
Malam hari Aira sudah cantik dengan dress selutut berwarna peach serta riasan tipis di wajahnya. Membuat tampilan Aira semakin sempurna. Aira tersenyum cerah di depan cermin di kamarnya. Menatap pantulan dirinya yang begitu ayu.
Namun siapa sangka, dibalik senyum Aira, gadis itu memiliki banyak pertanyaan dibenaknya. Pasalnya Kevin, sang majikan mengajaknya untuk makan malam bersama dengan rekan bisnisnya. Gadis itu benar benar bingung, ada apa sebenarnya sampai sampai dirinya ikut hadir dalam acara makan malam yang memang tak pantas untuk dirinya.
Tok tok tok
"Ai, udah selesai belum? udah di tunggu nihh"teriak Varo. Aira segera keluar dari kamarnya, namun sebelum itu dia mengambil tas selempang kecil miliknya.
Ceklek
Aira membuka pintu kamarnya. Dan disana Varo sudah berdiri dengan setelan kemeja berwarna senada dengannya yang di padukan dengan celana jeans. Sungguh pria yang sempurna. Aira sempat terkesima dengan Varo.
Begitu pula Varo. Varo tengah menatap kagum pada Aira yang tampil sangat cantik malam ini. Varo bahkan sampai lupa dengan tujuan awalnya memanggil Aira.
"Ehemm, malah enak enakan pacaran"sindir Vero. Aira dan Varo terkejut dengan suara Vero.
"Udahan dulu pandang pandangannya, udah di tunggu ayah sama bunda"ucap Vero seraya meninggalkan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu. Sementara Varo dan Aira langsung mengekori Vero.
.
.
__ADS_1
.
Lain di kediaman Kevin, lain pula di kediaman Satya. Pria yang tak lagi muda itu tengah berusaha membujuk sang Putri agar mau ikut dengannya mengahdiri makan malam bersama rekan bisnisnya. Berbagai alasan sudah ia utarakan agar Aida mau ikut. Namun hasilnya tetap sama, Aida tetap tak mau ikut sengan alasan dia tak mau mati bosan mendengar obrolan bisnis sang papa sengan rekan bisnisnya nanti. Ahh, tidak masuk akal bukan, mana ada oranh mati karwna bosan.
"Sudahlah pa, biar mama yang bujuk Aida pelam pelan, masih ada waktu 1 jam"ucap Risa menenangkan. Satya mengangguk setuju. Dia merapikan pakaiannya yang sudah agak kusut. Sedangkan Risa, dia bergegas menuju kamar Aida.
Tok tok tok
"Aida, mama masuk ya"ujar Risa.
"Masuk aja ma"sahut Aida dari dalam. Risa segera masuk saat mendapat ijin dari anaknya itu. Dilihatnya Aida yang tengah menyandarkan tubuhkan di dashboard ranjang tidur milikmya sambil memainkan ponselnya.
"Nggak mau ma, aku pasti bosen disana"ucap Aida kesal.
"Nggak bakalan sayang, tuan Kevin juga mengajak anak kembarnya, pasti kamu bakal betah deh"bujuk Risa. Aida tampak berfikir sejenak. Setau Aida, tuan Kevin memiliki anak kembar laki laki yang sekarang pasti seumuran dengannya. Aida tersenyum cerah, pasti mereka sangat tampan saat ini, mengingat saat masih kecil saja mereka sudah tampan, pikir Aida.
"Oke deh ma, aku siap siap dulu kalau gitu"ujar Aida seraya ngacir ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
__ADS_1
.
Di ruangan VVIP sebuah restoran, Kevin dan keluarganya sudah duduk menantikan rekannya tiba. Mereka sibuk dengan ponsel masing masing. Namun tidak dengan Varo. Dia terlihat sedikit kesal karena Aira harus di sembunyikan terlebih dahulu.
"Yahh, kenapa Aira nggak ikut bareng kita sihh"kesal Varo.
"Nanti kamu bakal tau jawabannya Var, sabar sedikit"jawab Kevin santai. Varo semakin mencebikkan bibirnya mendengar itu.
Setelah hampir 10 menit menunggu, Satya dan keluarganya sudah tiba.
"Maaf Kev, kami sedikit terlambat"ucap Satya.
"Tak apa, santai saja, kami juga baru tiba"ucap Kevin.
"Mari mari, silahkan duduk"lanjut Kevin mempersilahkan. Kevin dan Keira menatap keluarga Satya dengan senyum. Berbeda dengan Varo yang memilih acuh dan memandang kearah lain, Vero menatap anak Satya dengan dahi berkerut.
"Lo Aira kan?"
Deg
TBC
__ADS_1