Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 22


__ADS_3

Di dalam kamar Aida berdiri seorang diri menghadap keluar jendela kamarnya. Menyaksikan indahnya bintang yang berkelap kelip serta menikmati sapuan angin malam kota Bandung yang dingin. Namun gadis itu tidak benar benar menikmati suasana malam indah itu. Pikirannya melayang jauh entah kemana.


Sepulang dari pasar malam tadi, Aida lebih banyak melamun. Memikirkan seseorang yang sekarang entah dimana. Namun meskipun demikian, Aida seakan mendapat sedikit petunjuk. Dia ingin sekali bertemu kembali dengan seorang pria yang menabraknya di pasar malam tadi.


"Ahh sial, kenapa tadi gue nggak tanya aja sihh"geram Aida. Dia merutuki kebodohannya yang meninggalkan pria itu begitu saja tanpa bertanya apapun.


"Gue harus ketemu sama orang itu lagi, gue yakin, dia orang sekitar sini"tekad Aida. Dia beranjak menuju ranjang dan bersiap untuk menjemput alam mimpi.


.


.


.


Di sebuah rumah mewah di daerah barat ibukota, sepasang pasutri tengah bersantai di taman belakang rumah mereka. Tak ada anak diantara mereka, karena satu satunya anak yang mereka miliki tengah berlibur ke Bandung.


"Aida ada ngabarin mama nggak?"tanya Satya.


"Ada pa, tadi pagi dia nelfon, katanya dia baik baik aja disana"jawab Risa. Ya mereka adalah Satya Hartono dan Risa Andini, orang tua Aida.


"Selalu ingatkan Aida untuk rutin minum obat ma"ucap Satya lagi. Risa tersenyum dan mengangguk mengiyakan ucapan suaminya itu. Aida seorang gadis remaja yang mengalami kelainan pada jantungnya sejak lahir. Saat usianya 3 tahun dia sempat akan menjalani pengobatan di Singapura. Namun karena sebuah musibah menimpa keluarga mereka, pengobatannya pun di tunda beberapa saat.

__ADS_1


Hingga selang beberapa bulan mereka kembali ke Singapura untuk melakukan pengobatan pada Aida. Namun ternyata semua tak berjalan dengan lancar selancar jalan tol. Setelah melakukan oprasi pada jantungnya, Aida mengalami gangguan pada psikolognya setelah mengetahui saudaranya hilang. Dia selalu menyalahkan dirinya atas hilangnya sang saudara. Satya dan Risa berulang kali mengatakan bahwa semua adalah takdir sang kuasa, namun Aida tetap menyalahkan dirinya hingga dia beberapa kali mencoba menyakiti dirinya sendiri. Sampai akhirnya dokter menyarankan untuk membawa Aida ke suatu tempat yang mungkin bisa membuatnya tenang dan bisa melupakan kejadian itu. Dan dari situlah Satya memutuskan untuk tinggal di Perancis.


Dan baru inilah Satya dan keluarganya kembali ke tanah air. Itupun juga atas permintaan Aida. Satya dan Risa selalu melarangnya. Namun Aida tetap keukeh untuk kembali ke Indonesia. Dia selalu bilang bahwa dirinya baik baik saja. Akhirnya Satya dan Risa hanya bisa pasrah menuruti keinginan putrinya itu.


"Seandainya dia masih ada disini, dia pasti senang sekali pa"lirih Risa.


"Mama jangan sedih, dimanapun dia berada saat ini, dia pasti bahagia ma"ucap Satya merangkul bahu istrinya. Sebenarnya Satya ingin sekali melanjutkan pencarian anaknya itu. Namun karena tak ingin membuat istrinya sedih, Satya mengalah. Dia menghentikan pencariannya setelah hampir 2 tahun anaknya tak di temukan. Dia takut jika kembali mencari anaknya namun hasilnya masih sama.


.


.


.


Mereka joging keliling perkebunan teh melewati jalan jalan desa. Di sepanjang jalan banyak warga yang berlalu lalang dan tak sedikit pula yang menyapa mereka.


"Ai, istirahat dulu ya kalau cape"ajak Varo karena dia melihat kekasihnya itu beberapa kali istirahat dan menyeka keringatnya.


"Aku masih kuat kok"jawab Aira tersenyum. Varo melihat teman temannya yang sudah cukup jauh. Dia menarik Aira untuk duduk di salah satu saung yang ada di dekat perkebunan.


"Jangan bandel kalau di bilangin. Istirahat dulu"ucap Varo.

__ADS_1


"Nih minum dulu"ucap Varo lagi sambil menyodorkan minum yang sedari tadi dia bawa. Aira menerima botol minum pemberian Varo dan meneguknya.


"Kamu nggak minum?"tanya Aira.


"Minumlah"jawab Varo. Dia menyerobot botol minum yang hampir di tutup oleh Aira dan meneguknya habis. Aira hanya melongo melihat Varo minum dari botol bekas miliknya.


"Itukan bekas aku Var"ucap Aira.


"Nggak apa apa, bekas ayang juga"jawab Varo enteng.


"Masih mau istirahat, atau mau lanjut?"tanya Varo.


"Lanjut aja deh pelan pelan, kasian ntar yang lain nyariin"jawab Aira. Varo mengangguk dan segera berdiri, dia mengulurkan tangannya pada Aira. Tentu saja dengan senang hari Aira menyambut tangan kekasihnya itu.


"Siap"tanya Varo.


"Siap"jawab Aira. Dan mereka pun melanjutkan kegiatan joging mereka.


Tanpa mereka sadari tak jauh dari mereka seorang gadis menatap kepergian Aira dan Varo dengan berlinang air mata.


TBC

__ADS_1


...****************...


...Maaf untuk up belum bisa teratur, soalnya anak lagi sakit. Jadi harus bagi bagi waktu. ...


__ADS_2