Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 31


__ADS_3

"Lo Aira kan?"


Deg


Sontak semua mata tertuju pada seorang gadis cantik dengan dress biru luat itu. Varo dengan terang terangan menatap gadis itu bingung. Sedangkan yang di tatap merasakan jantungnua berdetak lebih cepat. Begitu pula dengan Satya dan Risa.


Aira, gadis yang mereka cari selama ini. Mengapa keluarga Kevin bisa memanggil anaknya dengan sebutan Aira? pikir Satya.


"Maaf, ini anak saya, Aida"ucap Satya. Dahi Varo dan Vero berkerut mendengar jawaban Satya.


"Yah, ini maksudnya apa sih yah?"tanya Varo. Kevin tersenyum simpul mendengar pertanyaan anaknya itu.


"Kamu tunggu sebentar ya, ayah panggilkan seseorang dulu"ucap Kevin seraya merogoh ponselnya. Kevin terlihat menghubungi seseorang. Setelah beberapa saat Kevin mengakhiri panggilannya dengan terus tersenyum.


"Kev, kenapa anak anak mu memanggil Aida dengan sebutan Aira? apa yang sebenarnya terjadi Kev?"tanya Satya penasaran.


"Kamu akan tau jawabannya sebentar lagi"jawab Kevin tenang. Tak selang lama seseorang mengetuk pintu ruangan VVIP tersebut. Setelah di persilahkan masuk oleh Kevin, masuklah seorang pria paruh baya dengan seorang gadis. Tentu saja semua mata tertuju pada gadis yang baru saja masuk itu.


"Aira"

__ADS_1


.


.


.


Aira sedikit bingung dan gugup saat Kevin megajaknya ikut makan malam bersama. Namun karena Kevin bilang akan ada yang ia sampaikan, Aira hanya nurut saja. Didalam mobil Aira lebih banyak diam. Dia hanya berbicara saat Keira mengajaknya bicara saja. Selebihnya dia hanya diam.


Beberapa menit terlewati, kini Aira sudah sampai di restoran mewah dikota itu. Aira segera turun dari mobil mengikuti majikannya itu. Namun saat mereka sudah sampai di depan ruang VVIP, Kevin meminta Aira untuk ikut dengan seseoang terlebih dahulu di ruang sebelah. Tentu saja hal itu membuat Aira takut. Dia takut jika majikannya itu akan menjual dirinya dengan pria hidung belang atau apapun itu.


Namun Kevin meyakinkan Aira jika ini hanya beberapa saat saja. Nanti saat rekan bisnisnya sudah tiba, Kevin akan menghubunginya. Akhirnya Aira hanya bisa pasrah. Dia berjalan mengikuti orang suruhan Kevin dengan rasa takut.


Tak selang lama ponsel pria itu berbunyi. Hal itu sukses membuat Aira menoleh pada si pemilik ponsel. Aira memperhatikan pria yang sedang berbicara dengan orang di seberang ponsel itu.


"Mari nona, tuan Kevin sudah menghubungi"ucapnya seraya membukakan pintu. Aira benar benar bernafas lega saat itu. Dengan segera dia berjalan mengikuti pria itu menuju ruangan yang sama dengan Kevin.


Tok tok tok


Pria itu mengetuk pintu ruangan, dan setelah dipersilahkan barulah ia membuka pintu dan mempersilahkan Aira masuk. Aira menyapu seluruh ruangan itu. Dilihatnya tuan dan nyonyanya duduk berdampingan. Tak lupa Varo dan Vero juga ada di tengah tengah mereka.

__ADS_1


Kini tatapan Aira jatuh pada sosok yang telah lama tak ia jumpai. Sepasang pasutri yang tak lagi muda itu juga menatap dirinya. Mata Aira memerah menahan tangis melihat kedua orang itu. Dan kini tatapan Aira jatuh pada seorang gadis yang memiliki tampang persis seperti dirinya. Gadis cantik yang anggun hampir seperti dirinya. Hanya saja kulitnya lebih putih dan bersih. Aira tak bisa lagi menahan tangisnya, kini air matanya sudah mengalir dipipinya. Begitu pula dengan ketiga orang tersebut.


.


.


.


"Yah, sejak kapan ayah tau hal itu?"tanya Varo.


"Baru tadi siang, saat om Satya mengajak ayah bertemu"jawab Kevin.


"Tadi siang om Satya menemui ayah untuk meminta bantuan, dia menceritakan semuanya pada ayah, dan situlah ayah tau kalau Aira adalah anak om Satya yang hilang 13 tahun lalu, kembaran Aida"lanjut Kevin. Ya, Aira sebenarnya adalah anak dari pasangan Satya dan Risa yang hilang 13 tahun lalu. Saat itu usia Aira belum genap 3 tahun. Dia kehilangan jejak orang tuanya saat dibandara. Aira kecil menangis di pinggir jalan karena tak kunjung menemukan orang tuanya. Dan saat itu bi Rumi yang lewat melihat anak kecil menangis di pinggir jalan pun menyempatkan menyapa. Namun saat ditanya anak kecil itu tak tau kemana kedua orang tuanya. Akhirnya bi Rumi membawa Aira kecil kerumahnya untuk dia rawat karena memang bi Rumi tidak memiliki anak. Dan sejak saat itulah bi Rumi menganggap Aira sebagai anaknya.


"Jadi, Aira anaknya om Satya?"tanya Varo. Kevin mengangguk membenarkan.


"Jadi selama ini aku selalu bersama dengan teman masa kecil ku"gumam Varo lirih. Varo tak menyangka bahwa Aira yang selama ini menemaninya adalah teman masa kecilnya. Pantas saja aku merasa tak asing dengan senyumannya, pikir Varo.


Varo dan Vero kecil memang sering bertemu Aira dan Aida kecil. Orang tua mereka yang berteman juga jarak rumah yang dekat membuat mereka sering bermain bersama. Namun semua itu berubah saat kabar Aira hilang dan Aida yang pindah keliar negri. Varo dan Vero kecil tak pernah bertemu lagi dengan teman kecil mereka.

__ADS_1


TBC


__ADS_2