Kisah Cinta Twins V

Kisah Cinta Twins V
BAB 28


__ADS_3

Varo menuntun Aira keluar dari rumahnya. Aira pun hanya pasrah, manut saja Varo akan membawanya kemana. Aira masih merasa cemas. Dia takut jika majikannya itu melarang hubungan yang ia jalin dengan anak majikannya itu.


"Ai"panggil Varo. Aira mendongak menatap wajah Varo. Dilihatnya sekeliling ruangan yang tak asing baginya. Kamar Varo. Ya, Varo mengajak Aira ke kamarnya. Varo ingin membicarakan hal serius sengan kekasihnya itu.


"Ai, apa yang kamu pikirin?"tanya Varo. Aira menggeleng lemah.


"Kamu percaya sama aku, ayah nggak akan sejahat itu buat ngelarang kita pacaran"ucap Varo. Varo mengangguk meyakinkan Aira. Aira tak tau harus menjawab apa. Dia memejamkan matanya sebelum akhirnya Varo membawanya kedalam pelukannya. Dan seketika air mata Aira yang sedari tadi ia tahan luruh sudah. Aira menangis dalam pelukan erat Varo. Aira pun membalas pelukan Varo tak kalah erat. Diusapnya punggung Aira agar lebih tenang.


"Udah ya, aku bakal yakinin ayah soal hubungan kita"ucap Varo setelah dirasa Aira cukup tenang.


"Tapi aku takut Var"lirih Aira.


"Nggak ada yang perlu ditakuti, asal kamu selalu ada disamping aku semua akan baik baik aja"ucap Varo yakin.


"Percaya sama aku"lanjut Varo. Aira mengangguk lemah. Dia begitu bahagia saat Varo memperjuangkannya. Namun mengingat dirinya yang hanya anak seorang pembantu, hal itu membuat Aira takut.


"Nggak usah dipikirin, jalanin aja seperti biasa. Dan aku bakal yakinin ayah sama bunda"ucap Varo.


"Kalau mereka nggak restuin?"lirih Aira.


"Asal kamu selalu ada disamping aku, aku bakal lakuin apapun"ucap Varo.


"Udah, keluar yuk, nggak baik berduaan di kamar"ajak Varo. Aira mengangguk sembari menghapus sisa air mata yang ada di pipinya.

__ADS_1


Dengan tangan yang saling bertautan, Aira dan Varo keluar dari kamar. Ternyata baru sampai di depan pintu, Kevin sudah berdiri dengan tangan bersedekap didada.


"Ayah"


"Tuan"


.


.


.


Di ruang kerjanya Satya duduk berhadapan dengan asisten pribadinya. Mereka seperti tengah membicarakan hal serius.


"Belum ada perkembangan tuan, mereka kesulitan mencari nona muda"jawabnya.


"Bagaimana bisa? apa begitu sulit mencari 1 orang saja"kesal Satya.


"Maaf tuan, tapi orang orang suruhan kita sudah mencari keseluruh kota, bahkan ada dari mereka yang mencari hingga kesekolah sekolah"ucap Riko.


"Namun dari semua nama yang sama, hanya ada 1 sekolah yang mempunyai nama yang sama namun mereka tak memperbolehkan kita melihat data dirinya"lanjut Riko. Dahi Satya berkerut Padahal biasanya cukup mudah membuat oramg orang buka suara. Hanya dengan lembaran uang mereka dengan mudah membuka informasi.


"Sekolah mana?"tanya Satya.

__ADS_1


"SMA Guna Darma tuan"jawab Riko. Satya berfikir sejenak. SMA Guna Darma adalah salah satu sekolah elite yang terkenal di kotanya. Sekolah dengan pengamanan ketat serta sistem pengawasan yang canggih. Semua sekolah seharusnya tidak boleh membocorkan identitas siswanya, namun benar yang dibilang Satya The Power Of Money.


Berbeda dengan sekolah sekolah lain SMA Guna Darma memang tidak bisa melakukan itu. Bisa saja Satya menggunakan kekuasaannya, namun harus dia ingat, kini dia sudah tidak berada di Perancis. Sama saja memang, namun mengingat dirinya yang baru saja kembali ketanah air membuatnya tak bisa bergerak bebas.


"Kamu sudah menawarkan kerja sama?"tanya Satya.


"Sudah tuan, namun mereka sudah memiliki donatur tetap"jawab Riko.


"Kamu tau?"tanya Satya lagi.


"SMA Guna Darma berada dibawah pimpinan Adhitama group tuan"jawab Riko.


"Adhitama? Kevin"gumam Satya.


"Jadwalkan pertemuan dengan tua Kevin besok jam makan siang"perintah Satya.


"Maaf tuan, bukankah anda sudah memiliki jadwal makan malam bersama tuan Kevin"ucap Riko mengingatkan.


"Itu acara keluarga, ini urusan pribadi"jawab Satya.


"Baik tuan"ucap Riko seraya pamit undur diri.


TBC

__ADS_1


__ADS_2