
Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, kini Varo dan Aira sudah sampai di sekolah. Sesampainya di parkiran sekolah Aira segera turun dari motor Varo begitu juga dengan Varo. Banyak yang memandang iri pada Aira. Pasalnya banyak siswa yang mengetahui jika Aira adalah anak dari pembantu di kediaman Varo. Namun Aira bisa mendapatkan hati anak majikannya itu.
Selesai dengan ritual di parkiran, kini Varo dan Aira berjalan beriringan melewati lapangan utama. Namun di saat mereka tengah berjalan, semua atensi siswa beralih pada seorang gadis yang baru saja turun dari mobil di depan gerbang. Karena jarak gerbang dan lapangan yang tak begitu jauh, jadi Varo dan Aira juga bisa melihat siapa yang baru saja datang.
"Aida"gumam Aira. Aira melirik Varo yang hanya diam dengan wajah datarnya. Aira juga mendengar ucapan siswa yang kaget dengan kedatangan siswa yang memiliki paras cantik dengan wajah yang sama persis dengan Aira.
Aida yang ditatap heran oleh banyak siswa pun sama sekali tak menundukan kepalanya. Bahkan kini Aida dengan penuh percaya diri berjalan melewati banyaknya siswa dengan senyum yang mengembang dibibirnya. Aida berjalan mendekati Aira dan Varo yang diam menatap dirinya.
"Anter gue keruang kepala sekolah"ucap Aida pada Aira. Aira pun hanya mengangguk dan segera mengantarkan saudara kembarnya itu keruang kepala sekolah, meninggalkan Varo yang diam menatap kepergian sang kekasih dan saudara kembarnya itu.
Awalnya Varo ingin melarang Aira, namun harus dia ingat bahwa sekarang dirinya ada dilingkungan sekolah. Dia tak mau membuat masalah disekolah. Akhirnya dia hanya pasrah saja.
.
.
.
Diruang kepala sekolah kini Aira dan Aida sudah duduk disofa yang di khususkan untuk tamu. Kepala sekolah yang sudah tau jika Aida adalah saudara kembar Aira sudah tidak kaget lagi saat melihat keduanya masuk.
__ADS_1
Cukup lama Aira dan Aida berbincang dengan kepala sekolah. Hingga akhirnya kepala sekolah mengatakan dimana kelas Aida.
"Kalian boleh kembali ke kelas"ucap pak KepSek.
"Untuk kamu Aida, kamu satu kelas dengan Aira"lanjutnya.
"Terima kasih Pak, kami permisi dulu"pamit Aida yang di ikuti oleh Aira. Aira dan Aida pergi meninggalkan ruangan kepala sekolah. Mereka berjalan beriringan meskipun tidak ada obrolan sama sekali. Namun di tengah perjalanan, Aida menarik Aira ke toilet terdekat.
"Ikut gue"ucap Aida sambil menarik paksa Aira.
.
Sebenarnya buku hanyalah perantara Varo untuk menutupi rasa khawatirnya terhadap Aira. Ya, Varo khawatir pada Aira yang belum kembali ke kelas sejak mengantarkan Aida ke ruang kepala sekolah.
Sudah hampir 1 jam lamanya Aira pergi, namun tak kunjung kembali. Varo yang sebenarnya khawatir hanya bisa menunggu.
"Varo, Aira nggak masuk ya?"tanya Putri.
"Masuk"jawab Varo singkat.
__ADS_1
"Terus sekarang kemana?"tanya Putri lagi.
"Keruang kepala sekolah, bentar lagi juga balik"jawab Varo tanpa mengalihkan pandangannya. Putri hanya menganggukan kepalanya saja. Sebanarnya masih banyak yang ingin Putri tanyakan. Namun ia urungkan karena jawaban dari Varo yang amat datar juga dingin.
Putri memilih kembali fokus kedepan sambil sesekali melihat pintu masuk. Dan benar saja, tak selang lama Aira masuk kekelasnya bersama seorang gadis yang sangat mirip dengannya. Tentu saja hal itu membuat seisi kelas menatap Aira bingung kecuali Varo dan Vero.
"A_Aira, lo_"ucap Putri terbata.
"Ini gue, dan kenalin, ini kembaran gue, Aida"ucap Aira ramah.
"Lo_lo kembar?"tanya Putri tak percaya.
"Iya, udah deh nggak usah banyak tanya"jawab Aira seraya mendekat pada Varo. Varo yang didekati pun menutup buku yang ada didepannya. Menatap Aira dengan sedikit senyum.
"Kenapa lama?"tanya Varo.
"Em, tadi ke toilet bentar"jawab Aira tersenyum lebar. Varo hanya menganggukan kepalanya. Dia juga menyuruh Aira duduk disebalahnya. Lalu Vero? Vero sudah keluar kelas bersama Darrel untuk bermain basket. Maklum saja, hari pertama masuk sekolah belum ada kegiatan belajar mengajar. Jadilah para siswa bisa bersantai.
Disisi lain Aida, dia memilih untuk duduk di samping Putri sambil menatap Varo yang kembali fokus pada bukunya dengan ditemani Aira yang sesekali mengobrol dengan Varo.
__ADS_1
TBC