Kisah Zahidah

Kisah Zahidah
105..


__ADS_3

Keesokan harinya kak Winda diantar oleh yeni menuju ke perusahaan bang gibran disana, kak Winda akan bekerja sebagai admin keuangan diperusahaan.....


kak Winda merasa bersyukur sebab ia mampu menjalan kan komputer meski asalnya dari kampung....


ia juga bersyukur karena karyawan disana sangat Rama dan baik, tidak seperti yang ia bayangkan, bahwa ia akan menjadi bahan olokan atau cacian karena miskin. Namun dugaannya salah, karyawan disana sangat senang dengan kehadiran kak Winda....


setelah menemui bang gibran, yeni dan bang gibran langsung mengumpulkan seluruh ketua staff untuk memperkenalkan karyawan baru.....


saat ketua staff bagian keuangan datang, Zahidah semakin bersyukur karena ketuanya seorang wanita yang sama dengan dirinya menggunakan hijab syar'i....


perusahaan bang gibran mewajibkan seluruh karyawan baik muslim maupun non-muslim untuk berpakaian yang sopan rapih tidak boleh ketat hingga menampilkan lekuk tubuh, karena menurut bang gibran ia tidak bisa menjamin bahwa semua karyawan laki-lakinya bisa menjaga pandangan.....


setelah sesi perkenalkan selesai, kak Yeni pamit pulang, dan zahidah ikut bersama ketuanya. Bang gibran yang melihat zahidah berjalan bersama staffnya tersenyum "cantik" satu kata yang lolos keluar dari mulut bang gibran....


setelah Winda menghilang, gibran kembali masuk ke ruangannya.....


Bang gibran yang masih lajang seperti nya jatuh cinta pada janda anak satu itu (Winda). "sepertinya ia perempuan baik-baik" guman bang gibran...


tak terasa waktu terus berjalan kini waktu pulang tiba, kak Winda keluar dari gedung perkantoran bersama teman staff ya sambil berbincang. Winda yang notabenya welcome dan ramah tidak sulit untuk bisa akrab dengan karyawan lainnya....


bang gibran yang kebetulan mau pulang menghampiri Winda yang sedang duduk di salah satu kursih tunggu..


"assalamu'alaikum wind.... " sapa bang gibran


. "wa'alaikumussalam pak gibran... " jawab Winda dengan sopan


"mua pulang ya....?


" iya Pak.... "


"ya udah ayo bareng, kebetulan saya juga mau kerumah Reyhan dan zahidah.... "


"nggak usa pak, saya naik taksi aja... " jawab Winda sungkan


"sudah nggak usa sungkan, ayo.... "


mau tidak mau Winda ikut masuk kedalam mobil dan melaju pergi...


"sebelumnya udah perna ya ke sini...? tanya bang gibran


" uda pernah pak, sekitar beberapa tahun yang lalu saya datang mendampingi ibu tiri saya berobat di RS dek Reyhan.... "


"oh, pantas saja saya merasa pernah melihat kami sebelum nya... "


"hemmmm... "


"anak kamu cowok atau cewek...?


" cewek pak... "


"umm.... semoga kamu betah bekerja dikantor dan juga betah tinggal di kota ini.. ' ucap bang gibran tulus


" semoga saja pak.... "


"aamiin dan semoga kamu menjadi bagian dari hidup saya... " jawab bang gibran dalam hati...


tak terasa mereka Sampai di rumah, Winda turun disusul oleh bang gibran...


"assalamu'alaikum... "salam mereka berdua


" wa'alaikimussalam jawabaa reyhan dari sofa...


"uda pulang rey....?


" iya bang, barusan... "


zahidah datang membawa air putih untuk reyhan..


"eh ada tamu mas. duduk bang gib biar zahidah buatkan minum dulu... "


zahidah kedapur.membuat minum, sementara kak Winda langsung menuju ke kamarnya untuk mandi karena gerah..


5 menit kemudian zahidah datang membawa minum untuk bang gibran.


