Ketika Istri Tak Lagi Menarik

Ketika Istri Tak Lagi Menarik
Memberi Penjelasan


__ADS_3

Sejak kejadian pagi itu, tiga hari berikutnya Mikaya tidak mau bicara dulu dengan suaminya. Dan entah kenapa Afgari juga mulai rewel lagi selama tiga hari itu. Mungkin Afgari bisa merasakan apa yang sedang terjadi. Selama itu juga, Andivo tidak lagi berusaha memberi penjelasan pada Mikaya, lantaran ia merasa apapun yang ia katakan akan berakhir sia-sia.


Dan pagi ini, Mira datang ke rumah. Wanita itu sudah izin sebelumnya pada Andovi akan datang untuk membantu supaya ia tidak lagi di tuduh sebagai penyebab keretakan rumah tangga mereka.


Mikaya tidak terlihat ramah mendapati Mira bertamu di rumahnya. Akan tetapi ia tetap mempersilahkan wanita itu untuk masuk dan duduk di ruang tamu. Ada Andovi juga di sana yang lebih dulu duduk.


"Sebelumnya saya minta maaf karena pagi-pagi sekali datang ke rumah pak Andovi dan bu Mikaya yang mungkin mengganggu waktu sarapan bapak dan ibu," ucap Mira mengawali pembicaraan.


"Saya merasa kalau saya perlu datang kesini untuk memberi penjelasan tentang apa yang terjadi di pagi tiga hari yang lalu," imbuh wanita itu.

__ADS_1


"Saya akan menjelaskan yang sebenarnya pada ibu demi keutuhan rumah tangga bu Mikaya dengan pak Andovi. Jujur, apa yang ibu lihat di pagi itu tidak seperti yang ibu pikirkan. Jadi, pada malam itu pak Andovi datang ke unit saya untuk menyelesaikan pekerjaan yang memang harus di selesaikan malam itu juga. Begitu saya tinggal pak Andovi untuk membuat kopi yang baru, pak Andovi ketiduran di sofa. Saya berniat untuk membangunkan pak Andovi, hanya saja saya tidak tega untuk membangunkannya. Tapi ibu jangan berpikir yang tidak-tidak dulu, karena saya tidak punya pikiran apapun untuk itu. Sementara pak Andovi tidur di sofa, saya tidur di tempat tidur saya. Itupun saya tidak bisa tidur nyenyak karena adanya pak Andovi di unit saya," jelas Mira.


Mikaya hanya diam. Entah ia harus percaya atau tidak, yang jelas wanita mana yang tidak marah, kecewa, sakit hati, melihat suami keluar dari kamar yang sama usai tidur semalaman di atap yang sama bersama wanita lain. Apapun alasannya.


"Kamu dengar sendiri bukan? Jadi sekarang kamu mau percaya atau enggak, itu terserah kamu. Baik aku maupun Mira, sudah memberi penjelasan yang sebenarnya sama kamu," timpal Andovi.


Kebetulan Afgari nangis, jadi ada alasan untuk Mikaya pergi dari sana. Menghampiri putranya di kamar. Tanpa berpamitan, Mikaya pergi.


Andovi hanya bisa menghembuskan napas berat, lantaran ia merasa jika Mikaya sangat keras kepala. Padahal Mira sampai rela datang ke rumahnya hanya demi memberi penjelasan supaya tidak ada lagi kesalah pahaman di antara mereka.

__ADS_1


"Aku minta maaf ya, pak. Kalau aku tidak berhasil membujuk bu Mikaya," ucap Mira kemudian setelah keheningan terjadi di antara mereka usai Mikaya pergi.


"Kamu gak perlu minta maaf. Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu, karena kamu sudah menyempatkan diri untuk datang ke sini hanya untuk memberi penjelasan yang tidak mau di dengarkan. Ini sama sekali tidak juga bisa merubah sifat dia yang keras kepala." Andovi sedikit kesal terhadap Mikaya lantaran wanita itu membuatnya malu di depan Mira, padahal Mira sudah mati-matian berusaha demi keutuhan rumah tangganya.


"Pak Andovi jangan terbawa emosi, mungkin bu Mikaya butuh waktu. Dan pak Andovi harus bisa memberi bu Mikaya ruang untuk menenangkan diri. Mungkin bu Mikaya masih syok, padahal apa yang beliau lihat tidak seperti yang beliau pikirkan."


Andovi mengangguk setuju. Ia salut terhadap tutur kata Mira yang bijak. Tidak seperti istrinya yang menduga sesuatu tanpa mencari tahu kebenarannya.


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2