Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 46


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit kini si kembar Aira dan Aida sudah sampai di sekolah. Mereka sudah duduk di bangku masing masing yang ada dikelasnya. Aira duduk disamping Putri dan Varo dan Vero yang duduk dibangku belakang mereka. Sementara Aida, dia duduk di bangku belakang Varo dan Vero. Satu bangku dengan Darrel.


Hari ini kegiatan belajar mengajar sudah dimulai. Dan kini semua murid tengah mengikuti pelajaran dengan khidmat. Begitu pula dengan Aira. Dia melupakan masalahnya sejenak demi ilmu yang berguna bagi masa depannya.


.


Tak terasa 2 jam sudah Aira dan siswa lainnya duduk di dalam kelas. Kini sudah waktunya istirahat. Semua siswa berhamburan keluar kelas menuju tempat favorit mereka. Apalagi kalau bukan kantin.


"Aira, kantin yuk"ajak Putri.


"Duluan aja, gue mau bareng Varo"jawab Aira sambil berlalu mendekati Varo. Putri menyerngitkan dahinya heran. Pasalnya sahabatnya itu tak pernah memperlihatkan kemesraannya bersama Varo disekolah. Namun kenapa sekarang dia semakin nempel saja.


Putri hanya menggelengkan kepalanya pelan untuk mengusir pikiran pikiran jeleknya. Dia hendak kekantin sendirian namun dia teringat akan Aida. Saudara kembar Aira.


"Aida, kekantin bareng yuk"ajak Putri.


"Ayo"jawab Aida semangat. Dia melanglahkan kakinya beriringan dengan Putri. Aida juga melirik Aira yang bergelayut manja dengan Varo. Namun naas, saat Aira melirik Varo, Varo juga tampak melihatnya dengan sedikit senyum.


Sungguh, Aida tak mampu menahan gejolak dihatinya. Ingin rasanya dia menarik Varo dari Aira. Namun dia tak mampu melakukan itu. Akhirnya Aida hanya bisa memejamkan mata sejenak agar air matanya tak jatuh. Kini dia melanjutkan langkahnya menyusul Putri tanpa membalas senyum Varo.


.


.

__ADS_1


.


Sesampinya di kantin Putri menawarkan diri untuk memesankan makanan. Sedangkan Aida hanya menunggu di bangku yang sudah mereka pilih. Sepeninggalan Putri, Aida hanya diam menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Dia seolah kehilangan sesuatu dalam dirinya. Sampai tepukan di bahu membuatnya sadar.


"Ngalamunin apa sih di panggil daritadi nggak nyaut"ucap Putri kesal. Pasalnya Putri sudah berkali kali menyapa Aida namun tak mendapatkan balasan.


"Ehh, ma_maaf"ucap Aida terbata.


"Iya gak apa apa, makan dulu baksonya, keburu dingin"ucap Putri. Aida pun menurut. Dia mengambil mangkok bakso miliknya dan mulai memakannya.


"Selain kembar lo juga punya kebiasaan yang sama ya sama Aira"ucap Putri saat melihat Aida memakan baksonya tanpa di tambah apapun.


"Ehh, i_iya"jawab Aida gugup. Aida terlihat canggung kepada Putri yang sedari tadi mengajaknya mengobrol. Namun di sela sela obrolan mereka, datanglah Vero dan Darrel dengan baju yang sudah basah dengan keringat.


"Minta dikit pelit amat"ucap Darrel tanpa rasa bersalah. Putri hanya mencebikan bibirnya melihat Darrel yang duduk disampingnya. Sedangkan Vero, dia duduk disamping Aida.


Vero menatap Aida dengan tatapan tajam. Seperti menelisik sesuatu yang aneh pada Aida.


"L_lo mau makan juga?"tanya Aida gugup dengan tatapan tajam Vero. Vero menghela nafas panjang.


"Ikut gue"ucap Vero dingin sambil menarik tangan Aida. Sedangkan Darrel dan Putri saling pandang melihat hal itu.


.

__ADS_1


.


.


Disisi lain tepatnya di dalam kelas, Aira terus saja menempel pada Varo. Bahkan sedari tadi gadis itu tak melepaskan tangannya dari lengan Varo. Varo sempat risih dengan hal itu. Berkali kali Varo melepaskan tangan Aira dari lengannya. Namun berkali kali pula Aira melakukan hal yang sama.


Varo merasa heran dengan sikap manja Aira ini. Namun dia juga merasa senang karena Aira mau bermanja manja dengannya. Selama beberapa bulan menjalin hubungan, tak pernah sekalipun Aira menggenggam tangan Varo jika bukan Varo yang memulai. Mencium pun kalau bukan Varo yang minta Aira tak pernah berinisiatif duluan. Itupun hanya dipipi saja.


"Varo udahan dong baca bukunya"kesal Aira karena sedari tadi merasa di abaikan. Memang beginilah Varo. Dia tak pernah meninggalkan kelas saat istirahat pertama. Dia memilih menghabiska waktu istirahatnya untuk membaca buku. Dan Aira tak pernah mengeluh akan hal itu, bahkan Aira juga ikut membaca buku walau hanya sebentar.


"Tanggung tinggal beberapa halaman"jawab Varo.


"Kamu juga kenapa nggak ikut baca? biasanya ikutan belajar"lanjut Varo. Aira yang ditanya langsung gelagapan. Dia melirik kanan kiri mencari alasan.


"Em, a_aku laper, makanya nggak belajar"jawab Aira gugup.


"Ya kalau laper kamu kekantin aja"ucap Varo.


"Maunya sama kamu"ucap Aira manja. Bahkan dia juga menyandarkan kepalanya di bahu Varo.


Varo tersenyum gemas melihat tingkah manja kekasihnya itu. Namun sebenarnya didalam lubuk hati Varo, dia merasa ada yang aneh dengan sikap Aira.


TBC

__ADS_1


__ADS_2