"apa kabar bang....? tanya zahidah


" alhamdulillah sehat dek.... "


mereka terus berbincang hingga masuk waktu malam. gibran pamit pulang karena sudah ditunggu maminya dirumah....


Reza turun dari tangga mencari sarah yang sedari pulang sekolah tadi ia tidak melihat adik sepupunya itu...


"mah liat sarah nggak...?


" dikamar mungkin sayang....? jawab zahidah


Reza kembali naik ke lantai atas dan berjalan menuju ke kamar sarah dan mamanya..


tok.. tok... tok... bunyi ketukan dipintu membuat kak Winda beralih dari layar laptopnya..


klek... "reza..?


" aunty ada sarah...?


"sarah lagi mandi za.ada apa mencarinya..?


" nggak papa aunty, reza cuma mau ajak main.. "


"oh nanti aunty kasih tau... "


"oke aunty, reza dibawah ya.. "


"iya sayang.. "


pintu kembali ditutup oleh reza, sekitar lima menit, sarah keluar dari kamar mandi..

__ADS_1


"kenapa baru mandi sayang..?


" lupa mah... he. he.. he.. "jawab sarah terkekeh karena merasa lucu sendiri dengan jawabannya


" kok bisa lupa mandi sar... "


"biasa mah, ke asikan main tadi, pas liat jam eh udah mau malam... "


"oh, lain kali jangan gitu ya sayang, nggak baik mandi malam... "


"iya mah.... "


"oh iya tadi kaka reza ke sini cariin kamu, katanya mau ngajak main, dia dibawah nunggu kamu... "


"iya mah... "


Winda masuk kekamar mandi, sedangkan sarah menggunakan bajunya....


sarah merupakan anak yang pintar, diusianya yang baru menginjak 3 tahun, ia sudah bisa mandi sendiri dan neko-neko dalam hal apa pun...


bahkan sarah sudah mulai bisa membaca meskipun belum lancar...


kadang kala pemikiran nya seperti anak dewasa yang sedang galau jika di jauhi temannya...


ia akan galau dan banyak melamun. setelah selesai menggunakan bajunya, sarah tidak turun melainkan naik ke kasur mengambil HP kak Winda dan memainkan gamenya....


ia malas turun kebawah, ia masih ngambek karena kemarin di cuekin reza saat Adit datang....


clek suara pintu kamar mandi, kak Winda keluar dan melihat sarah dikasur bermain game..


"nggak turun sayang.. ?


" nggak mah... "


"kenapa.....?


" lagi nggak mood .... "


"ha... " jawab kak Winda dengan mata melotot mendengar jawaban anaknya...


"he.he.. he... he... " sarah hanya terkekeh


"dari mana lagi dengar kata itu sayang...?


" dari kak reza, sering sarah dengar... "


"ummm gitu ya... "


"iya mah. sana cepat pake baju, nanti masuk angin... "


"siap ibu negara.... "


sarah kembali memainkan gamenya dan kak Winda sedang menggunakan pakaiannya...


setelah itu kak Winda sholat magrib bersama sarah..


sedangkan sarah kembali main game.


"aunty sarah nya mana...?


" dikamar sayang, aunty udah kasih tau, tapi katanya lagi nggak mood.. "


"kok gitu.... "


"aunty juga nggak tau sayang, kamu cek aja di atas... "


"baik aunty... "


reza menuju kekamar sarah dan mengetuk pintu...


"sarah ini kak reza.... "


"ya ada apa...? jawab sarah dari dalam tanpa membuka pintu


" main yuk.... "


"malas..... "


"kenapa.... "


"lagi nggak mood... "


reza merasa kecewa dengan jawaban sarah, ia berjalan menuju ke kamarnya dan berbaring...


.


.


.


.


.


"assalamu'alaikum..... " salam zahidah dan reyhan dimeja makan.


"wa'alaikumussalam... "


"kaka ngapain, kan udah ada bibi, kaka nggak capek apa...?


" nggak papa dek... "


"kaka kalau pulang kerja istrahat aja dulu, jangan capek-capek nanti sakit lo kak.. "


"iya dek, kalian makan dulu ya, kaka panggil reza sama sarah.. "

__ADS_1


"iya kak.... "


Winda jalan menuju ke lantai atas memanggil reza dan sarah. Winda masuk kekamar melihat sarah yang sedang duduk di meja menggambar.....


