Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 45


__ADS_3

Cinta adalah satu kata yang menggambarkan perasaan antara dua insan berlawan jenis. Dengan syarat keduanya saling memiliki rasa yang sama tentunya. Cinta akan lebih indah ketika keduanya sama sama mencintai dan menyayangi. Namun tak sedikit pula cinta yang hanya salah satu dari mereka saja yang merasakan. Dan disaat seperti itu, terkadang rasa suka itu malah menjadi rasa obsesi ingin memiliki.


Seseorang yang terobsesi dengan lawan jenisnya akan melakukan berbagai cara agar dirinya bisa memiliki orang tersebut. Bahkan cara kotor pun akan mereka lakukan hanya demi cinta. Apa itu yang dinamakan cinta buta? rela melakukan apapun demi orang mereka cintai.


Aira tergugu di balkon kamarnya. Dia berdiri berpegangan pagar dengan tatapan kosong. Bahkan tanpa terasa air matanya mengalir begitu saja. Sebenarnya Aira tak mau menangis, namun air matanya jatuh begitu saja tanpa disuruh. Apa yang Aira pikirkan? tentu saja Varo.


"Ibu, Aira harus gimana bu? Aira nggak mau pisah sama Varo, tapi Aira juga nggak mau hubungan Aira dan Aida hancur bu"ucap Aira seolah mengadu kepada ibunya. Hanya bi Rumi yang saat ini ada dipikiran Aira. Sebenarnya bisa saja dia mengadu pada Risa, ibu kandungnya. Namun ia sadar diri, hal itu tak akan mampu dijawab oleh Risa. Mengingat Aida adalah saudara kembarnya.


Aira menghela nafasnya berat serta mengusap kasar bekas air mata yang ada dipipinya sebelum akhirnya dia masuk kekamarnya untuk mengistirahatkan badannya. Seharian menjadi orang lain membuat Aira lelah. Bukan hanya badan saja yang lelah, hati Aira pun lelah juga.


.


.


.


Pagi menyambut semua orang melakukan aktifitas mereka seperti biasanya. Seorang ibu yang sibuk didapur, ayah yang bergegas menyiapkan keperluan kerja, serta anak anak yang bersiap untuk kesekolah. Seperti itulah rutinitas sebuah keluarga pada umumnya.

__ADS_1


Seperti halnya kegiatan di kediaman Satya. Risa sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk suami serta anaknya dengan dibantu sang ART. Biasanya akan ada Aira yang membantu, namun entah karena apa pagi ini Aira bangun agak siang. Namun Risa tak mempermasalahkan hal itu.


Selesai dengan urusan dapur, Risa bergegas kelantai dua untuk memanggil suami dan anak anaknya sarapan. Sesuai urutan kamar, Risa masuk ke kamarnya terlebih dahulu memanggil suaminya. Baru kekamar Aida lalu kamar Aira. Namun saat Risa masuk kekamar Aida, dia di kagetkan dengan penampilan Aida yang berbeda dengan biasanya.


Aida yang biasanya mengenakan seragam pres body serta tas juga sepatu dengan brand ternama. Kini Aida mengenakan seragam lebih longgar dengan tas dan sepatu tanpa brand ternama. Dan jangan lupakan, Aida sama sekali tak memoleskan make up pada wajahnya.


"Aida"panggil Risa.


"Pagi ma"sapa Aida tersenyum. Risa memicingkan matanya. Memindai penampilan Aida dari atas sampai bawah. Seolah tau apa maksud tatapan sang mama, Aida tersenyun pada Risa.


"Emm,, gitu ya"ucap Risa manggut manggut percaya.


"Ya udah ayo turun sarapan, mama panggil Aira dulu"lanjut Risa seraya keluar meninggalkan Aida. Aida pun hanya mengangguk dan segera keluar menuju meja makan.


.


Kini meja makan sudah dengan formasi lengkap. Risa menatap kedua anak kembarnya itu. Dia melihat Aira dan Aida yang sama sama memakai seragam kelonggaran serta tas dan sepatu tanpa merk. Kini Risa percaya dengan apa yang dikatakan Aida dikamar tadi.

__ADS_1


"Pa, aku bawa mobil sendiri ya, sekalian sama Aira kok"ucap Aida disela sela makannya.


"Kamu baru sembuh Da, pakai supir dulu"ucap Satya.


"Aku udah sehat pa, udah kuat juga kalau cuma nyetir, lagian juga ada Aira"ucap Aida tak ingin kalah.


"Huhh, baiklah, tapi kalau kamu kenapa kenapa, nggak ada lagi nyetir sendiri"ucap Satya.


"Siap papa"jawab Aida tersenyum. Aira hanya diam saja tak menimpali percakapan saudara dan papanya itu.


Selesai dengan sarapannya, Satya segera berangkat kekantor. Begitu pula dengan Aira dan Aida. Mereka segera berangkat kesekolah. Sesuai ucapan Satya dimeja makan tadi, kini Aida dan Aira sudah didalam mobil. Aida melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Namun ditengah jalan Aida menghentikan lajukan mobilnya.


"Nih, lo ganti dulu seragam lo"ucap Aida seraya menyerahkan paper bag pada Aira. Aira hanya menurut saja. Dia segera mengganti seragam dan sepatu serta tasnya dengan yang diberikan Aida barusan.


"Inget, tutup mulut lo, jangan sampai ada yang tau"ancam Aida. Lagi dan lagi Aira hanya bisa mengangguk pasrah. Sementara Aida dia tersenyum sinis menatap Aira dan segera melajukan mobilnya kembali.


TBC

__ADS_1


__ADS_2