Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 48


__ADS_3

1 bulan berlalu, Varo semakin dibuat heran dengan perubahan sikap Aira. Aira yang dulu pemdiam, rajin dan mandiri, kini berubah menjadi Aira yang banyak bicara, jarang belajar, dan manja. Biasanya Aira akan ikut belajar atau membaca buku saat Varo membaca di kelas, namun sekarang Aira tak pernah ikut membaca bahkan tak jarang pula Aida merebut buku yang Varo baca dan menyimpannya. Dia lebih sering mengajak Varo keluar untuk jalan jalan dan nonton.


Sebagai kekasih, tentu Varo senang jika Aira manja padanya. Namun perubahan sikap Aira ini membuat Varo sedikit tak nyaman. Apalagi Aira dengan berani memeluk bahkan mencium Varo di depan umum. Aneh sekali, padahal dulu Aira tak pernah terlebih dulu mencium kalau bukan Varo yang meminta.


Pagi ini hari Minggu, disaat semua anggota keluarganya tengah bersantai, Varo malah sudah rapi. Tentu saja hal itu membuat semuanya bertanya tanya.


"Mau kemana Var?"tanya Kevin.


"Jalan yah sama Aira"jawab Varo jujur. Kevin hanya menganggukan kepalanya mengerti. Namun tidak dengan Vero. Pria yang memiliki paras sama persis dengan Varo itu tengah menatap Varo dengan tatapan aneh. Tapi Vero tak begitu memperlihatkannya. Dirinya seolah sibuk dengan ponselnya. Setelah Varo keluar, barulah Vero berpamitan pula pada Kevin dan Keira.


.


Varo menghentikan laju mobilnya di depan minimarket depan komplek perumahan dimana Aira tinggal. Aneh, biasanya Aira menyuruh Varo menjemputnya di rumah. Namun 1 bulan belakangan ini Aira minta dijemput didepan minimarket saja. Okelah, Varo tak masalah akan hal itu. Toh pada akhirnya mereka bertemu juga.


Tak butuh waktu lama, Aira masuk kedalam mobil Varo. Varo dibuat melongo dengan pakaian yang dikenakan Aira kali ini. Aira mengenakan dress diatas lutut tanpa lengan, dengan motif bunga. Cantik. Satu kata yang Varo berikan untuk Aira. Namun ada yang mengganjal dihati Varo.Ini bukam style Aira. Tapi Varo masih menepis pikiran pikiran buruk dalam otaknya. Mungkin Aira ingin tampil beda, apalagi sekarang sudah kembali bersama orang tua kandungnya, pikir Varo.

__ADS_1


"Udah siap?"tanya Varo. Aira mengangguk dan tersenyum manis pada Varo. Varo segera melajukan mobilnya menuju mall. Rencana hari ini Varo akan menemai Aira shoping dan nonton. Varo pun menurut saja. Semua demi kekasih tercinta.


Varo fokus pada kemudinya. Hanya sesekali dia melirik Aira yang pandangannya tak pernah lepas darinya. Dia tersenyum pada Aira yang juga tersenyum padanya. Bahkan tangan kirinya terulur untuk mengusap pipi lembut Aira. Namun saat Varo ingin menarik tangannya dari pipi Aira, tak disangka Aira malah menahannya. Varo pun tersenyum, dia tak masalah akan hal itu, toh dirinya masih bisa menyetir dengan tangan kanannya.


Aira menggenggam erat tangan kiri Varo. Bahkan sesekali dia mencium punggung tangan Varo. Namun semakin lama Aira menempatkan tangan kiri Varo pada dadanya, lebih tepatnya pada pa*udaranya. Sebagai pria normal, Varo menikmati hal ini, bahkan dirinya juga sempat memejamkan matanya. Namun Varo kembali mengumpulkan kesadaranya. Dirinya relfek menarik tangannya namun Aira dengan sigap menahannya. Bahkan Aira dengan sengaja menekan tangan Varo pada salah satu pa*udaranya.


"Ai, kamu apa apaan sihh, aku lagi nyetir"ucap Varo sedikit tak fokus.


"Berhentiin dulu aja mobilnya"balas Aira santai. Varo menghembuskan nafasnya kasar. Dia tetap melajukan mobilnya dan menyentak tangam Aira. Hal itu sukses membuat tangannya terlepas dari genggaman Aira.


"Kamu apa apaan sih Ai"geram Varo. Menarik tangannya dari genggaman Aira. Bukannya takut Aira malah melepas seatbeltnya dan menggeser tubuhnya mendekati Varo. Dia menc*um bibir Varo. Varo membulatkan matanya melihat aksi Aira yang benar benar membuatnya gila. Varo tak membalas c*uman itu, dia malah mendorong bahu Aira kuat hingga Aira membentur kaca mobil.


.


.

__ADS_1


.


Disisi lain Vero mengendari motornya menuju minimarket dimana dirinya bertemu dengan Aira. Ya, setelah tadi Varo keluar, Vero segera berpamitan dan menghubungi Aira. Aira pun menurut, dirinya sudah tak tahan lagi dengan semua ini. Dia akan membongkar semuanya.


Sampai di minimarket, Aira sudah menunggu. Langsung saja Vero menyuruhnya naik dan segera melajukan motornya.


"Kita ikuti mereka, gue udah pasang gps di mobil Varo"ucap Vero. Aira hanya mengangguk mengiyakan ucapan Vero.


Varo melajukan motornya sedikit kencang agar tak tertinggal jauh dengan mobil Varo.


"Hahh, mereka sampai mana Ra?"tanya Vero.


"Ini titiknya berhenti deh Ver, di jalan xy"jawab Aira yang fokus pada ponsel Vero yang ada di genggamannya. Vero mengangguk dan segera melajukan motornya menuju jalan yang di katakan Aira.


TBC

__ADS_1


__ADS_2