
waktu subuh tiba.....
rayhan bangun dan melihat istrinya yang masih tidur dalam pelukannya....
"sayang bangun........
satu
dua
hingga tiga kali rayhan memanggil zahidah namun belum ada pergerakan dari zahidah....
Sebuah senyum licik terbit di wajah rayhan.
sambil menguncang badan zahidah rayhan berteriak " sayang bangun banjir...... "
"astaghfirullah mana kak....? jawab zahidah yang langsung bangun dan loncat dari kasur dengan wajah yang kaget....
" Banjir nya mana kak.....?
"nggak ada yang banjir sayang.... "
"terus kenapa bilang banjir...?
" he. he. he. he.... maaf sayang itu aku iseng aja biar kamu bangun..,. "
"astaghfirullah kak..... "
"habis dikasih bangun pelan-pelan nggak mau bangun... "
zahidah naik kembali ke kasur dan berbaring memeluk guling
"nggak mau sholat......?
" emang uda subuh ya kak....?
"waha... ha.. ha.. ha.. ha.... ngapain kaka kasih bangun kalau belum subuh.... "
zahidah cemberut dan turun dari ranjang berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu.
mereka berjalan menuju mesjid untuk sholat berjamaah. sekitar tiga puluh menit mereka sholat berjamaah dan Berzhidkir, setelah zidkir dilanjutkan do'a bersama. setelah do'a barulah para jamaah kembali kerumah masing-masing....
sampai dirumah ternyata kak Winda sedang sibuk didapur memasak untuk sarapan. kak Winda sengaja memasak cepat karena ia ingin memasak beberapa menu untuk sarapan bersama nanti, ibu pertama dan ibu tengah akan sarapan disini nanti, karena mereka berangkat dari sini....
zahidah masuk ke kamar mengganti mukenah nya dengan hijab biasa, lalu keluar dari kamar menuju dapur membantu kak Winda memasak. Sedangkan rayhan gabung dengan bapak, kak burhan di ruang depan, mereka bertiga murottal bersama....
Sekitar jam enam pagi, kak Winda dan zahidah selesai memasak, kak Winda meminta zahidah untuk bersiap, biar kak Winda yang menyiapkan sarapannya di meja
zahidah masuk kekamar, mengambil kimono dan berjalan santai ke kamar mandi sambil bernyanyi. Tiba-tiba
"aaakrrrrr.kak rayhan kenapa nggak kunci pintunya....?
" kaka lupa sayang....
__ADS_1
ternyata dikamar mandi ada rayhan yang lagi mandi. saat zahidah masuk.rayhan tersenyum melihat tingkah zahidah
"ish.. kaka cepat mandinya, aku juga mau mandi... "
"ya udah sini mandi bareng..... "
"nggak ah...... "
zahidah keluar dari kamar mandi dan menyiapkan pakaian rayhan...
sekitar lima menit zahidah menunggu, kini rayhan keluar dari kamar menggunakan kimono nya..
"ini bajunya kak..... "
"makasih ya..... "
zahidah berjalan menuju kamar mandi untuk mandi...
tutt.... tutt.... tutt.... tutt..... bunyi HP zahidah
rayhan mengangkat telpon itu yang ternyata dari om supir.
"halo assalamu'alaikum zahidah.... "
"ini rayhan om, zahidah lagi mandi..
" oh iya. ini kita jadikan berangkat pagi...?
"ini om. cuman mastiin aja. okelah, om sudah mau berangkat jemput ibu... "
"baik om.... "
tutt..... panggilan berakhir...
rayhan memakai bajunya, setelah selesai rayhan menggunakan lotionnya. Rayhan juga merupakan Laki-laki yang rajin merawat diri, tidak salah jika kulit rayhan tetap putih dan bersih, walaupun sering kali turun lapangan untuk meninjau langsung proyeknya..
setelah itu, rayhan keluar dari kamar dan berjalan menuju ke teras rumah yang ternyata disana ada kak burhan yang lagi ngopi...
kak burhan tersenyum saat ia melihat rayhan yang duduk didekatnya...
rayhan yang lupa membawa HP nya, kembali masuk ke kamar
cek lek......
"kak rayhan kasih kaget..... "
"kenapa....?
" ini lagi pakai baju, main nyelonong aja masuk... "
"maaf sayang... "
rayhan mendekat dan menciun kening zahidah, lalu keluar dari kamar dan kembali ke teras.
__ADS_1
Bersamaan juga dengan munculnya mobil yang menjemput ibu tadi. kak burhan langsung cekatan mengangkat ibu pertama. rayhan yang melihat itu langsung lari membantu kak burhan....