"sayang ayo makan malam dulu, nanti lanjut lagi ya.... "


"baik ma'.... "


"kamu ke bawah ya, mama panggil kak reza dulu... "


"baik ma'.... "


sarah turun ke dapur, sedangkan Winda berjalan menuju kekamar reza.


"assalamu'alaikum reza... "


"wa'alaikumsalam masuk aja aunty, pintunya nggak dikunci... "


Winda masuk dan menghampiri reza yang sedang membaca buku pelajaran nya..


"makan dulu sayang.... "


"iya aunty... "


mereka turun ke dapur dan makan malam. bersama....


Sarah yang awalnya asik bercerita, kini kembali diam saat reza muncul....


"Hai sar... " sapa reza...


sedangkan sarah hanya mengangguk tanpa berniat membalas sapaan reza. zahidah yang melihat perubahan sarah merasa ada yang salah, biasanya sarah akan duduk di samping reza dan mengobrol banyak hal, tapi kenapa sekarang mendadak berubah jadi pendiam...


"sarah sayang kenapa...? tanya zahidah


" nggak papa aunty... " jawab sarah


"sarah yakin..... "


"iya aunty.... "


mereka kembali lanjut makan malam bersama dengan tenang tanpa ada cerita seperti biasanya...


sekitar beberapa menit, mereka selesai, sarah langsung mengangkat piring nya kedapur dan menyimpannya di wastapel pencuci piring, lalu kembali ke kamarnya...


Winda dan zahidah melongo melihat sikap anak itu yang tiba-tiba berubah...


"ke sambat apa dia ka Winda....? tanya zahidah


" mana kaka tau, dia memang seperti itu tadi pas kaka pulang, kaka suru dia main sama reza tapi katanya lagi badmood... "


"hahahha badmood, ada-ada aja bocil sudah tau badmood.. " jawab zahidah tertawa....


mereka kumpul di ruang TV sedangkan Reyhan masuk ke dalam ruang kerjanya melanjutkan pekerjaan nya yang belum selesai...


"Gimana kerjanya kak.... " tanya zahidah


"alhamdulillah lancar, karyawan disana ramah dan baik-baik.... "


"itu sudah peraturan di perusahaan keluarga kak Reyhan, jika ada yang bersikap kasar, sombong, semenah-menah, maka ceo tidak akan segan-segan memecatnya....


"oh begitu, bukankah itu peraturan yang sangat baik, secara tidak langsung, peraturan nya mendidik karyawan untuk selalu bersikap baik dan rendah hati... "


"iya kak, makanya aku setuju kaka kerja disana.... "


"makasih ya dek.... "


"Sama-sama Kak, kita saudara, sudah sepatutnya kita saling melengkapi... "


"iya dek, eh kaka tiba-tiba kangen keluarga dikampung... "


zahidah mengambil ponselnya dan menghubungi kak burhan..


"assalamu'alaikum kak..... " sapa. zahidah dan Winda...


"wa'alaikumsalam dek... "


"lagi ngapain kak....?


" biasa lagi nonton sebelum tidur... "


"ibu mana..... "


"tuh... sambil mengalihkan kamera depan menjadi kamera belakang, dimana tampak ibu tengah menonton TV di depan kak burhan bersama beberapa ibu-ibu yang datang menonton TV.. "


"wih seru kali la kak, ramai... "


"ramai, tapi sayang kaka kesepian, sendiri laki-laki... " jawab kak burhan lesu


"hahaha.gabung aja la kak, siapa tau ada di diantara mereka yang memiliki anak gadis, yang bisa di jodohkan untuk kaka... " ledek Winda dan zahidah..


"Dasar adek laknat semua... "


"hahhaha..... "


tutt.... panggilan vc berakhir karena dimatikan kak burhan..


zahidah dan Winda tertawa di ruang TV bersama, karena berhasil mengerjai sang kaka...


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2