
dan kini menunya sudah jadi, dan sudah terhidang di tempat. waktunya panggil warga lain untuk datang makan bersama.
gambar di ambil dari Google sebagai gambaran aja ya kak.
#
setelah semua warga kumpul, mama langsung memanggil zahidah dengan suaminya serta bapak.....
mereka semua makan malam dengan bahagia. sederhana tapi bermakna bagi mereka....
Reyhan dan bunda ikut merasakan bahagia nya bisa berkumpul dan makan bersama seperti ini. masakan warga yang sangat enak dan nikmat karena dipetik langsung dari kebun......
sedangkan ikan dan udang nya langsung dipanen dari kolam mereka. kalau daging sudah pasti dibeli dipasar.....
setelah makan mereka langsung bubar dan kembali kerumah masing-masing untuk istrahat sedangkan bunda dan Reyhan langsung tidur karena kekenyangan...
sedangkan mama, setelah mandi mama memilih berbaring diatas ranjang, Tiba-tiba bapak masuk.
bapak duduk disamping mama, bapak meminta mama untuk duduk karena ingin berbicara. mama yang notabenya istri taat menuruti perintah bapak..
setelah mama duduk bapak mulai meminta maaf atas kesalahannya selama ini. mama memilih diam...
"kenapa diam...? tanya bapak
" nggak papa, uda dimaafin. saya mau tidur.. "jawab mama
mama tidur menyamping menghadap mama. mama adalah wanita yang taat pada suami semarah dan sekecewa apapun mama pada bapak, mama tidak akan perna berbuat hal yang bisa membuat malaikat melaknat dirinya. Begitu juga dengan bapak, ia tidak akan pernah dengan sengaja menyakiti hati istri-istrinya kecuali jika ia salah paham......
bapak ikut tidur terlentang, bapak ingin tidur menyamping juga tapi entah kenapa ia merasa malu untuk berharap dengan mama. pikiran bapak jauh menerawang membayangkan bagaimana perasaan istri ketiganya ini selama lima tahun ia abaikan, dan bagaimana nasib putri pertamanya diluar sana selama lima tahun....
membayangkan semua itu rasa sesak datang menyerang hati bapak. bagaimana bisa ia melakukan kesalahan itu...
kenapa dirinya begitu bodoh mempercayai semua fitnah sedangkan dirinya sendiri lah yang mendidik sang putri.....
bapak melirik ke arah mama yang sudah tidur. Sedang dikamar sebelah, zahidah yang tidak bisa tidur terus saja bergerak ke kiri dan kanan. Reyhan yang sudah tidur terbangun karena gerakan zahidah yang mengganggu..
"kenapa sayang...?
" eh mas bangun, maaf ya.. "
"ia, kamu kenapa gelisah gitu..?
" nggak tau mas, mata ku nggak mau tidur... "
"ummm.sini tidur nya mas peluk.. "
__ADS_1
zahidah mendekat dan menjadikan lengan Reyhan sebagai bantal, kemudian Reyhan memeluk zahidah sambil mengusap punggung zahidah.
tidak lama. kemudian Reyhan dan zahidah tidur.
ke esokan paginya, saat mama, bunda, bapak, kak Reyhan sedang duduk di teras rumah, zahidah masuk kedalam rumah, ia membersihkan rumah dari dapur sampai ke depan. Reza yang sedang asik bermain dengan kucing tetangga selalu ditatap oleh bapak. bapak ingin memeluk reza tapi bapak takut reza tidak mau...
bapak terus saja memperhatikan reza bermain. bapak merasa menyesal sudah membuang mereka....
siang hari....
usai sholat dzuhur. saudra zahidah datang karena tadi pagi bapak menelpon mereka, dan menceritakan semua yang terjadi, mereka menyesal terutama kak ana dan kak winda yang waktu itu sempat menampar zahidah...
mereka datang untuk meminta maaf pada zahidah. kak ana menangis dalam pelukan zahidah. ia menyesal sudah tidak mempercayai adiknya itu, namun zahidah hanya diam mematung tanpa berniat sedikit pun untuk membalas pelukan mereka.....
kak ana melepaskan pelukan nya karena tidak mendapatkan balasan dari zahidah, kak ana mundur dan giliran kak Winda yang maju, kak winda melakukan hal yang sama memeluk zahidah dan meminta maaf namun hal yang sama juga zahidah hanya diam tanpa membalas pelukan dan ucapan saudaranya.....
