
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan. Karena memang manusia adalah tempatnya salah. Baik itu kesalahan besar ataupun kesalahan kecil. Dan setiap orang berhak mendapatkan kata maaf dan kesempatan. Namun tak sedikit pula dari banyaknya manusia yang menaruh rasa dendam.
Tak baik memang menaruh rasa dendam. Karena dari rasa dendam dapat menimbulkan rasa benci juga rasa iri hati. Benci ketika orang tersebut lebih baik dari kita. Dan iri ketika orang tersebut memiliki atau mendapatkan sesuatu yang tak kita miliki. Namun begitulah manusia, tak semuanya bisa menerima kehadiran kita. Dan kita sendiri tak bisa memaksa orang lain untuk menerima kita.
Seperti halnya Varo, Vero, Aira juga Aida. Mereka memilih berdamai dengan kata maaf. Tak mudah memang bagi Aida menerima kenyataan. Namun itu membuatnya lebih tenang. Begitupula dengan Aira juga Varo. Tak mudah juga buat mereka memaafkan, namun hal itu membuatnya lebih baik.
Kini mereka berempat tengah berada di sebuah cafe. Varo dan Aira yang kembali menjalin hubungan mereka baik bahkan semakin mesra. Lalu Vero dan Aida? Vero yang awalnya memang berniat membuka hatinya untuk Aida kini memberanikan diri mengungkapkannya. Dan Aida sendiri pun memang merasa lebih nyaman saat bersama Vero. Apalagi Vero lebih seru dibanding Varo yang kerjaannya hanya belajar, belajar dan belajar. Akhirnya Aida pun belajar membuka hatinya untuk Vero.
"Seru ya bareng bareng gini"ucap Aida.
"Iya, dan sekarang kita udah pasang pasangan"balas Aira tersenyum. Varo dan Vero mengangguk membenarkan.
"Gimana kalo Darrel gue suruh kesini"usul Vero.
"Boleh, lo coba suruh Putri juga Ra"ucap Aida.
"Boleh dehh, bentar aku telfon Putri dulu"ucap Aira.
__ADS_1
"Darrel mau nihh"ucap Vero.
"Putri juga"balas Aira setelah melakukan panggilan telfon dengan Putri.
.
Setelah menunggu sekitar 20 menit, yang mereka tunggu tunggu akhirnya tiba. Darrel dan Putri datang bersama. Bahkan ada hal menarik dari kedua remaja ini. Varo, Vero, Aira dan Aida saling pandang saat melihat Darrel dan Putri datang bareng dan mereka saling bergandengan tangan.
"Sorry lama, jemput dia dulu"ucap Darrel yang duduk di samping Vero. Dan putri duduk disamping Aira. Mereka semua saling pandang.
"Kalian_"ucap Aira menggantung.
"Jadi gue sama Putri udah jadian"lanjut Darrel dengan bangga. Bahkan dia juga beranjak dari duduknya dan memeluk Putri yang duduk dari belakang.
Putri yang mendapat perlakuan seperti itu hanya menahan senyum malu. Bahkan pipinya sudah sepeti kepitung rebus.
"Cie, ada yang udah jadian aja nihh"ledek Aira menoel pipi Putri.
__ADS_1
"Apa sih Ra"malu Putri.
"Haha, malu nihh"ledek Aira lagi.
"Sayang jangan gitu"tegur Varo. Aira hanya nyengir saja. Sedangkan Aida hanya tersenyum lucu melihat wajah Putri yang malu itu.
"Udah udah, daripada kita ledekin mereka, mending sekarang kita makan sepuasnya"sela Vero.
"Mumpung gratis, PJ PJ, pajak jadian dari Darrel"lanjut Vero senang.
"Apa apaan tuhh gue yang bayar"ucap Darrel pura pura kesal.
"Ketimbang makan doang juga, nggak bakal abis tuh isi dompet lo"ucap Vero.
"Iya deh iyaa, makan sono sepuas kalian, gue yang bayar"pungkas Darrel.
"Wihh, makan makan"ucap Vero senang dan ikuti tawa oleh semua orang.
__ADS_1
... TAMAT...