Kisah Zahidah

Kisah Zahidah
88......


__ADS_3

"maaf aku tidak bisa.... " jawab zahidah


"kenapa za...? tanya Reyhan


" karena aku tidak ingin anakku tumbuh dengan cacian dan makian orang-orang, kami sudah tenang disini, bahkan orang orang disini menerima kami dengan tulus.bahkan reza sudah betah tinggal disni.... "terang zahidah


" Reza.. apa nama anak kita reza...? tanya Reyhan


"Maaf mungkin tuan salah makan, atau lupa ingatan... "


"maksud kamu apa za? aku sehat, aku tidak lupa ingatan.. "


"Lalu kenapa tiba-tiba tuan datang kemari meminta maaf dan mengakui reza jika dia adalah dara daging tuan, bukan ka selama ini tuan tidak mengakuinya, bahkan tuan merasa jijik dengan saya, tapi kenapa sekarang tuan memeluk dan menggenggam tangan saya seperti ini... "


Reyhan duduk dan bersimpuh dihadapan zahidah


"Dengan segala kerendahan hati dan kekurangan diriku, aku minta maaf za'." ucap Reyhan


"Berdiri tuan, sebelum tuan minta maaf saya sudah maafkan, dan tuan pasti tau bahwa memaafkan itu mudah, yang sulit itu melupakan. Sebesar apa pun saya memaafkan tuan, rasa sakit dan kecewa itu akan selalu ada saat saya melahirkan seorang diri, membesarkan reza seorang diri, diperlakukan seperti budak dalam rumah sendiri dijadikan OB pada kantor suami sendiri. Dan tuan pasti tidak perna tau bagaimana hancurnya hati saya saat anak saya dimaki dan dicaci, bahkan ditebentak oleh ayahnya sendiri dihadapan saya.... "terang zahidah dengan mata berkaca-kaca...


" Maafkan saya zahidah, tolong beri saya kesempatan untuk memperbaiki semua, beri saya kesempatan untuk menyembuhkan luka-luka yang telah aku torehkan pada reza, beri aku kesempatan untuk membuat Reza merasakan kasih sayang orang tua yang lengkap.... "mohon Reyhan..


"maaf tuan, saya tidak bisa memberi kesempatan kedua, tapi saya tidak akan melarang tuan menemui reza jika tuan ingin memberinya kasih sayang... "


"Kenapa kamu tidak mau memberi saya kesempatan kedua za'...?


" karena saya pernah memberikan tuan hati dan cinta yang tulus, tapi taun membalasnya dengan suatu penghianat, penghinaan, cacian.Saya masih trauma untuk kembali membuka hati.... "


"Baiklah, saya akan berusaha meyakinkan kamu, dan saya mohon jangan panggil saya taun... "


"baiklah mas Reyhan... "


"Boleh aku tau nama lengkap reza..?


" namanya Muhammad Reza yang artinya dia ummat Nabi Muhammad dan Reza ada singkatan dari nama aku dan papanya... "


"Reza adalah singkatan dari nama kamu dan papanya, berarti Reyhan zahidah (Reza)... "

__ADS_1


"iya.... "


Reyhan tersenyum dan tidak sabar ingin bertemu dengan reza, ia akan berusaha mendekati anaknya dan memberikan kasih sayang yang seharusnya sudah ia dapatkan dari ia dalam perut....


tidak lama kemudian reza datang bersama pak satpam yang bertugas menyebrangkan anak-anak yang ingin menyebrang ke pinggir jalan...


"assalamu'alaikum mama... " salam reza.


"wa'alaikumussalam... " jawab Reyhan dan zahidah bersamaan


reza melangkah ke dekat mamanya dan menyalami nya, lalu menatap Reyhan


"Tuan ngapain disini.Disini tidak bagus untuk orang seperti tuan.. " reza


senyum yang awalnya terukir dibibir Reyhan perlahan hilang setelah mendengar ucapan reza, ia baru menyadari betapa sombong dan angkuhnya dirinya dulu pada reza..


"papa kesini ingin menjemput kamu dan mama... "


"papa...? maksud tuan apa..?


" kenapa mama masih mengatakan itu, bukan ka dulu saat mama Minta reza memanggilnya papa, dia tidak Terima dan memarahi reza ma'... "


"Itu dulu papa khilaf sayang.. " jawab zahidah


"Betul kah ma' reza sekarang punya papa..?