hati zahidah terlalu kecewa dengan mereka, Hati zahidah sakit saat datang melihat kondisi mama yang sedang sakit tapi tidak ada satupun saudaranya yang datang menjenguknya....
zahidah kembali masuk kedalam rumah dan langsung menuju ke tempat pencucian baju dibelakang, zahidah mencuci semua pakaian kotor dan menjemur nya....
kak ana dan kaka zahidah yang lainnya sedikit terenyuh melihat sikap zahidah yang berubah, zahidah yang mereka kenal adalah zahidah yang baik hati, lembut. namun zahidah yang sekarang adalah zahidah yang dingin tanpa ekspresi. "maaf kami terlalu dalam menyakitimu dik" batin kak ana....
setelah menjemur zahidah lanjut memasak dibelakang, kak winda berjalan kedapur membantu zahidah, meski zahidah mendiaminya, kak winda tetap membantu zahidah. "Di saat kak winda sedang asik menggoreng ikan, ada anak kecil yang datang memanggilnya..
" mama lagi goreng apa...? tanya anak kecil itu yang berjenis kelamin perempuan
"mama lagi goreng ikan nak... " Jawab kak winda.
"sarah kenalin ini aunty zahidah. aunty ini saudara mama... " ucap kak winda
"halo aunty nama aku sarah, aku anaknya mama winda.
" Hai cantik nama aunty zahidah, panggil aja aunty zahidah atau idah ya... "jawab zahidah tersenyum
kak winda yang melihat zahidah tersenyum, ikut senang.
setelah itu sarah pergi dan bermain kembali dengan reza di luar. sedangkan zahidah setelah kepergian sarah ia kembali bersikap dingin...
.
.
.
dua tahun yang lalu kak winda telah menikah dengan salah satu pria dikampung sebelah, namun nasib baik tidak berpihak kepadanya. suami kak winda meninggal saat sarah masih dalam kandungan. suaminya meninggal karena suatu kecelakaan kerja. suami kak winda meninggal karena tertimpah tiang rumah disalah satu rumah warga di kota kebakaran. yah suami kak winda bekerja sebagai pemadam di kota palopo yang jaraknya dengan kampung tidak terlalu jauh, hany menempuh perjalanan selama kurang lebih tiga jam...
hingga sampai sekarang kak winda menjanda, membesarkan sarah seorang diri. kak winda sekarang membuka tokoh kecil dirumah yang tokohnya menjual sembako yang dibutuhkan masyarakat....
.
__ADS_1
.
setelah makan siangnya siap, kak winda kembali ke teras dan duduk bersama yang lain. tidak lama kemudian adzan berkumandang, mereka segera bersiap untuk sholat.....
setelah sholat, mereka makan bersama, reza terlihat sangat akrab dengan sarah walau baru berkenalan tadi pagi...
setelah makan mereka kembali pamit pulang, sedang kan bapak menghampiri zahidah yang sedang duduk di ruang depan menonton TV..
"boleh bapak bicara dengan mu nak..?
" silahkan pak...?
"bapak ingin minta maaf atas kesalahan bapak. itu pun jika kamu berken memaafkan bapak... "
"bapak bicara apa. zahidah sudah memaafkan bapak, bagaimana pun bapak juga hanya korban... "
"Terima kasi nak... "
"maaf Pak, zahidah mau tanya, itu kak winda sudah menikah ya..?
bapak menghela napas panjang mendengar pertanyaan bapak. bapak merasa sesak mengingat kembali kisah hidup putrinya yang satu itu....
" sudah nak. tapi suaminya meninggal saat sarah masih dalam kandungan.. "
"innalillahi wa inna ilaihi rojiun... "
"iya suaminya meninggal karena kecelakaan kerja, sarah sangat merindu kan sosok papa. sering kali ia menanyakan keberadaan papanya, karena ia belum mengerti apa itu meninggal.. "
zahidah merasa ibah dengan kakanya itu.
"apa kak winda tidak ingin menikah lagi..?
" tidak ada yang mau karena mereka semua hanya ingin menikahi kakamu tapi tidak mau menafkahi sarah.. "
"ya Allah.... "
"bapak minta tolong dengan mu, jangan membencinya, ia kakamu. selama lima tahun ini, winda tidak pernah melupakan mamamu, ia sering datang sebelum ia membuka tokoh. tapi karena sudah sibuk membuka tokoh kini ia jarang datang melihat mama. winda hanya berpenghasilan dari tokoh itu... "
zahidah merasa menyesal telah mendiami kakanya itu...
.
.
.
.
.
__ADS_1
.