngos - ngosan karna sejak tadi dia berlarian mencari Zee gak ketemu- ketemu dan ujung - ujungnya lagi ngobrol bertiga di taman belakang.
"Why?" tanya Zee.
"Jangan- jangan lo mau di jadiin istri nya Pk Roy dan di lamar secara diam- diam.Kamu kan orang nya pintar Zee gak kayak aku yang otak nya minim."ucap Chacha asal jiplak aja tuh mulut yang dapat lemparan buku dari Raisa.
"Awww"pekik nya.
"Apa- apa an sih lo main lempar - lempar..Hello ini bukan lapangan yang semua orang bisa lempar apa saja.Kan merah dahi gue nih."
__ADS_1
imbuhnya.
"Lo sih punya mulut gak dijaga nerocos aja kayak burung yang kelaparan."kata Raisa .
"Huh..Pasti berkas lagi kan aku belum menyelesaikan hukuman ku"pikir Zee karna hari ini dia sama sekali gak ke ruangannya.
"Terus gue ke sananya kapan?"timpalnya.
"Sekarang la...Masak bulan depan..Gini ya lo tuh pintar tapi **** juga,kalau lo datang bulan depan udah di pastikan nih sahabat lo gak bisa ngeliat lo lagi sebab lo sudah menjadi santapan nya dosen datar itu." sambil menunjuk ke arah Raisa dan Chacha.
"Ngomong - ngomong lo beruntung banget Zee bisa ke ruangan nya Pk Roy.Padahal yang pingin tuh gue.Eh..mala lo yang di panggil duluan"kata Chacha sambil ngebayangin berduaan di ruangan Roy.Maklumin aja dia tuh udah jatuh hati pada dosen yang akan menjadi suami dari sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan nya.
Ada yang cinta nya bertepuk sebelah tangan nih..πππ.Ambyar gak ambyar lah.
" Udahlah Zee jangan dengerin ucapan dua curut nih,gak ada ujung nya nanti kalau lo ladenin mereka..Cepetan deh lo temui Pak Roy."kata Raisa.
Zee langsung berjalan ke ruang Roy dengan gontai entah apa yang dipikir nya sekarang.Ingin rasanya dia berlari sejauh mungkin dari ini semua,tapi apa lah daya.
__ADS_1
Udah sampai sini dulu ya..Besok di lanjut lagi.Jgan lupa like dan vote novel meπ