Ketika Istri Tak Lagi Menarik

Ketika Istri Tak Lagi Menarik
Objek Halusinasi


__ADS_3

Andovi pulang dengan tubuh sempoyongan. Ia mendapati Mikaya sudah tertidur, begitu juga dengan Afgari. Ia berniat untuk pergi ke kamar mandi yang terdapat di kamarnya, guna membasuh wajahnya atau mandi untuk sekedar menghilangkan mabuknya.


Akan tetapi, begitu ia berjalan melewati ranjang tempat tidur, sekilas ia melihat Mira yang tengah tertidur di sana. Andovi menghentikan langkah dan memastikan lagi siapa yang tengah tertidur.


"Mira," ucapnya lalu mengucek kedua matanya.


Entah kenapa, wanita yang tadi sempat ia lihat itu Mikaya berubah menjadi Mira. Entah karena ia sedang berada di bawah pengaruh alkohol, sehingga Mikaya terlihat seperti Mira.


Andovi berjalan mendekat, dan wajah yang ia lihat saat ini benar-benar Mira. Ia pandangi sekujur tubuh wanita yang tidur terlentang itu dari ujung kaki sampai rambut. Wanita yang menggunakan daster itu terlihat seperti sedang memakai dress baju dinas malam.


"Mira .." ucapnya lagi di akhiri dengan seulas senyum yang sulit di artikan.


Andovi langsung saja membungkukan badannya dan mencium bibir wanita tersebut. Sementara tangannya sudah bergerak luar mengguliri setiap permukaan kulit tubuh Mikaya yang ia anggap Mira.

__ADS_1


Merasa ada sesuatu yang menggelitik dirinya, Mikaya pun terbangun. Ia sedikit terkejut karena tiba-tiba ia bangun suaminya sedang menginginkan tubuhnya.


"Mas," panggil Mikaya saat ia mulai mencium bau alkohol dari suaminya.


Andovi tidak memberi kesempatan Mikaya untuk bicara, pria itu melahap bibir istrinya hingga Mikaya diam terheran-heran. Ia sama sekali tidak memberi perlawanan, membiarkan Andovi yang melakukannya. Sebab Mikaya merasa ada yang aneh dan ia rasa ada yang tidak beres dari suaminya.


Keduanya melakukan hubungan suami istri.


Namun, saat mereka sudah selesai. Andovi mengucapkan rasa terima kasih yang membuat Mikaya terkaget-kaget.


Mira tercengang mendengar nama yang suaminya sebut barusan. Air matanya langsung luruh begitu saja. Tubuhnya terasa panas akibat darah yang bergejolak menahan amarah. Jadi, barusan suaminya kira ia adalah Mira. Dan ia di jadikan objek halusinasi suaminya sendiri untuk memenuhi keinginannya.


Mikaya menggeleng sembari menteskan air mata yang kian deras. Apa yang selama ini ia khawatirkan benar-benar terjadi?

__ADS_1


"Apa kamu memang pernah melakukannya dengan Mira, mas. Jahat sekali kamu," ucap Mikaya dalam hati, sebab bibirnya saat ini terasa di kunci.


Tangisan Afgari mulai menyadarkan Andovi. Pria itu memandang wanita yang tengah memakai kembali pakaiannya.


"Mikaya, kamu ngapain di sini?" Andovi seolah tersadar jika saat ini ia berada di kamar bersama istrinya, bukan bersama Mira.


Andovi beralih memandang tubuhnya tanpa sehelai benang, lalu kembali memandang tubuh Mikaya yang belum sepenuhnya memakai pakaian. Ia tertegun sejenak.


"Jadi barusan aku sama Mikaya, bukan sama Mira," gumamnya.


Entah kenapa ada kekesalan di dalam dirinya, ia pikir ia baru saja berhubungan dengan Mira. Namun, ia justru malah berhubungan dengan istrinya sendiri.


Andovi memandang Mikaya yang hendak membuatkan susu untuk Afgari. Mikaya tampak sedang menangis. Ia jadi bertanya-tanya, apakah ia menyebut nama Mira saat sedang berhubungan dengan Mikaya. Dan apa itu yang menjadi penyebab Mikaya menangis saat ini?

__ADS_1


Andovi jadi bingung harus apa sekarang. Ia sudah mulai terobsesi pada Mira. Wanita yang ia kira mudah untuk ia dekati, nyatanya Mira memiliki pendirian yang cukup kuat.


_Bersambung_


__ADS_2