
ke esokan harinya...
setelah sholat subuh, zahida dan bunda serta mama langsung memasak menu sarapan didapur......
menjelang jam tubuh pagi, mereka semua sarapan bersama. usai sarapan bapak pamit ke ladang di ikuti mas Reyhan karena merasa suntuk dirumah ia mencoba mengikuti bapak ke ladang..
sedangkan bunda dan mama di pondok depan rumah duduk kumpul bersama tetangga. Dan zahidah kerumah tantenya meminjam motor, ia ingin menemui kak Winda.....
setelah itu zahidah langsung mengendarai motornya bersama reza ke kampung sebelah. sampai di kampung sebelah, zahidah melewati rumah ibu tengah dan ibu pertama, ia ingin mampir tapi merasa tidak enak.......
takut ibu pertama dan ibu tengah menolaknya. sampai di tokoh kak Winda, dilihat nya kak Winda sedang melayani pembeli sedangkan sarah sedangkan menyusun barang ke tempat yang kosong. melihat itu zahidah terenyuh, ternyata selama ini bukan hanya dirinya yang menderita tapi sang kaka juga.....
hanya saja kak Winda pandai menutupi penderitaan nya dengan selalu tersenyum hangat ke semua keluarga. zahidah turun dari motor dan masuk kedalam tokoh yang kecil itu, pas pasan untuk kak Winda dan sarah tinggal....
"assalamu'alaikum...... " salam zahidah
"wa'alaikumussalam.... " jawab kak Winda tanpa menoleh karena sedang melayani pembeli lain..
"kak Winda.... " ucap zahidah
kak Winda yang mendengar itu sedikit tidak percaya jika sang adik datang mengunjunginya. kak Winda menoleh dan melihat zahidah yang berdiri didepannya.
"dek.. ayo masuk... " ajak kak Winda tersenyum.
zahidah masuk dan duduk di tikar tempat sarah tidur siang biasanya.
"sebentar ya dek, saya layani pembeli dulu...
setelah pembeli sepi kak Winda menghampiri zahidah dan duduk disana bersama sarah yang duduk dipangkuan nya....
" halo ponakan aunty yang cantik... "
"iya aunty juga cantik... " Jawab sarah.
"ada apa dek datang kemari..? tanya kak Winda.
" sarah boleh nggak tinggalin mama sama aunty sebentar, aunty mau bicara sama mama... "
"oke aunty, sarah main dulu sama teman ya mah.. " pamit sarah pada mamanya
"hemmm.zahidah datang kemari ingin minta maaf sama kaka, atas sikap cuek dan dinginnya zahidah kemarin sama kaka.. " ucap zahidah sesal
"tidak perlu minta maaf dek, kaka maklum kok, kaka bersyukur kamu sudah bisa berkumpul kembali dengan suamimu. kaka. do'ain semoga rumah tangga kamu bahagia selalu... " ucap kak Winda tulus dengan senyum hangat yang selalu menghias wajahnya....
zahidah terseny dan mengaminkan do'a sang kaka dalam hati.
"zahidah benar-benar minta maaf kak. zahidah menyesal, kemarin mama sama. bapak sudah cerita semua, zahidah turut prihatin dengan kaka.... "
__ADS_1
"makasih dek, kaka tidak apa-apa, kaka bahagia kok... " ucap kak Winda berbohong karena sorot matanya memancarkan kesedihan.
zahidah memeluk kakanya itu dengan erat, zahidah bangga dengan kakanya ini. perempuan mana yang kuat menjalani hidup seperti ini, suami meninggal saat diri tengah hamil satu bulan, delapan bulan menjalani kehamilan tanpa perhatian dan dampingan dari suami, dimana istri yang hamil umumnya sangat ingin dimanja oleh suami. dan membesarkan anaknya seorang diri.........
zahidah yakin kakanya ini rapuh hanya saja menutupi luka itu dengan senyum syukurnya....
