Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 42


__ADS_3

Membuat keputusan memang hal yang sulit. Apalagi hal itu menyangkut masalah hati. Bukan hanya satu hati saja yang nantinya terluka. Namun dua hati yang akan terluka, bahkan lebih.


Sama seperti yang Aira rasakan saat ini. Tak ingin menyakiti perasaan saudara kembarnya dia memutuskan hubungannya dengan Varo berharap Aida akan bahagia. Namun ucapan Varo membuatnya harus berfikir ulang karena nantinya bukan kebahagiaan Aida yang dia dapat. Melainkan dirinya yang sakit hati karena memutuskan juga Aida yang sakit hati karena tak mendapatkan. Bahkan Varo yang juga sakit hati karena kehilangan.


Kini Aira sudah duduk berhadapan dengan Varo. Setelah mendengar nasihat Vero tadi Aira kembali berfikir tentang hubungannya. Memang ada benarnya apa yang dikatakan Vero. Meskipun Aira mengorbankan perasaannya demi Aida, belum tentu Aida merasa bahagia.


"Varo"panggil Aira setelah sekian lama diam. Varo tak menjawab. Dia masih mempertahankan wajah dingin dengan sedikit rasa kecewa.


"Maaf buat waktu itu"lirih Aira.


"Nggak ada yang perlu dimaafin"ucap Varo dingin. Aira terdiam, dia tak tau harus bagaimana mengatakannya.


"Gue pergi"ucap Varo sambil berdiri dari duduknya. Namun belum sempat Varo melangkah, Aira ikut berdiri dan menahan tangan Varo.


"Maaf, maafin aku udah egois, maafin aku yang cuma ngertiin posisi Aida tanpa tau perasaan kamu, maaf"ucap Aira dengan air mata yang sudah mengalir.


"Gue nggak butuh kata maaf"ucap Varo tegas. Air mata Aira nenetes semakin deras mendengar ucapan Varo yang begitu menusuk di hatinya.


"Gue cuma butuh lo yang selalu ada di samping gue, cukup gue yang yakinin mereka tentang hubungan kita"lanjut Varo. Varo membalikan tubuhnya. Dia menatap Aira yang berlinang air mata. Tanpa disuruh, Aira langsung menubruk tuhuh tegap Varo. Memeluk erat, sangat erat, seakan takut kehilangan.

__ADS_1


"Maaf, maafin aku"ucap Aira terisak dalam pelukan Varo.


"Aku nggak mau Aida benci sama aku, tapi aku juga nggak mau kamu pergi"lanjut Aira masih salam pelukan Varo. Varo terdiam. Mendengar pengakuan Aira, tangannya terangkat untuk membalas pelukan Aira. Diusapnya punggung Aira dengan lembut, berharap memberikan ketenangan.


"Jangan pergi lagi"ucap Aira seraya melepaskan pelukannya.


"Buat apa gue bertahan disisi lo, sedangkan diri lo sendiri nggak mengharapkan kehadiran gue?"tanya Varo.


"Maaf, waktu Aira udah egois tanpa mikir gimana perasaan Varo"ucap Aira.


"Aira_Aira mau berjuang lagi sama Varo"lanjut Aira lirih.


.


.


.


Awalnya Satya dan Risa melarang Aida untuk kesekolah, namun bukan Aida namanya jika tak mampu mendapaykan ijin. Aida terus memohon pada Satya dan Risa agar bisa kembali sekolah. Akhirnya Satya dan Risa setuju dengan syarat Aida harus satu sekolah dengan Aira. Inget kan kalau Aida pindahan dari Perancis? Awalnya Aida menolak untuk satu sekolah dengan saudara kembarnya. Namun setelah tau Varo dan Vero satu sekolah dengan Aira, akhirnya Aida memutuskan untuk sekolah di SMA Guna Darma.

__ADS_1


"Da, semua udah siap kan?"tanya Risa.


"Udah ma"jawab Aida.


"Inget kata mama, jangan banyak kegiatan dulu, kalau emang capek istirahat, papa udah bilang sama kepala sekolah kalau kamu habis kecelakaan"pesan Risa.


"Iya iya ma, maa tenang aja"ucap Aida.


"Lagian disekolah juga ada Varo, pasti dia jagain Aida"lanjut Aida tersenyum senang. Risa hanya tersenyum tak menanggapi ucapan anaknya itu. Dia tak tau harus menjawab apa. Benar benar pilihan yang sulit bagi Risa sebagai orang tua.


"Kamu istirahat, besok sekolah"ucap Risa.


"Iya ma, besok bangunin pagi ya ma, Varo kau jemput"ucap Aida tersenyum. Lagi dan lagi Risa hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan anaknya itu.


Risa membenarkan selimut untuk Aida saat Aida sudah berbaring.


"Selamat malam sayang"ucap Risa mengecup kening Aida.


"Malam ma"jawab Aida tersenyum. Risa melangkah keluar kamar Aida. Dia menutup pintu pelan sambil tersenyum melihat anaknya memejamkan mata.

__ADS_1


"Maafkan mama nak, mama nggak bisa apa apa untuk masalah hati"ucap Risa dalam hati.


TBC


__ADS_2