"kak burhan dan kak Winda adalah anak dari ibu tengah. mereka bersaudara ada lima orang (kak imran, kak harny, kak kala', kak burhan, kak Winda). Sedangkan kak ana adalah anak dari ibu pertama, mereka bersaudara ada empat orang (kak ana, kak ical, kak taslim, kak mira). Sedangkan aku (zahidah) bersaudara ada dua (zahidah, azkia rahma). jadi total anak bapak ada sebelas orang (11) Dari tiga istri.
"ibu pertama adalah istri pertama, sedangkan ibu tengah adalah istri kedua. dan mama adalah istri ketiga. setelah menikah dengan istri pertama selama bertahun-tahun, istrinya meminta bapak untuk menikah dengan janda yang ada dikampung supaya ada yang menafkahi keluarga, istri nya kasihan melihat janda itu, dan janda itu juga berteman baik dengan istrinya. awalnya bapak menolak, takut tidak mampu berbuat adil, tapi istri nya terus memberikan semangat dan dukungan dengan dalih bahwa jika bapak setuju maka bapak mengikuti jejak Nabi yang menolong janda. Hingga akhirnya menikah la bapak dengan janda itu yang sekarang kami beri julukan ibu tengah karena ia istri tengah.
"Sedangkan istri ketiga. Bapak menikahinya juga karena paksaan dari istri kedua dan pertama, dimana istri ketiga ini juga sebelum nya adalah janda yang awal pernikahan nya selalu mendapatkan kekerasan dari suaminya. Bapak kembali menolak, takut tak mampu berbuat adil. Tapi lagi-lagi dengan berbagai cara dan alasan, akhirnya ayah berangkat ke kampung sebelah untuk melamar mama. Awalnya mama menolak lamaran itu, karena mama mengira jika itu atas ke inginan bapak sendiri bukan dari para istrinya. Akhirnya bapak pulang kembali kerumah dikampung sebelah, menceritakan atas penolakan mama. Ibu pertama langsung berangkat ke kampung sebelah melamar mama kembali, baru lah mama menerima nya. Keesokan harinya bapak menikah mama di kantor KUA...
"Hingga sekarang bapak dikenal suami tiga istrinya dikampung. Dan saat itu, kaki ibu pertama masih normal, belum lumpuh seperti sekarang. Bagi Zahidah ibu pertama bak bidadari yang di utus Allah untuk mendampingi bapak.Sosok perempuan yang baik hati, lembut, penyayang, serta memiliki rasa peduli yang tinggi.....
setelah sarapan siap kak Winda memanggil semua untuk sarapan bersama didalam. sekitar satu jam baru lah mereka berangkat ke kota. Ibu tengah nampak tersenyum ke arah ibu pertama, memberinya semangat dan dukungan untuk tetap semangat agar bisa sembuh. zahidah menyalami ibu tengah dan bapak serta kak Winda dan kak burhan..
setelah semuanya masuk mobil, kak rayhan memberikan beberapa lembar uang yang mungkin ada sekitar dua juta untuk. satu juta untuk bapak, satu juta untuk kak Winda dan kak burhan.....
mereka berpamitan pada warga yang juga datang kumpul saat mengerat jika mama dan ibu pertama ikut.....
mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggal kan kampung halaman. didepan kak rayhan duduk bersama supir, sedangkan di tengah ada kak ana dan ibu. dibelakang ada aku dan mama......
sekitar tiga jam kami sampai di kota. kami singgah istrahat dirumah yang kak erhos bangun sebagai tempat menginap jika afa keluarga yang datang dari kampung. setelah istrahat aku pamit pada kak ana dan ibu untuk ke pondoknya azkia bersama mama...
aku menggunakan motor matic istrahat kak erhos yang ditinggal menuju ke pondok azkia. setelah menempu perjalanan selama satu jam lebih, kami sampai di pondok azkia. nampak sangat ramai dengan santri-santriwati yang berlalu lalang dengan kegiatan masing-masing..
aku masuk ke gerbang dan langsung disambut oleh beberapa santriwati yang dulu masih dapat aku pas di pondok. setelah melepaskan rindu dengan mereka. aku dan mama masuk ke kantor, dan disambut oleh ummi istri dari abi sang pemilik pondok
"assalamu'alaikum ummi.... "
"wa'alaikumussalam.... zahidah ya...?
" iya umi.... "
"masha Allah cantik sekali... "
"ummi apa kabar....?..
" alhamdulillah sehat nak....?
ummi juga memeluk mama dan menanyakan kabarnya.
kemudian kami menyampaikan niat kamu datang untuk menjenguk azkia. ummi memanggil anaknya untuk ke kamar azkia.
setelah menunggu sekitar lima menit, nampak la azkia berjalan menuju ke tempat kami dengan wajah yang bahagia..
.
.
.
.
.
.
__ADS_1