"kak Winda mau nggak ikut aku ke kota, kebetulan disana aku sama mas Reyhan buka cafe baru yang akan di resmikan bulan depan, kaka bisa mengolah cafe itu... "
"kaka nggak mau merepotkan kamu, kaka disini saja merintis tokoh kecil ini.. "
"kak zahidah mohon, jangan menolak, zahidah bukan merendahkan usaha kaka ini, tapi kaka punya sarah, dan sarah kedepannya pasti butuh banyak biaya untuk sekolah sarah... " ucap zahidah mencoba menjelaskan pada sang kaka...
kak Winda hanya diam, yang dikatakan adiknya benar, tapi dia merasa tidak enak dengan keluarga adik iparnya Reyhan
"kaka nggak enak dek sama suami dan keluar nya... "
"kaka nggak usa mikir itu, bahkan ini ide mas Reyhan, dia yang meminta aku untuk mengajak kaka kesana, karena memang cafe kita belum ada yang bisa kita percaya untuk di olah... "
kak. Winda diam dan berpikir, kebetulan sarah juga belum sekolah....
"baiklah dek..... "
"alhamdulillah... " jawab zahidah tersenyum kembali memeluk kakanya itu..
lalu sarah dan reza masuk bergabung dengan mereka.
"mah reza haus... " ucap reza
mereka berdua berjalan kebelakang, sarah memberi reza air dingin yang ada di kulkas, setelah itu reza meminumnya sampai tandas, lalu kembali ke depan bersama orang tuanya...
"kak aku sama reza pamit dulu ya, belum masak lauk untuk makan siang bapak dan mas Reyhan.... " ucap zahidah
"iya dek, Hati-hati... " Jawab kak Winda
"mah boleh nggak sarah ikut kak reza..?tanya sarah.
" nanti pulang nya sama siapa nak.. "tanya kak Winda.
" nginap boleh nggak mah...?
"nanti kamu ngerepotin aunty sama kakek disana.....?
" nggak papa kak, kalau sarah mau ikut.. "ucap zahidah.
" nanti repotin kamu dek.."
"nggak papa kak, namanya juga anak-anak. justru aku yang takut kaka tinggal nanti malam sendirian... "
__ADS_1
"nanti kaka ke rumah ibu.. " jawab kak Winda yang kebetulan rumah nya dengan rumah mamanya dekat.
"baik lah kak kami pamit dulu ya... "
"sebentar aunty sarah ambil baju dulu... "
"iya sayang.... "
setelah selesai mereka pamit. tanpa zahidah sadari sepasang mata melihat nya dari jauh dengan mata berkaca-kaca, sosok itu sangat merindukan dirinya sekaligus merasa bersalah atas semua.Dia adalah ibu pertama "alhamdulillah nak kamu sehat, maafkan ibu yang ikut mempercayai fitnah itu.. " batin ibu pertama....
setelah zahidah, reza dan sarah pergi kak Winda berjalan menuju ke rumah ibu tengah membawah kardus yang tadi dititipkan zahidah untuk diberikan ibu tengah...
"apa ini nak... ? tanya ibu pertama
" Winda nggak tau bu' tadi zahidah nitip katanya buat ibu... "Jawab kak Winda
" kenapa bukan zahidah langsung yang kesini....?
"zahidah sangat ingin kesini tapi ia takut ibu dan kaka ana kembali mencaci dirinya, zahidah tidak ingin menambah masalah.. "
"astaghfirullah, ucap Ibu pertama berulang kali..
" ini salah ibu, ibu menyesal ikut mempercayai fitnah itu... " jawab ibu pertama..
"sabar bu' insha Allah zahidah sudah memaafkan seseorang ibu.. "
kak Winda pamit untuk memgantar satu kardus lagi ke rumah mamanya ya itu ibu tengah...
"assalamu'alaikum mah, ucap kak Winda
" wa'alaikumsalam... "Jawab ibu tengah
" ini ada titipan dari zahidah... "
"apa itu...?
" nggak tau.... "
"kenapa dia nggak singgah...?
" takut mama kembali mencaci dan menghinanya... "
ibu tengah tersenyum miris "maafkan ibu nak.. " batik ibu tengah..
setelah menempuh jalan selama 30 menit, zahidah, reza dan sarah sudah sampai, bunda yang melihat zahidah datang berbonceng tiga hanya tersenyum...
.
__ADS_1
.
.