Ketika Istri Tak Lagi Menarik

Ketika Istri Tak Lagi Menarik
Terlambat


__ADS_3

Andovi menyeret tubuh Mira dan menjatuhkannya ke atas tempat tidur. Mata nya sudah di penuhi oleh kabur hasraat yang haus akan pemenuhan. Mira bangun berniat kabur, akan tetapi Andovi dengan cepat menindih tubuhnya.


Andovi melucuti bahkan merobek pakaian dan rok Mira hingga wanita itu kini hanya menggunakan pakaian dallam atas dan bawah. Tidak apa-apa kehilangan Mira, setidaknya ia harus mendapatkan Mira dulu.


"Pergiii .. Jangan lakukan itu, aku mohon."


Mira mendorong tubuh Andovi dengan memukuli dada bidang pria itu. Ia tidak sudi di perlakukan layaknya binatang seperti ini.


Andovi lekas mencium bibir Mira kembali, satu tangannya mencekal kedua tangan Mira di atas, satu tangannya lagi berusaha membuka resleting celana untuk mengeluarkan burung dari sangkarnya yang sejak tadi sudah bangun.


Kedua mata Mira memelotot melihat burung Andovi yang sudah berdiri tegak di hadapannya. Akankah pria itu akan melakukan hal itu pada dirinya?


Sebelum itu, Andovi sedikit menggesekan burungnya ke bagian intim Mira yang masih terbungkus oleh celana dallam. Agar Mira dapat menikmati sensasi senyarr.


Hanya beberapa saat saja, tanpa membuang waktu banyak lagi Andovi menarik dan membuka bungkusan daging Mira yang tidak terlalu banyak di tumbuh hutan rimba.


Andovi memegang burungnya untuk di masukan ke dalam sangkar Mira. Mungkin karena Mira masih virgin, ia sulit untuk memasukannya.


Mira hanya bisa menangis dan tak lagi mampu berteriak lantaran bibirnya masih di lahap oleh Andovi. Ia merasakan ada sesuatu yang menyentuh intimnya dan berusaha mendobrak untuk masuk. Mira memilih untuk pasrah dan berharap tunangannya akan segera datang.


Sedikit demi sedikit Andovi memasukan kepalanya ke dalam lubang surgawi. Baru setengahnya, ia mendengar pintu unit di ketuk oleh seseorang.


Tok tok tok ..


"Sayang .. Ini aku."


Tok tok tok ..


Kedua mata Mira melebar mendengar suara tunangannya datang. Andovi pun menghentikan sejenak permainannya.

__ADS_1


"Mmmmmmmm ..." Mira berteriak sekeras mungkin berharap tunangannya mendengar teriakannya.


"Sial, Mira berteriak. Aku harap orang itu gak dengar suara Mira," umpat Andovi dalam hati.


Saat Andovi lengah, Mira menggunakan kesempatan ini untuk bisa lolos darinya.


Dugg


"Aargghhh .." Andovi spontan menjerit ketika Mira menendang burungnya.


Mira bergegas bangun. "Tolooooong .."


Suara teriakan Mira jelas terdengar oleh tunangannya yang berdiri di balik pintu luar.


Dug dug dug


Pria itu menggedor pintunya dan memutar knop pintu yang terkunci.


"Tolong akuuuu ..!!" teriak Mira lagi.


Tunangannya kian panik. Ia terus memutar knop pintu yang terkunci. Takut sesuatu buruk terjadi pada calon istrinya, ia pun memutuskan untuk mendobrak pintunya.


Mira melihat Andovi di lantai yang tengah meringis kesakitan dan ngilu akibat tendangannya.


Ini kesempatan yang bagus untuk Mira pergi menuju pintu untuk membuka pintu pintunya. Saat ia lari ke arah pintu, Andovi menarik kakinya hingga ia terjatuh.


"Aaaa .."


"Mau kemana kamu, Mir? Kita belum tuntas, Mir, aku harus memberikan hadiahnya sama kamu karena kamu berhasil membuat keadaan justru makin memburuk. Kamu pengkhianat, Mir. Aku di tuduh selingkuh sama kamu sementara aku gak dapat apa-apa dari kamu. Mari kita benarkan semua tuduhan itu dengan melakukannya."

__ADS_1


Mira menggeleng. "Enggak, ini bukan salah saya, pak. Saya cuma gak mau terlibat dalam masalah rumah tangga bapak. Saya cuma berusaha jujur dan berkata apa adanya."


"Ini gak adil buat aku, Mir. Oleh karena itu aku sedang mencari keadilan sekarang."


Andovi menarik kaki Mira kemudian kembali menindih tubuh wanita itu di lantai.


Perhatian mereka beralih pada pintu yang sedang berusaha untuk di dobrak. Andovi lekas menggunakan kesempatan yang masih tersisa untuk mencapai keinginannya.


Andovi memasukkan lagi burungnya ke dalam sarang hingga lolos. Mira langsung diam ketika ia tidak bisa mencegahnya. Bahkan pria itu kini sudah memainkannya dengan brutal. Mulutnya sudah tidak dapat lagi berbicara, air matanya mengalir deras.


Brakkkk


Pintu pun berhasil di dobrak oleh tunangan Mira. Dan pemandangan yang pertama kali dia lihat ketika pintunya berhasil di buka adalah melihat calon istrinya tengah di leccehkan oleh seorang pria.


Wajah pria itu merah padam dan darahnya kini sudah bergejolak dalam tubuhnya.


"Dasar brengssekkk!"


Dugg


Pria itu menendang kepala Andovi hingga jatuh ke belakang. Tidak berhenti di sana, pria itu juga menghajar Andovi habis-habisan hingga Andovi tidak dapat memberi perlawanan.


"Anjj .. Settnn .. Brengssekkk .. Aaarrghh .."


Tunangan Mira menginjak-injak tubuh Andovi sampai pria itu benar-benar lemah tidak berdaya. Amarahnya meluap seketika melihat wanita yang ia cintai tengah di settubuhhi oleh pria lain.


Usai memastikan jika Andovi benar-benar sudah tidak berdaya, pria itu segera menghampiri tunangannya. Ia segera mengalihkan pandangan begitu melihat tubuh polos wanitanya. Ia berjalan mengambil selimut guna menutupi tubuh Mira, kemudian ia bawa Mira ke dalam pengkuannya.


"Sayang, aku minta maaf. Aku telat datang. Maaf karena aku tidak tahu kamu telepon aku tadi, maafin aku, ya."

__ADS_1


Mira tidak bisa berkata-kata. Ia hanya bisa menangis dan trauma dengan kejadian ini. Tunangannya membawa ia ke dalam pelukan dan memeluk tubuhnya dengan erat. Dia merasa gagal melindungi wanitanya.


_Bersambung_


__ADS_2