
Selesai berkemas dan sarapan, Varo dan yang lainnya berpamitan pada mang Udin untuk kembali Jakarta. Kini mereka sudah diperjalanan pulang. Karena mereka berangkat agak siang, jadi jalanan sudah sedikit ramai. Ditambah sekarang adalah liburan sekolah, jadi jalanan sangat padat.
Lain halnya dengan Varo dan kawan kawan yang terjebak macet di jalan, lain pula denga Aida. Meskipun dia tidak terkena macet, dia juga sama sama gelisah. Berulang kali dia menelfon orang tuanya kapan mereka datang. Namun jawabannya selalu saja sama, masih di jalan. Aira benar benar dibuat pusing. Aida sedari tadi mondar mandir didepan villa menunggu kedatangan orang tuanya.
"Duhh, mama sama papa lama banget sihh"gerutu Aida. Aida melirik kursi yang ada di teras. Dia memutuskan menunggu sambil duduk daripada mondar mandir tak jelas. Sambil mengusir kegalauan, dia juga memainkan ponselnya. Namun itu tak bertahan lama. Belum sampai 10 menit Aida duduk, dia sudah berdiri dan mondar mandir seperti setrikaan.
"Astaga, gue bener bener udah nggak bisa diem"kesal Aida.
"Apa gue cari sendiri aja ya"gumam Aida. Mata Aida berbinar saat mendapatkan ide tersebut. Dengan bermodalkan foto dia berjalan keluar villa untuk mencari saudaranya.
.
.
.
Diperjalanan menuju villa yang di tempati Aida, Satya dan Risa terjebak macet. Padahal mereka sudah tidak sabar ingin segera sampai. Berulang kali Satya menggerutu bahkan memarahi sang sopir karena tak kunjung sampai.
"Tenang pa, jalanan memang macet, sebentar lagi kita sampai"ucap Risa menenangkan.
"Tenang gimana ma, anak kita ma"kesal Satya.
"Iya, mama tau, tapi papa harus tenang, sabar pa"ucap Risa lagi. Akhirnya Satya mengngguk. Beberapa kali Satya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan berharap dirinya bisa tenang.
__ADS_1
Setelah cukup tenang Satya meraih ponselnya untuk menanyakan anak buahnya apakah sudah sampai dan ternyata jawabannya sama, terjebak macet. Satya menghembuskan nafasnya kasar dan memilih mengalihkan pandangannya keluar jendela.
Disana dapat dia lihat jalanan yang begitu padat. Pikirannya yang kacau membuatnya tidak bisa berfikir dengan jernih. Satya memejamkan matanya memanjatkan do'a.
"Ya Tuhan, pertemukan kembali aku dengan anak ku"do'a Satya dalam diam. Satya kembali membuka matanya melihat jalanan. Di tengah tengah kemacetan, Satya melihat seorang gadis sedang tertawa lepas didalam mobil yang berlawanan arah dengannya. Satya memicingkan matanya mempertajam pebglihatannya.
Dapat dia lihat seorang gadis tengah tertawa lepas dengan seorang pria.
"Dia"batin Satya. Satya benar benar memperhatikan mobil tersebut. Sampai dimana mobilnya berjalan perlahan dari kemacetan membuatnya kehilangan mobil yang dia lihat. Apalagi mobil tersebut berlawanan arah dengannya.
"Pa, papa liatin apa sih?"tanya Risa.
"Ahh, nggak ma, sepertinya papa melihat seseorang yang papa kenal"jawab Satya.
"Ya, mungkin ma"jawab Satya. Satya kembali menoleh kebelakang berharap bisa melihat mobil itu kembali. Namun hasilnya nihil, mobil itu sudah tak terjangkau oleh penglihatannya. Akhirnya Satya kembali fokus pada perjalanannya.
.
.
.
Di sebuah mobil yang berbeda tepatnya mobil yang di tumpangi Varo dan kawan kawannya. Mereka tengah tertawa bahagia melihat Darrel yang wajahnya dipenuhi coretan lipstik. Mereka memainkan game untuk seru seruan di tengah kemacetan. Dan yang kalah harus di hukum dengan lipstik.
__ADS_1
"Haha,, udah udah, gue nyerah, gue udah nggak sanggup ketawa lagi"ucap Putri berusaha menghentikan tawanya. Sedangkan Darrel, pria tampan itu tengah mengerucutkan bibirnya karena merasa di kerjai oleh teman temannya. Darrel yang kalah mendapatkan coretan coretan lipstik dari teman temannya diwajahnya. Ada yang di pipi, jidat, hidung, bahkan bibirnya pun tak lepas dari coretan lipstik. Dan hal itu membuat semua temannya tertawa puas.
"Puas lo pada ngerjain gue"sungut Darrel.
"Haha, gue mana ada puasnya ngerjain lo Rel"ucap Vero sambil tertawa.
"Udah udah, udahan gamenya, jalanan udah lumayan senggang"sela Varo.
"Lo fokus nyetir aja Ver"ucap Varo pada saudara kembarnya. Vero menganggukkan kepalanya sambil berusaha menghentikan tawanya. Sedangkan Darrel sedang berusaha menghapus lipstik yang memenuhi wajahnya.
"Ahh, gue ngantuk nihh abis ketawa"ucap Putri sambil menguap.
"Ra, gue tidur ya, ntar kalau sampe bangunin"ucap Putri lagi.
"Iya, ntar gue bangunin"jawab Aira. Aira menoleh kearah Varo yang meyandarkan kepala di bahunya. Dia tersenyum sambil mengusap rambut Varo lembut.
"Tidur aja kalau capek, ntar aku bangunin"ucap Aira. Varo menganggukkan kepalanya dan mulai memejamkan matamnya.
Aira senang memiliki teman yang sangat perhatian dengannya. Apalagi sekarang dia memiliki kekasih yang sangat menyayanginya. Aira melihat gelang yang melingkar di pergelangan tangannya. Diusapnya gelang itu sambil tersenyum.
"Aku bahagia disini, semoga kalian bahagia selalu dimanapun kalian berada"batin Aira.
TBC
__ADS_1