Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 40


__ADS_3

"Dia Aira, anak om"ucap Varo lantang. Seketika suasana menjadi hening. Kevin dan Keira yang tak memiliki kuasa dengan urusan hati anak anaknya sedangkan Satya dan Risa hanya diam dengan pikiran masing masing.


He'em


Varo berdehem untuk mencairkan suasana.


"Sekali lagi saya minta maaf om"ucap Varo.


"Hahh, iya Varo, om hanya minta kamu jaga Aira baik baik"ucap Satya.

__ADS_1


"Pasti om, saya akan menjaga Aira"jawab Varo tegas.


Disisi lain Aida benar benar kesal karena Varo mengakui Aira adalah kekasihnya didepan keluarganya. Dan hal itu membuat Aida tak bisa membujuk Satya lagi. Mana mungkin Satya akan mengabulkan permintaannya jika kekasih Varo adalah Aira, saudara kembarnya sendiri. Apalagi Aida mendengar sendiri ucapan Satya saat mendengar Airalah kekasih Varo, Aida benar benar tak tau harus bagaimana lagi. Dengan wajah penuh kekecewaan dan kekesalan, Aida pergi meninggalkan semua orang.


Satya dan Risa beberapa kali memanggil Aida namun tak idahka olehnya. Aira pun sempat berdiri ingin mengejar Aida. Namun belum sempat Aira melangkah, tangannya sudah di cekal oleh Varo.


"Biarkan dia sendiri dulu, dia hanya butuh waktu untuk menenangkan diri"ucap Varo. Akhirnya Aira kembali duduk meskipun pikirannya melayang memikirkan Aida.


.

__ADS_1


Disisi lain Aida mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa tujuan. Dia melampiaskan kekesalannya didalam mobil. Sesekali dia memukul stir mobil itu. Dia merasa selalu kalah dari Aira. Dulu Aida lecil yang sakit sakitan, Aida kecil yang tak bisa melakukan apa apa, bahkan untuk sekedar bermain seperti anak anak usianya saja dia tak mampu. Aida kecil yang selalu duduk di dalam rumah tanpa tau keadaan luar. Dan sekarang disaat dirinya sudah sehat, dirinya harus di hadapkan dengan kenyataan pahit lagi. Aida yang menyukai laki laki yang tak lain adalah kekasih saudara kembarnya sendiri. Andaikan aku datang lebih dulu, pasti sekarang aku yang ada di sampingnya, pikir Aida.


Aida terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Untung saja jalanan tak begitu padat, jadi Aida bisa sedikit leluasa.


"Ahhh, kenapa harus lo yang jadi pacar Varo? kenapa nggak orang lain aja"maki Aida. Dia benar benar tak tau apa yang ia lakukan. Disini dia suka pada Varo dan ingin memilikinya, namun disisi lain sebenarnya dia juga tak ingin menyakiti hati saudara kembarnya itu. Jika saat ini kekasih Varo bukanlah Aira, lebih mudah baginya merebut Varo tanpa harus menyakiti perasaan saudara kembarnya, pikir Aida.


"Ahhh, kenapa lo selalu lebih beruntung dari gue? lo yang sehat sedangkan gue sakit sakitan, dan sekarang lo bisa dapetin cowok yang gue suka. Kenapa ? KENAPA?"teriak Aida di dalam mobil.


Dia melajukan mobilnya menerobos lampu merah. Namun siapa sangka, dari arah berlawanan sebuah truk kontainer melaju dengan kecepatan tinggi, Aida yang kaget dan panik pun langsung membanting stir kekiri, namun kemalangan masih berpihak padanya. Sebuah truk bermuatan melaju kencang dari arah kiri dan

__ADS_1


Brukk


TBC


__ADS_2