
Sesuai dengan apa yang Risa katakan malam itu kini semua karyawan, rekan bisnis juga para kerabat Satya juga Risa sudah berada di sebuah ballroom hotel. Mereka tengah menanti acara dimana akan di perkenalkan anak perempuan Satya dan Risa juga saudara kembar Aida Arta Hartono yang 13 tahun hilang. Bahkan para awak media pun banyak yang menunggu di depan hotel untuk meliput acara itu.
Disaat para tamu tengah berbincang, Satya berjalan menuju podium diiringi oleh dua gadis cantik yang memiliki wajah yang sama. Siapa lagi kalau bukan Aida dan Aira. Para tamu berbisik bisik memuji anak kembar Satya yang ternyata sangat cantik dan begitu mirip. Namun semua tamu terdiam saat Satya mulai berbicara.
"Terima kasih untuk semua yang sudah menyempatkan hadir. Pada acara kali ini saya ingin mengucapkan banyak banyak rasa syukur kepada Tuhan, yang telah memberikan saya kesempatan untuk betemu dengan putri saya tercinta. Setelah 13 tahun lamanya saya dan keluarga mencari cari keberadaannya, selama itu pula kami merasa kehilangan, bahkan kami sempat pasrah jika kami sudah tak beri kesempatan untuk bertemu, namun ternyata Tuhan berkehendak lain, putri kami di rawat oleh seseorang yang baik hati sehingga kami bisa bertemu kembali"ucap Satya penuh haru.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada bu Rumi yang selama ini telah merawat anak kami, entah apa yang terjadi jika bukan ibu yang menemukan anak kami. Sekali lagi terima kasih sudah merawatnya, hingga kini ia telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat baik dan berhati mulia"lanjut Satya. Satya menoleh kearah Aira dan tersenyum sembari mengulurkan tangannya. Aira yang berdiri di belakang Satya pun menerima uluran tangan itu. Sedangkan Risa, dia sudah menangis sedari tadi di tempat yang tak jauh dari sana. Risa tak ikut naik ke podium karena tak lagi mampu menahan air matanya. Jadilah dia hanya berada di dekat podium dengan di temani Keira dan bi Rumi.
Bi Rumi juga tak kalah haru. Dia juga sudah menangis tersedu sedu melihat anak yang 13 tahun ini dia rawat kembali bersama keluarga kandungnya. Ada rasa tak rela memang dihatinya, namun apalah daya. Bi Rumi tak hisa berbuat apa apa. Dia tak mungkin merebut anak yang jelas jelas bukan darah dagingnya.
"Perkenalkan Aira Ardan Hartono, anak kami yang hilang 13 tahun lalu yang tak lain adalah saudara kembar Aida Arta Hartono"ucap Satya dengan bangga. Aira tersenyum dengan menahan tangis. Dia juga tak menyangka 13 tahun jauh dari keluarga kandungnya dan ternyata masih bisa kembali bersama. Padahal Aira sempat pasrah juga jika tak kembali bertemu.
Satya memeluk Aira erat, dan hal itu disambut tepuk tangan oleh semua tamu yang hadir. Tak sedikit pula dari mereka yang menangis haru menyaksikan pelukan anak dan ayah yang telah lama terpisah itu. Dan diantara banyaknya tamu yang hadir, Varo, dia menatap Aira dengan senyum yang manis.
"Bahagialah dengan keluarga baru mu sayang"batin Varo. Varo benar benar bahagia kala Aira bertemu dengan keluarga kandungnya. Walaupun apapun keadaan Aira dia tetap menerimanya, namun melihat sang kekasih bahagia, dia juga ikut bahagia.
__ADS_1
.
.
.
Acara sudah selesai beberapa jam yang lalu. Kini di ballroom itu hanya tinggal 2 keluarga saja. Siapa kalau bukan keluarga Satya dan Kevin. Sepertinya mereka sedang membicarakan hal serius, bisa dilihat dari tampang Kevin dan Satya yang terlihat begitu tegang.
Selain itu Varo dan Aira tak kalah tegangnya. Berulang kali Varo menggela nafas pelan untuk menetralkam emosinya. Untung saja tangan Aira setia menggenggam tangan Varo di bawah meja, jika tidak sudah dipastikan amarah Varo sudah meledak dari tadi.
"Maaf Sat, untuk hal itu aku nggak bisa"ucap Kevin lagi.
"Apa Varo sudah memiliki kekasih? ahh ayolah Kev, mereka masih dalam tahap saling mengenal dulu"lanjut Satya. Kevin melirik anaknya yang sedari tadi menahan amarah.
"Sebenarnya Va_"
__ADS_1
"Maaf om"sela Varo. Kevin menoleh kearah anaknya itu. Dan Varo pun membalas tatapan sang ayah. Varo mengangguk pelan menyakinkan sang ayah bahwa dia mampu.
"Ya Varo? apakah kamu mau lebih dekat dengan Aida, anak om?"tanya Satya.
"Sebelumnya saya minta maaf om, bukan saya tidak ingin lebih mengenal Aida, tapi memang saya harus menjaga hati seseorang om"ucap Vaeo melirik Aira yang menunduk. Tentu saja hal itu membuat Aida kesal. Apa bedanya dirinya dan Aira, mereka kembar, apa susahnya Varo mengiyakan permintaan itu, pikir Aida.
"Jadi kamu sudah punya kekasih?"tanya Satya.
"Sudah om, dan kekasih saya juga ada disini"jawab Varo tegas. Aira mengangkat kepalanya menatap Varo. Dia menggeleng kecil pada Varo berharap Varo tak mengakatan hal itu pada orang tuanya.
Sedangkan Satya dan Risa, mereka mengerutkan keningnya heran. Kalau pacar Varo ada disini siapa dia? disini hanya ada 2 gadis, Aida dan Aira.
"Siapa?"tanya Satya.
"Dia_"ucap Varo menggantung. Dia menatap Aira yang menatapnya penuh permohonan. Dia juga melihat Aira yang menggeleng pelan. Namun tekad Varo sudah bulat, dia harus mengatakannya. Varo menggenggam tangan Aira erat seakan mengisyaratkan bahwa semua akan baik baik saja.
__ADS_1
"Dia Aira, anak om"ucap Varo lantang.
TBC