
13 tahun menjalani lika liku kehidupan tanpa seorang saudara membuat Aida tumbuh menjadi anak yang manja. Meskipun pada dasarnya Aoda adalah anak yang mandiri, namun karena Aida kecil yang memiliki penyakit selalu mendapatkan perhatian khusus dari orang tuanya. Ditambah lagi mereka yang kehilangan sosok Aira kecil membuat Satya dan Risa semakin mengutamakan Aida.
Malam ini di kediaman Satya sedang melakukan makan malam. Semua keluarga berkumpul di meja makan termasuk Aira. Tak ada yang bicara saat mereka makan. Hingga saat Aida sudah selesai dengan makannya dia membuka suara.
"Pa, sebenarnya tujuan papa sama om Kevin ngajak makan malam waktu itu apa?"tanya Aida. Satya yang sudah selesai dengan makannya pun meneguk air minum dalam gelasnya sebelum menjawab pertanyaan putrinya itu.
"Hanya sekedar mempererat persahabatan, kenapa memang?"tanya Satya.
"Yakin, nggak ada maksud lain?"tanya Aida menyelidik.
"Kalau papa bilang mau menjodohkanmu dengan anaknya om Kevin kamu mau?"tanya Satya balik. Aira melirik Satya sekilas saat mendengar kata menjodohkan.
"Siapa yang mau dijodohkan sama aku pa?"tanya Aida.
"Anak om Kevin kan kembar Da, mereka sama aja dong"jawab Satya.
"Ya bedalah pa, kembar itu orangnya, sifatnya mana bisa kembar juga"ucap Aida.
"Memangnya kamu mau sama siapa?"tanya Satya.
"Aku mau dijodohkan kalau sama Varo pa"jawab Aida tersenyum sinis kearah Aira. Aira melihat Aida yang tersenyum sinis kearahnya memilih melihat kearah lain. Menghela nafas pelan sebelum akhirnya berpamitan.
"Aira pamit ke kamar dulu pa, ma"pamit Aira berlalu meninggalkan meja makan. Melihat itu Aida semakin tersenyum penuh kemenangan.
.
.
__ADS_1
.
Didalam kamarnya Aira termenung memikirkan kata kata Aida. Dia tidak menyangka bahwa kembarannya itu benar benar ingin mengambil Varo darinya. Bahkan Aida memanfaatkan Satya untuk itu. Memang bukan sepenuhnya salah Aida yang meminta bantuan Satya karena Aira sendiri pun tidak mengatakan bahwa Varo adalah kekasihnya. Namun bukan tanpa alasan Aira tak mengatakan hal itu. Jangankan Satya dan Risa, bi Rumi pun sampai sekarang belum tau kalau anak yang sudah dia rawat sedari kecil itu adalah kekasih anak majikannya.
Tok tok tok
"Aira"panggil Risa.
"Masuk aja ma, nggak dikunci"teriak Aira dari dalam. Risa masuk sambil tersenyum mendapati anaknya duduk di tengah ranjang.
"Kenapa ma?"tanya Aira.
"Nggak ada, cuma pengen ngobrol aja sama anak mama"jawab Risa mendudukan dirinya di tepi ranjang Aira. Aira tersenyum dan mengangguk. Aira bergeser mendekati Risa.
"Pengen ngobrol apa sih mama?"tanya Aira.
"Saat kamu jauh dari mama"ucap Risa lirih. Aira meraih tangan Risa dan menggenggamnya erat.
"Nggak ada yang spesial dari kisah masa lalu Aira ma, tapi yang jelas, dari sana Aira belajar arti kesederhanaan juga arti kasih sayang. Meskipun Aira dulu hidup sudah, tapi Aira bahagia ma. Untung Aira ketemu sama ibuk yang jaga Aira dengan penuh kasih sayang, coba kalau orang lain, nggak tau nasib Aira seperti apa"ucap Aira.
"Kita ambil hikmah aja ma, yang penting sekarang kita sama sama lagi"lanjut Aira. Air mata Risa luruh seketika. Dia tak bisa membayang jika Aira di temukan oleh orang jahat. Entah apa yang terjadi dengan anaknya itu.
Tak kuasa melihat Risa menangis, Aira pun membawa Risa kedalam pelukannya. Risa membalas erat pelukan Aira.
"Maafin mama nak, maaf selama ini mama nggak ada di sampingmu di saat susah"ucap Risa disela sela tangisnya. Aira menggeleng.
"Nggak ma, mama nggak salah, semua sudah takdir, Aira ikhlas jalanin semuanya ma"ucap Aira. Risa semakin terisak mendengar penuturan Aira. Dia merasa semakin bersalah dengan Aira.
__ADS_1
"Mama janji sayang, mulai sekarang mama bakal buat kamu bahagia, mama bakal lakuin apa pun asal kamu bahagia nak"ucap Risa seraya melepaskan pelukannya.
"Nggak usah janji ma, karena Aira percaya mama bakal buat aku bahagia"ucap Aira sambil menggenggam tangan Risa.
Risa tersenyum seraya melepaskan genggaman tangannya pada Aira. Dia menghapus sisa sisa air mata yang ada dipipinya.
"Iya nak, dan kita bakal mulai kebahagiaan itu dengan memperkenalkan mu kepada semua orang"ucap Risa.
"Besok kita bakal adain acara dimana papa bakal kenalin kamu sebagai saudara kembar Aida. Aira Arta Hartono"lanjut Risa.
"Aira Arta Hartono"gumam Aira. Bukan Aira tak tau nama itu. Ya, itu adalah nama yang diberikan oleh orang tua kandungnya. Namun saat dirinya hilang dan ditemukan oleh bi Rumi, nama Aira di ganti menjadi Aira Ardan. Ardan adalah nama suami bi Rumi. Aira pun menerima nama itu karena memang dirinya dirawat oleh bi Rumi suaminya.
"Emm, ma"panggil Aira.
"Ya sayang, kenapa?"tanya Risa.
"Kalau Aira nggak mau nama itu, apa kalian bakal marah?"tanya Aira.
"Maksudnya sayang?"tanya Risa.
"Maaf ma, selama ini Aira di besarkan oleh ibuk dan bapak, sejak saat ibuk menemukan ku, ibuk hanya tau nama ku Aira, dan ibuk tidak menganti nama itu, namun ibuk menambahi nama Ardan dibelakang nama Aira"jelas Aira.
"Jadi selama ini Aira Ardan adalah nama ku ma"lanjut Aira. Risa tersenyum dan tanpa ragu dia menggangguk mengiyakan ucapa Aira. Dia tak masalah dengan nama panjang Aira. Risa juga tak ingin Aira melupakan kedua orang tua yang merawatnya dari kecil.
"Boleh sayang, kamu tetap Aira Ardan, Aira Ardan Hartono"ucap Risa.
"Makasih ma"ucap Aira sambil memeluk Risa.
__ADS_1
TBC