" iya sayang, ini papa, maafkan papa ya..!


reza langsung memeluk Reyhan, "reza sudah memaafkan papa, mama selalu bilang kalau memaafkan itu lebih baik dari pada mendendam.. "


Reyhan meneteskan air mata haru,ia benar-benar menyesal karena dulu tidak mempercayai zahidah dan Fadil..


saat itu juga zahidah dan Reyhan kembali ke kota, warung yang ia bangun di titipkan pada wanita remaja yang membantu nya kemarin untuk dikelola...


sampai dikota zahidah dan reza langsung diantar oleh Reyhan ke rumah yang mereka tempati dulu "carikan saja kami kontrakan mas " ucap zahidah


"Kenapa, dirumah kosong, selama kamu pergi aku sudah pindah ke rumah bunda, disana bunda hanya sendiri, kamu tidak usa khawatir kita akan satu rumah, aku tidak akan tinggal disana bersam kalian. "

__ADS_1


"Bukan ka seharusnya memang begitu, karena kita telah bercerai.. "


"kita belum bercerai za' surat cerai yang kamu tanda tangani itu sudah aku robek sebelum aku menandatangani nya... "


"Jadi kita masih sah suami istri..?


" maaf za' setelah mengetahui kebenarannya aku tidak ingin pisah dari kamu, tapi jika suatu saat nanti kamu bertemu laki-laki lain dan kamu merasa bahagia bersamanya baru lah aku akan menceraikan kamu.. "


"Lalu bagaimana jika mas yang lebih dulu menemukan perempuan lain...?


" setelah masalah yang menimpah rumah tangga kita, buat aku tidak ada lagi wanita cantik, sempur, dan sebagai selain kamu za'. Masih teringat jelas dalam pikiran saya, senyum tulus, do'a tulus perhatian tulus darimu saat dengan enteng aku menghina dan mencacimu, padahal jika orang lain yang dihina sudah pasti ia akan melawan, tapi kenapa dengan kamu tidak za...?


"Karena membalas menghina itu sama saja.. "


tak terasa mereka kini sampai dirumah, zahidah keluar dari mobil dan menatap rumahnya, rumah yang memberinya kebahagiaan sekaligus luka yang begitu dalam....


mereka masuk dan duduk disofa, bibi datang membawa minuman, zahidah terlihat kaget, kenapa tiba-tiba ada asisten rumah tangga....


setelah malam tiba, Reyhan pamit untuk kembali ke rumah, bunda sudah menunggu nya pulang. Reza yang sudah mulai merasa nyaman dengan Reyhan ingin ikut tapi dilarang zahidah......


karena Reyhan akan mengajak bunda kesini besok, setelah Reyhan pergi, zahidah membawah reza ke kamarnya, Reyhan sekarang meminta zahidah untuk kembali tidur di kamar atas bersama reza.....


setelah reza tidur, zahidah langsung kembali ke kamarnya, ia masuk dan menatap setiap sisi kamar itu, tidak ada yang berbeda, bahkan poto pernikahan mereka masih ada terpasang di dinding dan dimeja. zahidah merangkak naik ke kasur dan tidur terlentang menatap langit langit-langit kamarnya, pikiran nya kembali menerawang ke masa lalu dimana pertama kali bertemu Reyhan, dimana ia dan Reyhan menikah lalu membina rumah tangga sampai akhirnya pelakor datang menghancurkan rumah tangga mereka, dimana Reyhan banyak mengubah hidup nya dan bagaimana Reyhan memperbaiki ekonomi keluarga nya di kampung, bahkan berkat Reyhan ibu tirinya bisa berjalan kembali "apa ka aku terlalu jahat jika tidak memberi mas Reyhan kesempatan kedua, setelah semua kebaikan yang ia beri, bahkan karena masalah ini ayah meninggal dunia, bukan ka mas Reyhan juga tidak sepenuhnya bersalah, siapa pun akan salah paham jika mendapati kita dalam keadaan seperti itu. Tapi sebaiknya mas Reyhan berusaha sendiri meyakinkan hatiku kembali.. " monolog zahidah dengan


hatinya....


ke esokan harinya zahidah dan reza duduk bersantai di samping, tepatnya di kolam renang samping rumah, sesekali mereka berdua tertawa karena ula reza yang lucu dimata zahidah, dari arah samping Reyhan dan bunda menatap haru pada mereka berdua, dua insan yang sudah mereka sakiti kini telah kembali....


bunda berjalan bersama Reyhan ke arah mereka...


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2