Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 27


__ADS_3

Varo berjalan meninggalkan Vero yang masih mengoceh. Tak memperdulikan ocehan kembarannya, Varo terus mencari keberadaan sang pacar. Biasanya sore hari seperti ini Aira menyirami bunga di taman belakang. Namun saat sampai di taman belakang, Varo tak melihat keberadaan Aira disana.


"Tumben mamang yang nyiram"ucap Varo.


"Ehh aden, iya den, tadi neng Aira yang nyiram, tapi katanya mau masuk dulu telfon bik Rumi, kangen katanya"ucap mang Anto. Varo menganggukkan kepalanya. Dia berbalik menuju kamar sang kekasih.


Tok tok tok


"Ai"panggil Varo. Tak butuh waktu lama Aira membukakan pintu. Sejurus kemudian Varo menerobos masuk dan menutup pintu kamar Aira.


"Varo, kenapa pintunya ditutup sihh"kesal Aira.


"Biarin aja"ucap Varo.


"Aku pengen manja manjaan sama kamu"lanjut Varo. Dahi Aira berkerut. Tak biasanya seorang Varo bersikap manja seperti ini. Dia berjalan mendekati Varo yang sudah duduk di tepi ranjang.


"Kenapa?"tanya Aira.


"Kata mang Anto kamu kangen bik Rumi ya?"tanya Varo.


"Ya kangen lahh, siapa sih yang nggak kangen di tinggal ibunya"jawab Aira.


"Uhhh, cup cup, kan ada aku, jangan sedih"ucap Varo membawa Aira kedalam dekapannya. Aira tersenyum dalam dekapan Varo . Berada dalam pelukan Varo membuatnya begitu nyaman. Bahkan tangan Aira juga membalas pelukan Varo dari samping.


"Nanti malam aku nginep di rumah sakit gantiin bunda"ucap Varo tanpa melepas pelukannya.


"Iya, titip salam ya buat tuan besar Bimo, maaf belum bisa jenguk"ucap Aira mendongak keatas menatap wajah Varo. Varo tersenyum dan meunduk menatap wajah ayu Aira.


Cup


Sebuah kecupan mendarat di kening Aira. Tentu saja hal itu membuat wajah Aira memerah menahan malu. Ini memang bukan pertama kalinya Varo menciumnya, namun hal itu terus membuat Aira salah tingkah.


"Cie cie malu"goda Varo.

__ADS_1


"Ishh, apaan sihh"kesal Aira dan memilih menyembunyikan wajahnya di dada Varo.Varo tergelak melihat tingkah Aira yang malu malu. Dia menarik diri dari dekapan Aira. Namun siapa sangka, rambut panjang Aira malah nyangkut di kancing baju yang dikenakan Varo.


"Aww, sakit Varo"ucap Aira.


"Kamu diem dulu, biar aku lepasin"ucap Varo berusaha melepaskan rambut Aira yang tersangkut.


"Awhh, pelan pelan"ucap Aira meringis.


"Iya, ini udah pelan pelan"jawab Varo berusaha.


"Aawhh, masih lama nggak sih, aku udah capek"gerutu Aira.


"Bentar lagi Ai, tahan dulu"ucap Varo. Namun belum sempat Varo melepaskan rambut Aira yang nyangkut, tiba tiba


Ceklek


"Kalian ngapain?"


.


.


.


"Duduk"titah Kevin. Varo dan Aira hanya diam dan mengikuti perintah Kevin tanpa berani bertanya apalagi menjawab. Vero menatap heran pada keduanya.


"Varo"panggil Kevin.


"I_iya yah"jawab Varo gugup.


"Apa yang kalian lakuin tadi?"tanya Kevin tegas. Vero dibuat melongo mendengar petanyaan Kevin. Apa apaan ini? Apakah Varo dan Aira melakukan perbuatan tak senonoh dan ketauan sama ayah? pikir Vero melalang buana kemana mana.


"Kita nggak ngapa ngapain yahh"jawab Varo tak kalah tegas.

__ADS_1


"Nggak ngapa ngapain tapi Aira jongkok di depan kamu, dan kamu duduk di tepi ranjang"ucap Kevin tak habis fikir. Bolamata Vero melotot mendengar itu.


"Wahh, gila lho Var"sela Vero.


"Gue nggak ngapa ngapain, sumpah"ucap Varo.


"Yahh, ayah salah paham, tadi kita nggak ngapa ngapain, Varo cuma lepasin rambut Aira yang kesangkut di kancing baju Varo"lanjut Varo menjelaskan. Kevin memicingkan matanya menatap sang anak berusaha mencari kebohongan. Namun ternyata dari ekpresi wajah Varo tak terlihat ada kebohongan sedikitpun. Sang anak berkata jujur.


Huftt


"Lalu kenapa kamu ada di kamar Aira?"tanya Kevin. Varo diam. Dia tak tau harus menjawab apa. Sebenarnya mudah saja, tinggal jawab mereka berpacaran, selesai masalahnya. Namun karena Aira tak ingin hubungannya diketahui oleh keluarganya, Varo di buat bingung sendiri. Dia melirik Aira yang duduk disampingnya seraya menunduk. Varo tahu betul bahwa saat ini Aira sedang ketakutan.


"Varo Putra Adhitama"panggil Kevin tegas.


"Kita pacara yah"jawa Varo spontan. Aira menatap Varo dengan raut wajah yang sulit diartikan. Antara takut, gelisah semua menjadi satu.


"Benar Aira?"tanya Kevin.


"Maaf tuan"ucap Aira lirih sambil menunduk. Kevin tersenyum mendengar permintaan maaf anak ARTnya itu. Sebenarnya Kevin tidak masalah anaknya itu menjalin hubunga siapa saja. Yang penting mereka tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang siswa.


"Ya sudah, kalian boleh keluar"ucap Kevin.


"Dan kamu Vero, besok malam ikut ayah"lamjut Kevin.


"Kemana yah?"tanya Vero bingung.


"Makan malam dengan rekan bisnis ayah"jawab Kevin.


"Lahh, kenapa Vero doang yah, Varo gimana"ucap Vero tak terima.


"Varo udah ada yang punya"jawab Kevin santai.


"Udah, nggak usah ngeyel, besok jam setengah 7 malam kita berangkat"titah Kevin tak bisa di ganggu gugat. Vero mendesah sebelum akhirnya dia ikut keluar menyusul Varo dan Aira.

__ADS_1


TBC


__ADS_2