
"Miraa .. Miraa .." Andovi memastikan jika wanita itu benar-benar tidur.
Panggilannya tidak mampu membangunkan wanita itu. Suasana malam ini cukup hening, apalagi mereka sedang berada di ruangan gedung perusahaan berdua.
Tangan Andovi perlahan mulai bergerak ke arah wajah Mira yang tertutup oleh rambut panjangnya. Dan menyingkap anak sulur rambut tersebut dengan sangat hati-hati agar tidak sampai terbangun. Andovi juga mengusap pipi Mira dengan lembut.
"Kamu manis banget sih, Mir," ucap Andovi di sertai dengan senyuman.
Penyesalan atas apa yang ia lakukan di apartemen itu seolah lenyap. Melihat Mira tertidur di hadapannya seperti ini membuatnya ingin mengulang apa yang pernah terjadi. Apalagi ingatannya tentang Mira yang memakai pakaian terbuka itu membuat pikirannya tidak karuan.
Andovi mengusap bibir mungil wanita itu dan terasa sangat lembut. Sampai akhirnya tangannya mulai bergerak turun ke bawah.
Perlahan wajahnya mulai maju, mencium aroma tubuh Mira yang sangat wangi.
Andovi mendaratkan bibirnya di bibir Mira dengan ekstra hati-hati. Ia menjulurkan lidahnya untuk membasahi bibir mungil itu. Sementara tangannya mulai meraba dada wanita itu dari luar pakaian dan terasa masih kencang dan kenyal.
__ADS_1
Andovi mulai berpindah mengguliri permukaan kulit leher Mira. Menghirup banyak-banyak aroma tubuh Mira yang tercium menggoda. Namun, sensai atas perbuatannya menimbulkan wanita itu kini terbangun. Dia cepat-cepat menjauh.
Mira mengucek kedua matanya lalu tersadar jika dia baru saja ketiduran. Pandangannya jatuh pada pria yang duduk di sampingnya.
"Eh, maaf pak. Saya ketiduran," ucapnya.
"Iya, tidak apa-apa. Kalau begitu kamu bisa selesaikan besok saja. Sekarang sudah malam, kamu bisa pulang."
"Tapi ini sudah hampir selesai kok, pak."
Mira pun mengangguk patuh. Lagipula ia memang sangat lelah hari ini, dan rasanya ingin cepat sampai apartemen untuk istirahat.
Mira bersiap untuk pulang, ia keluar dari ruangan itu lalu berdiri di depan pintu. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda. Ia merasa bibirnya terasa lembab setelah bangun tidur. Pikiran Mira sudah mulai mengarah kesana, akan tetapi ia berusaha untuk berpikir positif.
Andovi tidak langsung pulang ke rumah malam ini. Dia mampir ke sebuah tempat dimana dentuman keras musik dan lampu kerlap-kerlip yang menyala menemani orang-orang yang tengah mencari hiburan.
__ADS_1
Ada dua wanita datang mendekat ketika ia baru saja sampai di sana. Wanita itu mulai menawarkan minuman padanya. Kebetulan sekali, Andovi sedang butuh minuman tersebut. Ia meminumnya satu gelas, wanita penghibur itu memberikan satu gelas lagi.
Andovi memeluk kedua wanita penghibur tersebut seraya memberi kecupan siki berganti pada mereka. Ia yang sudah mulai terpengaruh alkohol mulai kehilangan kesadarannya. Dia terlihat begitu menikmati alunan musik yang berdentum sangat keras.
Satu wanita lagi datang menghampirinya dan tanpa aba-aba langsung memberi kecupan padanya. Bukan hanya sekedar kecupan singkat, mereka sempat berciuman untuk seperkian detik.
Wanita yang baru saja datang itu mengajak dirinya untuk joget berdansa. Andovi pun ikut dan berjoget dengan si wanita tersebut.
Di antara banyaknya orang yang joget di sana, Andovi mulai menikmati setiap sentuhan wanita penghibur tersebut. Wanita itu sudah ahli dalam hal memuaskan.
Wanita itu mengalungkan tangannya di leher dan dengan sengaja menempelkan buah kembarnya di dada Andovi. Tidak hanya itu, dia juga sengaja semakin merapatkan tubuhnya agar intim mereka saling beradu.
Semakin lama, Andovi merasa kepalanya semakin pusing akibat pengaruh alkohol. Alhasil ia memutuskan untuk pulang ketika kesadarannya belum sepenuhnya hilang.
_Bersambung_
__ADS_1