
reyhan duduk menangis di atas kasur, ia memandang setiap sisi kamar itu, ia menyesal, kenapa kebenaran baru terlihat setelah dalamnya luka yang ia taroh kan pada istri dan anaknya. "saya bukan papa kamu, jadi jangan panggil saya papa, mengerti" ingat reyhan pada kata kasarnya saat itu. "maaf kan papa, maafkan kaka za" guman reyhan........
reyhan duduk sambil memeluk lututnya, kata maaf berulang kali terucap dari bibirnya yang bergetar. hingga akhirnya reyhan tertidur dikamar itu, sambil memeluk bantal yang masih tersimpan bau harum farpum zahidah.......
ke esokan harinya, reyhan bangun untuk sholat subuh, setelah sholat subuh reyhan segerah membersihkan diri dan berangkat ke rumah sakit, pekerjaan kantor ia serahkan ke asistennya. Sampai dirumah sakit ia melihat bunda menyuapi ayah sarapan. "assalamu'alaikum" salam reyhan. "wa'alaikumussalam" jawab bunda dan ayah bersamaan. "Gimana keadaan ayah sekarang" reyhan. "seperti yang kamu lihat" ayah. "Maaf ayah, reyhan sudah ke pondok nya husna, tapi ibu pondok bilang jika husna sudah tidak di pondok sejak empat tahun yang lalu" jelas reyhan. "Ya Allah, kemana dia pergi" ucap bunda terisak, bagaimana pun ia dulu yang memgusir husna. "Lalu zahidah mana rey? ".tanya ayah. " zahidah sudah pergi ayah, zahidah sudah nggak ada dirumah " jawab reyhan menunduk....
ayah dan ibu hanya diam, kejadian lima tahun yang lalu, kembali berputar dalam. ingatan mereka, zahidah yang hamil tanpa perhatian, berjuang seorang diri sampai melahirkan pun seorang diri......
membesarkan anaknya seorang diri, tanpa suami. Bunda bisa merasakan bagaimana terluknya zahidah saat ini, Begitu juga dengan reyhan, ia mengingat semua kata kata kasarnya pada zahidah dan anaknya, hingga saat ini reyhan belum tau siapa nama anaknya itu, yang paling menyesakkan bagi reyhan kala ia mengingat senyum tulus zahidah, senyum yang selalu ia pancarkan disaat ia di maki dan dicaci............
"Aku berjanji za' aku akan membalas semua luka itu dengan kebahagiaan" guman reyhan. "dimana pun kalian berada, aku harap tetap dalam lindungan Allah aamiin" do'a reyhan....
__ADS_1
setelah itu reyhan menyuruh bunda pulang bersama supir untuk membersihkan diri dan istrahat, biar ia yang menjaga reyhan. Bunda pulang bersama supir kerumah....
"rey gimana ya ke adaan husna diluar sana?".ucap ayah. " ayah tenang aja, reyhan udah menyebarkan beberapa orang untuk mencari husna di berbagai kota dan daerah"....
"Jika nanti ayah meninggal, dan kita belum menemukan husna, tolong tetap cari ya rey, ayah akan tenang jika husna sudah kembali ke rumah" ucap ayah. "ayah ini bicara apa, ayah akan sehat, dan kita akan segera kumpul lagi bersama-sama" Jawab reyhan
mereka terus mengobrol hingga petang tiba. Sedangkan dirumah Yeni, yeni terus saja berusaha mencari tahu kemana fadil, kenapa dari kemarin hingga sekarang belum pulang, yeni bahkan tidak keluar-keluar dari kamar yang ditempati fadil. Yeni merasa prustasi ia khawatir bagaimana jika fadil juga pergi meninggalkan nya seperti zahidah yang pergi meninggalkan reyhan...
sampai disana Yeni langsung berjalan ke bagian informasi menanyakan ruang suaminya, setelah diberi tahu, Yeni langsung berjalan menuju ke ruangan itu. Sampai disana ia melihat fadil yang sedang tidur diatas tempat tidur seorang diri tanpa siapa pun yang menjaga dan menemaninya didalam. Yeni terisak melihat itu, ia mendekat lalu duduk disamping tempat tidur itu, ia mengusap kepala fadil rambutnya sudah mulai memanjang, dan bereok nya juga mulai tumbuh, tubuh fadil sama sekali tidak terawat....
Yeni mendudukkan meminta Adit untuk duduk disofa, sedang kan dirinya duduk menggenggam tangan fadil di samping tempat tidur, Yeni melihat dalam kamar itu tidak ada makanan atau pun buah dan minuman, Yeni memesan buah apel dan jeruk serta minuman lewat hpnya...
__ADS_1
karena mendengar suara berisik fadil bangun, ia kaget melihat Yeni dan Adit ada dalam ruangannya. Yeni tersenyum kepada fadil "mas sakit apa...? kenapa nggak kasih kabar? " tanya Yeni. fadil hanya diam saja
"mas, aku sama Adit minta maaf ya, atas semua perbuatan kami selama ini sama mas, kebenaran telah terungkap, Yeni benar-benar minta maaf mas, Yeni mohon beri Yeni maaf mas" ucap Yeni menangis....
Fadil tersenyum dan menganggukkan kepalanya, bagaimana pun ia sangat mencintai istrinya, bahkan fadil tau jika yeni sering kali masuk kedalam kamarnya saat dirinya sudah berangkat kerja, yeni juga sering mengirimkan makan siang pada Fadil ke kantor, hanya saja tidak menggunakan nama asli yeni, tapi Fadil tau jika itu masakan yeni....
Fadil tau, istrinya hanya kecewa, istrinya tidak sepenuhnya membenci dirinya....
.
.
__ADS_1
mohon maaf kaka semua, saya hanya bisa up segini, do'ain ya semoga urusannya cepat selesai, bisa jadi lulusan terbaik di kampus🙏🙏