
setelah pesanan datang, mereka bertiga makan sambil berbincang bincang, arif selalu diam diam memandang zahidah yang duduk pas dihadapan nya.....
zahidah hanya menganggap arif sebagai sahabat, zahidah tidak menyukai arif, karena arif merupakan salah satu anak remaja yang sangat nakal dulu dikampung, ia memiliki banyak pacar..............
arif juga tidak memiliki etika pada orang tua, bahkan orang tua zahidah melarang zahidah untuk berteman dengan arif, ia juga sombong dalam berbicara Seakan-akan dirinya paling tinggi, dan pasti nya arif merupakan anak pemabuk yang suka meminum minuman keras......
zahidah tidak tau sekarang, apa ka kebiasaan itu masih ia lakukan atau sudah berubah.setelah makan mereka kembali berbincang-bincang...
"Kamu sudah lama tinggal dikota ini za'... ?arif
" ia sudah lama, sekitar 9 tahun.. "zahidah
" wah sangat lama ya.kalau boleh tau pertama kali kesini gimana kejadiannya.. "tanya arif basa basi
" Pertama kali kesini itu pas mau masuk kuliah, dapat beasiswa dari sini, beasiswa nya aku dapat dari iseng-iseng mendaftar berbagai data beasiswa yang diberikan guru di SMK dulu, dan ternyata aku lulus tepat di Universitas disini, jadi aku langsung merantau ke kota ini dan berkeluasan dikota ini.... "terang zahidah
" ummm, luar biasa kamu za'.. "
zahidah hanya tersenyum menanggapi ucapan arif, setelah lama berbincang-bincang, arif mengantar zahidah dan reza ke rumah nya, arif juga beralasan untuk mengantar karena ia ingin tau di mana rumah zahidah berada....
sekitar lima belas menit, mereka sampai didepan rumah zahidah, arif tertegun melihat rumah zahidah yang mewah, ia tersenyum dalam hati, arif pikir rumah zahidah ini murni dari hasil zahidah, ia tidak tau jika rumah itu adalah rumah pemberian Reyhan, arif sudah menyusun rencananya untuk memanfaatkan zahidah......
ia akan mendekati zahidah, dan membuat zahidah nyaman sekaligus membuat zahidah jatuh cinta dengan nya....
setelah zahidah dan reza masuk, arif pamit pulang, reza masuk ke dalam kamarnya, kebesian reza yang diajarkan zahidah sebelum tidur menggosok gigi dan mencuci wajah, lalu berwudhu baru tidur....
sama halnya dengan zahidah, sebelum tidur ia mencuci wajah dan sikat gigi lalu wudhu, sebelum tidur zahidah menggunakan lotion malam, ia selalu rajin merawat dirinya, sehingga kulitnya terlihat putih dan mulus........
banyak yang tidak menyangka jika zahidah berasal dari kampung, karena kulitnya yang sangat putih bersih dan mulus.....
zahidah tidur terlentang memikirkan rumah tangga nya ini, ia bimbang harus bertahan atau bercerai, sejujurnya bukan perpisahan yang zahidah harapkan, namun ia juga tidak bisa berbohong jika hatinya masih sakit, bahkan akhir akhir ini Reyhan tidak ada kabar, biasanya dia akan selalu datang namun sudah beberapa hari ini ia tidak datang, dia sendiri yang mengatakan jika ia akan berjuang, tapi apa ini........
tidak lama kemudian zahidah terlelaterlelap dalam tidur nya. Sedangkan Reyhan, dia sedang sibuk memgurus beberapa proyek yang ia kerjakan, dan tidak bisa di wakili karena beberapa dari mereka meminta agar langsung pemimpin perusahaan yang datang meninjau, ditambah bunda yang masih syok jika mengingat ayah dan husna.....
Reyhan tidak bisa terlalu lama meninggal kan bunda, ia akan selalu mendampingi bunda sampai bunda sembuh dari rasa trauma itu.....
.
.
.
Keesokan harinya, zahidah bangun, ia berjalan ke kamar reza hari ini hari senin, seperti yang kita tau hari senin tidak boleh terlambat karena ada upacara pengibaran bendera, setelah reza bangun, zahidah berjalan ke dapur menyiapkan bekal untuk reza........
tepat jam 6:30 reza berangkat diantar sopir yang sudah disiapkan Reyhan, zahidah yang terus kepikiran dengan bunda merasa bersalah, apa lagi kemarin ia menelpon salah satu asisten disana, mereka mengatakan jika bunda masih syok, mungkin ini lah alasan Reyhan tidak pernah datang lagi....
"Maafkan zahidah bunda, maafkan zahidah mas. zahidah sudah memaafkan kalian, tapi entah kenapa rasa kecewa itu selalu ada, zahidah tidak pernah membenci kalian apa lagi dendam.. " batin zahidah..
hari ini zahidah memasak untuk makan siang, ia meminta para bibi di rumah bunda untuk tidak usa memasak ia yang akan memasak nanti disana, ia akan kesana hari ini menjenguk bunda, namun ia meminta para bibi untuk tidak mengatakan niatnya datang......
sampai disana ia tertegun melihat Reyhan yang memeluk bunda, dalam pelukan Reyhan bunda terlihat terisak menangis, zahidah merasa bersalah karena tidak menemani suaminya merawat mertuanya..
"assalamu'alikum.... " zahidah
__ADS_1
"wa'alaikumussalam... " jawab Reyhan menoleh ke asal suara dan berapa kagetnya Reyhan melihat zahidah disana..
"zahidah, kamu kesini....?
