Ketika Istri Tak Lagi Menarik

Ketika Istri Tak Lagi Menarik
Beraksi


__ADS_3

"Pak Andovi, bapak mau apa?" tanya Mira setengah panik.


Lagi-lagi Andovi melempar senyum yang terlihat mengerikan.


"Mira, atas keberhasilan kamu, maka aku pasti akan memberikan hadiah untuk kamu. Sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilanmu. Dan aku pastinya akan memberikan hadiah manis yang tidak akan pernah terlupakan selama hidup kamu."


Wajah Mira kian menegang. Ia tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh pria itu. Yang pasti ia harus tetap waspada.


"Apa maksud pak Andovi?"


"Jangan panggil aku pak lagi, dong. Katanya kamu bilang mau berhenti jadi sekretaris aku, jadi kamu panggil aku Andovi saja."


Kalimat Andovi barusan semakin membuat Mira ketakutan. Pasalnya pria itu pasti sangat marah padanya.


"Kamu pasti sudah gak sabar kan hadiahnya apa?"


Mira hanya diam, ia terus berpikir bagaimana caranya bisa pergi dari sana. Tapi panik membuatnya sulit sekali untuk berpikir di situasi seperti ini.


"Pejamkan mata kamu dulu," pinta Andovi dan Mira menggeleng tidak mau.


"Ayolah, pejamkan mata kamu dulu."

__ADS_1


Mira tetap menggeleng tidak mau.


"Baiklah kalau kamu tidak mau pejamkan mata terlebih dahulu, maka aku akan langsung memberikan hadiahnya."


Andovi menatap Mira dengan tatapan yang tak biasa, perlahan senyum di bibir pria itu juga menghilang. Jantung Mira berpacu lebih cepat di atas normal. Suasana kini terasa hening, bahkan Mira sudah bisa mendengar denyut nadinya sendiri.


Srekkk ..


"Aaaaa .."


Andovi merobek kemeja putih polos yang di kenakan oleh Mira hingga kancingnya lepas dan berjatuhan ke lantai, menampakan belahan dada mungil wanita itu.


Andovi mencekal tangan Mira dengan erat di atas kepala wanita itu. Ia menatap Mira yang tengah ketakutan.


Mira menggeleng dengan keras. "Jangan!"


Pinta wanita itu memohon.


"Aku mohon jangan, pak! Aaaaa .." Mira memekik saat pria itu membenamkan wajahnya di dadanya.


Mira berusaha melepaskan diri, akan tetapi cekalan tangan Andovi lebih buat di banding dengan tenaganya.

__ADS_1


Andovi mengangkat wajahnya dan menatap Mira yang memohon padanya.


"Pak Andovi, saya mohon lepaskan saya. Jangan kurang ajar ya, pak!" ancam Mira.


Andovi hanya bisa tersenyum mendengar ancaman Mira. Lagipula tidak ada siapapun di sana, tidak akan ada yang menyelamatkan Mira meskipun dia teriak sekeras mungkin.


"Kenapa, Mir? Hadiahnya kurang menarik, ya? Biar aku kasih yang lebih, ya."


"Enggak!" seru Mira. "Jangan, aku mohon jangan, pak!"


Andovi hanya terkekeh. Sebelum kemudian ia melanjutkan misinya.


"Aaaa .." Mira berteriak di setiap Andovi melakukan sesuatu yang tidak ia inginkan.


Bahkan tangan pria itu dengan kurang ajar sudah menyusup di balik rok pendek yang di kenakan oleh Mira. Bermain-main di dalam sana hingga Mira menangis dan memohon agar Andovi menghentikannya.


"Jangan berisik, dong. Kamu nikmati aja ya pemberian dari aku, kamu pasti akan suka."


Lantaran Mira terus berteriak dan tidak juga berhenti agar ia menghentikan semuanya, ia pun melahap bibir wanita itu dan tidak lagi memberi kesempatan Mira untuk mengeluarkan suara selain dessahhan.


"Mmmhhh ..." Mira menggelengkan kepalanya berharap bisa melepaskan tautan bibirnya, tapi tidak semudah yang ia kira.

__ADS_1


Kini Andovi menyeret tubuh Mira dan menjatuhkannya ke atas tempat tidur. Mata nya sudah di penuhi oleh kabur hasraat yang haus akan pemenuhan. Mira bangun berniat kabur, akan tetapi Andovi dengan cepat menindih tubuhnya.


_Bersambung_


__ADS_2