Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 23


__ADS_3

Aida menangis sesegukan di kamar. Dia merasakan bahagia yang teramat sangat. Sampai kata kata pun tak mampu mengungkapkan perasaannya saat ini. Bahkan sekedar memberi kabar orang tuanya pun Aida lupa. Dia terus terusan menangis serta mengucap syukur karena masih bisa melihat saudaranya walau dari kejauhan.


Cukup lama dia menangis, hingga suara dering ponsel miliknya membuat Aida dengan cepat menghapus air matanya.


"Mama"gumam Aida. Dengan cepat dia menggeser tombol hijau pada ponselnya itu.


"Hallo ma"sapa Aida sambil menangis.


"..."


"Dia ketemu ma, aku ketemu sama dia disini ma"isak Aida.


"..."


"Dia pasti tinggal di sekitar sini ma"ucap Aida dengan isakan.


"..."


"Aku tunggu ma"pungkas Aida segera mematikan panggilannya. Dia mengusap sisa air mata yang mengalir di pipinya.


"Tunggu kita datang buat jemput lo"gumam Aida lirih.


.


.


.


Di kediamannya, Risa segera berlari ke kamar menghampiri sang suami yang sedang bersiap kekantor. Dengan air mata yang mengalir di pipimya, Risa memanggil sang suami.


"Pa"panggil Risa membuka pintu kamarnya.


"Ada apa ma? kenapa mama nangis?"tanya Satya bingung. Risa tak menjawab, dia malah menghambur ke pelukan Satya yang tengah mengenakan dasinya. Risa menangis sesegukan di pelukan suaminya. Dan hal itu sukses membuat Satya bingung.

__ADS_1


Tadinya Risa yang baru saja selesai dengan urusan dapur berniat menghubungi Aida. Namun beapa terkejutnya Risa saat Aida mengatakan jika melihat saudaranya itu ada di sana juga. Mendengar itu, Risa langsung berlari ke kamarnya mencari sang suami.


"Ma, mama kenapa?"tanya Satya yang kesekian kali. Kali ini Risa mengendurkan pelukannya, dia menatap sang suami dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


"Anak kita pa"ucap Risa.


"Aida kenapa ma?"tanya Satya panik. Risa menggeleng.


"Bukan pa, bukan Aida"jawab Risa.


"Lalu siapa ma?"tanya Satya bingung. Risa kembali memeluk Satya. Satya yang bingung langsung membawa Risa duduk di sofa kamar mereka dan membiarkan Risa tenang dulu. Satya mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Aida.


"..."


"Aida, kamu nggak apa apa kan?? ini mama kamu nangis terus"ucap Satya panik.


"..."


"..."


Deg


Jantung Satya berdetak lebih kencang saat mendengar jawaban dari Aida. Bahkan ponselnya sampai terjatuh di lantai. Dia merasa sangat sangat bahagia mendengar ini.


"Ma"panggil Satya lirih. Dia melihat sang istri dan memeluknya erat. Risa pun membalas pelukan Satya tak kalah erat. Mereka sama sama mengucapkan syukur dalam hati mereka.


.


.


.


Kembali ke villa, Varo dan yang lain langsung menjatuhkan tubuh mereka di sofa ruang tamu. Mereka semua kelelahan setelah joging keliling pekebunan.

__ADS_1


"Huhh, gue capek banget"ucap Darrel.


"Ck, nggak pernah olahraga ya lo, gitu aja capek"cibir Vero. Padahal Vero pun juga merasakan apa yang Darrel rasakan, namun masih sempat sempatnya dia mencibir Darrel.


"Nggak usah sok ngatain deh lo, lo sendiri ngos ngosan gitu"ucap Darrel tak terima.Varo hanya geleng geleng kepala mendengar perdebatan saudara kembarnya dengan sahabatnya itu. Namun tiba tiba ponsel Varo berbunyi dan menampaknya nama "Ayah".


"Ayah"ucap Varo.


"Gue angkat telfon dulu"pamit Varo dan segera menjauh. Varo berjalan ke teras villa untuk menerima panggilan sang ayah, sedangkan di ruang tamu masih terdengar suara cibir mencibir antara Vero dan Darrel.


Tak berselang lama, Varo kembali ke ruang tamu dengan wajah di buat santai. Namun Vero sang saudara yakin pasti ada sesuatu. Mengingat Varo adalah saudara kembarnya, jadi Vero hafal setiap eskpresi yang di tunjukan Varo.


"Ada apa ayah nelfon?"tanya Vero.


"Ayah ngabarin, kakek Bimo sakit"jawab Varo.


"Ayah juga nyuruh kita buat pulang"lanjut Varo. Varo melirik semua temannya. Dia bisa melihat ada raut kecewa di wajah teman temannya itu. Pasalnya baru 2 hari mereka liburan, tapi harus di suruh pulang.


"Gue sama Vero pulang hari ini ya, kalian di sini dulu"ucap Varo.


"Nggak Var, aku mau ikut pulang aja"ucap Aira.


"Yaa, masa gue disini sama Darrel doang"ucap Putri cemberut.


"Ya terus gimana?"tanya Aira. Putri berfikir sejenak. Seandainya Aira ikut pulang bareng si kembar, dia hanya berdua saja dengan Darrel disini. Ahh apa kata tetangga kalau ketauan mereka hanya berdua di villa.


"Ya udah dehh, gue juga ikut pulang aja"pungkas Putri.


"Lo gimana Rel?"tanya Varo.


"It's oke, nggak masalah. Kita masih bisa liburan lain waktu. Keluarga lo lebih penting"jawab Darrel. Akhirnya mereka semua sepalat untuk pulang meskipun baru 2 hari berlibur. Mereka segera membersihkan diri dan mengemas barang barang mereka sebelum sarapan dan berpamitan dengan mang Udin.


TBC

__ADS_1


__ADS_2