" iya mas.... "
bunda yang mendengar nama zahidah langsung menoleh ke arah suara itu, bunda terlihat gembira melihat zahidah datang, bunda berdiri dan memeluk zahidah "maafkan bunda sayang, mungkin ini karma untuk bunda, karena telah menyakiti kamu... " ucap bunda menangis
"budna jangan berbicara seperti itu, zahidah sudah memaafkan bunda " jawab zahidah mengusap punggung bunda yang memeluknya dengan erat......
Reyhan memilih diam dan duduk disofa..
"Mas kenapa nggak cerita sama aku mengenai bunda.. " tanya zahidah
"maaf, mas tidak ingin merepotkan kamu, mas tidak ingin menyusahkan kamu sudah cukup kami menyakiti mu... " jawab lirik Reyhan
zahidah mendekat dan memeluk Reyhan, zahidah tidak kuat melihat Reyhan rapuh seperti ini, kesalahan dimasa lalunya seolah membuat diri tidak seperti dulu, ia merasa tidak pantas lagi hidup didunia...
"mas zahidah sudah memaafkan mas dan semuanya, jangan seperti ini mas, mas sendiri yang bilang kalau aku masih sah isti mas.. " jawab zahidah
"sekarang mas akan melepas kamu, mas tidak akan menahan kamu lagi, kamu berhak bahagia za'... " ucap Reyhan
"Mas kenapa bicara seperti itu, aku mau memberi mas kesempatan, bagaiamana pun mas banyak berjasa dalam keluarga aku... "
"mas ikhlas melakukan itu semua, jika kamu bertahan hanyalah karena itu, mas ikhlas, mas tidak akan menuntut itu.. "
"Mas salah, justru zahidah memberikan mas kesempatan karena memang hati zahidah masih milik mas... " jawab zahidah menunduk..
"kamu berhak bahagia za'.. "
Reyhan langsung berdiri dan memeluk zahidah," mas tidak perna mencintai wanita lain selain kamu za" ucap Reyhan "lalu kenapa mas ingin menikah dengan puput" jawab zahidah "puput hanya pelampiasan rasa sakit mas sayang, mas tidak perna mencintai dia, mas ingin menikah dengan nya, karena mas pikir jika mas bisa melupakan kamu jika menikah dengan nya, namun nyatanya tidak bisa, bahkan disaat lamaran kamu tau yang ada dalam pikiran mas hanya kamu, apa kamu tau, saat mas pulang lamaran, mas tidak ada sedikit pun niat membentak reza, tapi karena suasana hati mas lagi kacau saat reza datang menyapa, hingga akhirnya mas tidak sadar dan membentak reza, dan kamu tau sampai dikamar, mas berteriak merasa kesak dan bersalah karena melampiaskan emosi mas pada anak kecil seperti reza.. "terang Reyhan....
zahidah tersenyum bahagia mendengar semua itu, ia kemudian melepas tangan Reyhan di perutnya dan berjalan pergi dari sofa " kamu mau kemana za'...? teriak Reyhan "mau pergi" jawab zahidah asal.
Reyhan berlari mengejar zahidah, namun berhenti ketika melihat zahidah berjalan ke arah dapur dan membuka kulkas. Reyhan mendekat dan memeluk zahidah dari belakang "astaghfirullah mas rey... " teriak zahidah kaget "kirain benaran pergi.. " ucap Reyhan "mas lepas aku mau masak buat makan siang.. "
"nggak mau.. "
"plis mas, zahidah mau masak nanti lambat.. "
"cium dulu... "
"mas... "
"cium... "
zahidah yang kesal langsung berbalik dan mencium Reyhan
"sudah mas.. " ucap zahidah dengan pipih memerah
"nah gitu dong, dari tadi kek... " jawab Reyhan gemes..
"mas tolong jemput reza, bentar lagi dia pulang... "
__ADS_1
"baik sayang... "
Reyhan langsung meluncur ke sekolah reza, untuk sekolah reza dengan rumah bunda tidak terlalu jauh, sampai disana, Reyhan tersenyum melihat reza yang duduk menunggu jemputan....
"son...... " panggil Reyhan
"papa.... " teriak reza kegirangan
pak satpam dan guru lainnya tersenyum melihat tingkah reza, mereka tentu mengetahui permasalahan yang terjadi dalam rumah yang orang tua reza, karena Reyhan merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam kota ini....
reza dan Reyhan melakukan mobilnya.
"kita kerumah nenek ya pa'...?
" iya son, mama disana... "
Jawab Reyhan tersenyum
"papa kenapa, kok kayak bahagia sekali..?
" papa nggak papa son.hanya bahagia saja.. "
tak terasa mereka kini sampai dirumah, reza dan Reyhan masuk kedalam rumah, Reyhan mengantar reza ke kamar yang sudah disiapkan bunda untuk nya..
sedangkan Reyhan ia berjalan kedapur dan membantu zahidah memasak, para bibi yang melihat Reyhan datang langsung pergi, mereka akan memberikan ruang untuk majikannya...
"bi' tolong ambilkan garam" ucap zahidah tanpa menoleh ke belakang
Reyhan mengambil garam dan menaro diatas telapak tangan zahidah yang diulur kan ke belakang..
"micin lagi bi'... "
Reyhan kembali mengambil micin dan menyimpan ditelapak tangan zahidah
"ummm nah ini baru pas, bi coba deh dicobain " ucap zahidah berbalik ke belakang
"astaghfirullah mas rey... " teriak zahidah kaget..
Reyhan tertawa melihat reaksi zahidah
"mas kapan disini...?
" dari pas kamu minta garam... "
"jadi yang kasih aku bumbu itu mas..?
" iya... "
.
.
.
__ADS_1
.