Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 47


__ADS_3

Malam ini tak ada sinar terang sang rembulan. Kemerlip bintang pun tak satupun nampak di langit malam. Hanya ada langit hitam dengan titik titik air hujan yang turun membasahi bumi. Sepertinya semesta memang tau isi hati Aira.


Aira. Gadis cantik nan baik hati itu tengah berdiri di balkon kamarnya dengan ponsel yang ada di genggamannya. Ahh, mungkin tiap malam berdiri di balkon adalah kebiasaan Aira yang baru setelah kembali bersama keluarga aslinya.


Aira kembali menatap ponselnya. Baru saja dia melakukan panggilan telfon dengan sang kekasih. Varo. Harusnya senang bukan saat kita baru saja di telfon oleh kekasih kita? Ya senang memang. Namun tidak dengan Aira. Gadis cantik itu tengah melawan rasa sakit yang ada di hati. Ditambah lagi obrolannya dengan Vero disekolah tadi. Ahh, mengingat nama Vero, Aira kembali di buat galau.


Flashback on


Vero menarik tangan Aida keluar dari kantin. Aida yang di tarik tak melawan. Dia hanya pasrah saja akan dibawa kemana oleh Vero. Sampai di taman samping sekolah barulah Vero melepaskan cekalan tangannya. Pria itu membalikan badan menghadap Aida. Bahkan Vero menelisik penampilan Aida dari atas sampai bawah. Sementara yang di tatap hanya dia menunduk.


"Aira"ucap Vero lantang.


Deg


Aida yang sedari tadi menunduk langsung mendongak menatap Vero. Bagaimana bisa Vero tau bahwa dirinya adalah Aira? tanyanya dalam hati.


"Ternyata bener dugaan gue kalo lo itu Aira"ucap Vero lagi. Ya. Memang sejak kembali bersekolah setelah sekian lama libur, Aida meminta Aira untuk bertukar tubuh sementara. Ah elah bertukar tubuh? bertukar nama yang benar. Aida meminta Aira untuk menjadi dirinya agar Aida menjadi Aira. Apalagi tujuannya kalau bukan demi Varo.

__ADS_1


"Ka_kamu tau?"tanya Aira gugup.


"Drama apa lagi yang lo buat Ra?"tanya Vero balik. Aira hanya menunduk tak berani menjawab. Dia tak tau harus menjawab apalagi.


"Lo tau betul gimana Varo, harusnya lo nggak lakuin hal gila kayak gini"omel Vero.


"A_aku nggak tau harus gimana, aku_aku nggak bisa nolak permintaannya"ucap Aira lirih.


"Itu kelemahan lo, demi kebahagiaan saudara lo, lo rela korbanin perasaan lo"ucap Vero.


"Sama kayak kamu, rela korbanin perasaan sendiri demi saudara lo"balas Aira.


"Lo nggak mikir apa yang Varo rasain setelah tau semua kebohongan ini"lanjut Vero dengan nada sedikit lembut. Aira tertegun. Dia memang tak memikirkan sampai kesana. Apakah hanya Varo saja marah, atau bahkan keluarganya pun akan marah.


*Flashback off*


.

__ADS_1


.


.


Pagi hari Aira dan Aida akan kembali bertukar posisi seperti hari hari sebelumnya. Aira akan memakai seragam pres body dengan sepatu dan tas bermerk. Sedangkan Aida akan mengenakan seragam kegedean serta sepatu dan tas lusuh milik Aira. Aida melakukan itu dengan terpaksa. Namun demi pujaan hatinya dia rela melakukan apapun. Berbeda dengan Aira, dia melakukan itu semua dengan terpaksa. Tapi dirinya tak bisa melawan keinginan saudara kembarnya itu.


Sampai di sekolah Aida yang menyamar menjadi Aira langsung saja menghampiri Varo yang duduk di bangkunya dengan buku bacaannya. Sebenarnya Aida bosan dengan apa yang dia jalani dengan Varo. Varo hanya sibuk dengan bukunya dan jarang perhatian pada dirinya. Namun demi tercapainya sebuah tujuan, Aida rela melakukannya.


"Pagi Varo sayang"sapa Aida genit. Varo menoleh dengan dahi berkerut. Sejak kapan Aira berani memanggilnya sayang? apalagi di depan banyak orang seperti ini, pikir Varo.


"Pagi"balas Varo tersenyum lalu kembali fojus pada buku yang ia baca. Aida memberengut kesal melihat itu. Dengan sengaja dia merebut buku dari tangan Varo. Tentu saja hal itu membuat Varo kaget.


"Kamu kenapa sih Ai?"tanya Varo heran.


"Ya habisnya kamu sibuk sama buku terus, kan aku kesel"ucap Aida kesal. Varo menghembuskan nafas pelan. Dia menarik tangan Aida keluar kelas. Aida merasa senang saat Varo mengajaknya keluar kelas. Apalagi saat mereka sampai di taman samping sekolah.


"Kamu kenapa?"tanya Varo. Dia bertanya demikian karena merasa heran dengan sikap Aira yang akhir akhir ini sedikit manja.

__ADS_1


"Aku tu pengen pacaran kayak anak anak yang lain, dimanja, jalan bareng, shoping, nonton"ucap Aida sambil menyenderkan kepalanya di dada bidang Varo. Varo kaget bukan main. Pasalnya Aira tak pernah sekalipun memeluknya duluan. Apalagi bermanja manja seperti ini.


TBC


__ADS_2