Ketika Istri Tak Lagi Menarik

Ketika Istri Tak Lagi Menarik
Kasus


__ADS_3

Tuan Garha dan nyonya Alnes tengah duduk di sofa ruang keluarga dimana ada televisi yang menyala di depan mereka. Seperti biasa, mereka selalu menyempatkan diri untuk sekedar mengobrol ringan di temani oleh televisi siaran berita.


Sementara Mikaya di kamar, dia sedang membuka akun sosial media ketika Afgari tengah tidur siang. Tiba-tiba saja ia melihat ada berita kasus pellecehhan yang foto pelakunya tidak asing meski sedikit di blur.


Mikaya menegakkan badannya dan menzoom foto pelaku pellecehhan tersebut. Kemudian ia mulai membaca caption. Pelaku tersebut berinisial AGH dan korban berinisial MS. Sontak saja iris matanya melebar melihat inisial tersebut.


"Apa pelakunya mas Andovi dan korbannya adalah Mira?" pikirnya.


Mikaya memastikan jika Afgari tidur pulas, ia memasang guling dan bantal di sisi kanan kiri Afgari sebagai pembatas agar tidak lagi terjatuh seperti waktu itu. Sebab akan ia tinggal sebentar keluar.


Mikaya menghampiri papa mamanya di ruang keluarga dan melihat mereka tengah menonton berita dengan kasus yang sama.

__ADS_1


Nyonya Alnes menyadari kedatangan putrinya usai menonton berita tersebut.


"Mikaya, apa itu Andovi?" tanya wanita paruh baya itu menduga hal yang sama.


Mikaya menggeleng. "Aku belum tahu pasti, ma. Tapi aku juga berpikir yang sama."


"Jika benar, apa Andovi marah sama Mira karena Mira sudah memberi tahu semuanya tentang perbuatannya sama kita? Dan dia tidak terima dengan keputusan kamu dan menjadikan Mira sebagai pelampiasan atas kekecewaannya."


Mikaya tertegun. Ia jadi kasihan sama Mira. Sebab ia sadar jika di sini sebenarnya Mira tidak bersalah. Perhatiannya kembali pada reporter pembawa berita yang menyampaikan jika korban mengalami trauma pasca kejadian.


"Jangan sekarang, Mikaya. Keadaannya lagi panas. Lagipula saat ini status Andovi masih suami kamu, kamu bisa terseret akan masalah ini. Kamu gak mau kan nama baik keluarga ikut tercoreng juga?" saran tuan Garha sebab ia mementingkan reputasi keluarga.

__ADS_1


Apa yang di katakan oleh papanya ada benarnya juga. Saat ini ia masih istri Andovi dan Andovi masih suaminya. Proses penggugatan cerai baru akan di lakukan.


"Ada baiknya kamu menggugat cerai dia nanti saja ketika kasus sudah mulai tenggelam. Sebab kalau sekarang pasti kamu bisa ikut tersorot oleh kamera," saran nyonya Alnes.


"Gimana kalau nanti justru wartawan akan mengorek informasi tentang siapa istrinya, keluarganya, dan kita tetap ikut terseret?"


"Untuk masalah itu biar papa aja yang pikirkan nanti, gimana supaya kamu dan keluarga kita tidak terbawa akan masalah itu. Kamu tenang aja, ya."


Jika papanya sudah turun tangan, maka Mikaya tidak perlu khawatir lagi. Sebab papanya bukan orang sembarangan. Ia bisa percaya dengan papanya.


Mikaya kembali ke kamar. Ia menatap wajah putranya yang sedang tidur dengan lekat. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Afgari nanti ketika sudah besar saat mengetahui jika ayahnya tersandung kasus pellecehhan. Meskipun nanti ayahnya sudah bebas dari hukum, tetap saja jejak digital itu akan selalu ada. Serapat apapun nanti ia menyembunyikan hal itu, Afgari pasti akan mengetahuinya.

__ADS_1


Mikaya berharap suatu hari nanti Afgari tumbuh menjadi laki-laki yang bisa menjadi malaikat pelindung baginya, bagi perempuan yang nantinya akan menjadi pasangan hidupnya. Yang tidak mengikuti jejak ayahnya ketika dia tahu nanti.


_Bersambung_


__ADS_2