Ketika Istri Tak Lagi Menarik

Ketika Istri Tak Lagi Menarik
Sedikit Membaik


__ADS_3

Mikaya begitu menikmati suasana liburan bersama keluarga kecilnya. Andovi yang mendadak romantis lagi dan si kecil Afgari yang sama sekali tidak rewel.


Ini merupakan malam pertama mereka menginap di villa. Sementara Mikaya membuat susu, Andovi mengajak si kecil Afagri bermain cilukba. Mikaya begitu menyukai pemandangan suami dan anaknya saat ini. Sekaligus menjadi sesuatu yang ia rindukan sejak lama.


Afgari tertawa terbahak-bahak dengan suara yang khas di seusianya. Mikaya bahkan kaget mendengar suara tawa Afgari yang seperti itu. Sebelumnya Afgari tidak mengeluarkan suara saat tertawa, tapi lihatlah sekarang, bayi kecil yang sudah hampir menginjak usia ke enam bulan itu seolah sedang menunjukan.


Mikaya menghampiri mereka usai membuat susu di botol ukuran sedang. Andovi mengambil botol susu tersebut dari tangan istrinya.


"Biar aku aja," ujar pria itu lekas memberi susunya pada Afgari.


Mikaya masih mematung. Pandangannya sama sekali tidak lepas dari wajah pria itu. Ia masih tidak percaya akan apa yang saat ini ia lihat. Ia jadi merasa terharu dan tanpa sadar air matanya menetes.


Andovi melihat ke arah Mikaya dan melihat setetes air mata di pipi wanita itu.

__ADS_1


"Sayang, kamu kenapa?" tanya pria itu cemas.


Mikaya mengulas senyum seraya menghapus air matanya. Air mata haru, air mata bahagia. Karena sudah begitu lama merindukan momen seperti ini.


Untuk yang pertama kali setelah sekian lama Mikaya tidak mendengar Andovi memanggilnya dengan sebutan yang begitu ia rindukan. Akhirnya sebutan itu kembali terdengar di telinganya.


"Aku seneng, mas. Aku bahagia melihat kamu yang seperti ini," ucap Mikaya.


Andovi hanya bisa diam. Sebelumnya ia memang tidak pernah begini. Mungkin karena ia terlalu sibuk sehingga tidak ada waktu untuk mengajak Afgari bermain.


***


Andovi dan Mikaya berdiri di balkon untuk menikmati suasana malam di villa yang begitu menyejukkan. Kebetulan Afgari sudaurtidur sejak sepuluh menit lalu.

__ADS_1


Posisi berdiri mereka tidak berdampingan, Andovi berdiri di belakang Mikaya sambil memeluk tubuh wanita itu. Sejak tadi Mikaya sama sekali tidak melepaskan senyumnya. Ia merasa tengah menjadi wanita yang paling bahagia.


Andovi meletakkan dagunya di bahu istrinya sementara tangannya melingkar di pinggang wanita itu. Terakhir mereka begitu saat masih berpacaran.


"Aku minta maaf ya sayang kalau selama ini aku udah jauh dari kalian. Aku bukannya tidak menginginkan Afgari, hanya saja kesibukan aku yang membuat aku tidak punya waktu untuk kalian. Aku harap kamu mengerti," ucap Andovi.


Mikaya melepaskan tangan Andovi yang melingkar di pinggangnya, kemudian membalikan badan sehingga mereka saat ini berdiri saling berhadapan. Andovi mengalungkan tangan Mikaya di lehernya, sementara ia melingkarkan tangannya kembali di pinggang Mikaya.


"Iya, mas. Tapi aku harap kamu bisa meluangkan waktu seperti ini untuk aku, untuk anak kamu, untuk keluarga kecil kita. Maaf karena aku sempat menampar kamu kemarin. Maaf untuk perdebatan yang selalu aku mulai duluan."


Andovi mengangguk. Justru tamparan itu yang membuat dirinya kini jadi sadar.


Tangan Andovi beralih menangkup kedua pipi Mikaya. Sepasang mata mereka saling menatap, membiarkan semilir angin malam yang sejuk menerpa tubuh keduanya.

__ADS_1


Perlahan, wajah keduanya semakin dekat. Hingga bibir keduanya saling menempel dan keduanya pun berciuman.


_Bersambung_


__ADS_2