Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 43


__ADS_3

Pagi sudah menyapa. Matahari pun sudah menampakan sinarnya. Namun sinarnya tak membuat tidur Aida terganggu. Dia malah masih asik bergelut dengan selimut dan mimpinya.


Berbeda dengan Aida, sang saudara kembar, Aira, dia sudah sibuk di dapur membantu ART memasak sarapan. Sebenarnya sang ART sudah melarang, namun Aira yang terbiasa bangun pagi dan membantu ibunya mengerjakan perkerjaan rumah tangga, membuat Aira terbiasa.


"Aira"panggilnya. Aira yang merasa dipanggil pun menoleh.


"Pagi ma"sapa Aira.


"Pagi sayang"ucap Risa.


"Kamu kenapa disini? mandi aja, udah siang, nanti telat kesekolah"lanjut Risa.


"Iya ma"jawab Aira.


"Sekalian kamu bangunin Aida ya Ra"perintah Risa. Aira mengiyakan perintah mamanya itu.


Aira meninggalkan dapur dan segera masuk kekamar Aida. Karena pintu kamar Aida yang tidak dikunci, jadi Aira lebih mudah untuk masuk dan membangunkan saudara kembarnya itu.


Awalnya Aira ragu, takut jika Aida akan marah padanya. Namun karena tak ingin membuat Risa khawatir dengan kedekatan anak anaknya, Aira memberanikan diri masuk ke kamar Aida.


"Aida, bangun udah siang"ucap Aira sambil mengusap lengan Aida. Aida yang merasa tidurnya terganggu pun mengerjapkan matanya.


"Bangun, udah siang"ucap Aira lagi saat Aida membuka matanya.


"Hemm"jawab Aida dengan gumaman.


"Keluar sana, gue udah bangun"ucap Aida ketus. Aira pun memutuskan keluar dari kamar Aida. Dia masuk kedalam kamarnya sendiri dan segera mandi tanpa menghiraukan ucapan Aida yang menyesakan.

__ADS_1


.


Berbeda di kediaman Satya, beda pula di kediaman Kevin. Kini mereka sekeluarga tengah melakukan sarapan bersama. Begitulah kebiasaan di keluarga Kevin. Mereka selalu menyepatkan diri untuk sarapan dan makan malam bersama.


"Var, lo jadi bawa motor gue?"tanya Vero.


"Jadi"jawab Varo singkat. Vero hanya manggut manggut saja.


"Tumben Varo bawa motor?"tanya Keira.


"Lagi pengen bund"jawab Varo.


"Kenapa bawa motor Vero? motor kamu kenapa Var?"tanya Kevin.


"Nggak apa apa yah, pengen aja pakai motor Vero"jawab Varo seadanya. Semalam memang Varo sudah bicara dengan Vero kalau pagi ini akan kesekolah dengan menggunakan motor milik saudara kembarnya itu. Dan Vero pun tak masalah dengan hal itu.


"Ayah udah selesai, ayah berangkat dulu"pamit Kevin sambil mengulurkan tangannya pada Keira lalu bergantian dengan Varo dan Vero.


"Hati hati yah"ucap Keira. Kevin menganggukkan kepalanya dan segera berlalu.


"Kita juga udah bund, berangkat dulu ya"ucap Vero sambil mencium tangan Keira di ikuti oleh Varo.


"Iya, kalian juga hati hati"ucap Keira.


"Iya bund"jawab Varo dan Vero. Keira tersenyum melihat kedua anaknya yang sudah remaja itu. Dia juga bahagia melihat kedua anaknya sangat akur dan saling membantu.


.

__ADS_1


.


.


Kembali ke kediaman Satya, kini mereka sekeluarga masih duduk dimeja makan menyantap sarapan mereka masing masing. Satya dan Risa begitu bahagia bisa merasakan makan bersama dengan keluarga yang kini utuh kembali. Rasanya masih tak percaya bahwa Aira akan kembali bersama mereka.


"Aira keatas dulu ambil tas"pamit Aira.


"Iya sayang"ucap Satya dan Risa. Aida yang melihat Aira meninggalkan meja makan tersenyum sinis. Dia segera mengakhiri sarapannya dan berpamitan pada kedua orang tuanya.


"Kalian di antar supir Da"perintah Satya.


"Iya Pa, aku tunggu Aira didepan"ucap Aida dengan senyum manis. Aida sengaja menunggu Aira teras rumah karena dia semalam mendengar obrolan Aira sengan Varo ditelfon. Dia mendengar kalau Varo akan menjemput Aira pagi ini. Jadi Aida dengan sengaja menunggu di teras rumah.


Sampai di teras rumah tak selang lama sebuah motor sport masuk kepekarangan rumahnya. Aida yang melihat itu sangat senang. Dia sudah tau kalau itu adalah Varo.


Varo berhenti tepat didepan Aida. Langsung saja Aida mengjampiri Varo dan ingin segera naik keatas motor.


"Sorry, gue kesini jemput Aira bukan jemput lo"ucap Varo dingin.


"Ayo Ai"ucap Varo karena Aira sudah berdiri di belakang Aida sejak Aida mendekati Varo tadi. Aida menoleh kebelakang. Dan ternyata Aira sudah berdiri di belakangnya. Dengan terang terangan Aida menatap Aida dengan tatapan tak suka.


"Aku duluan Da"ucap Aira saat berada di samping Aida. Aida tak membalas ucapan Aira. Dia malah mengepalkan tangannya dan menatap Aira tajam. Aira tak menghiraukan tatapan Aida. Dia terus berjalan mendekati Varo, menerima helm peberian Varo dan segera naik ke motor.


"Udah siap?"tanya Varo.


"Udah"jawab Aira. Varo mengangguk dan segera melajukan motornya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Aida.

__ADS_1


TBC


__ADS_2