Kisah Zahidah

Kisah Zahidah
106...


__ADS_3

setelah bercerita sekitar beberapa menit, zahidah dan Winda masuk kekamar masing-masing. sampai dikamar zahidah melihat kamar yang masih kosong, ia berjalan menuju ke ruang kerja suaminya..


"mas mau aku buatkan kopi...?


" nggak usah, mas udah selesai ini, cuman ngecek email aja... "


"oh.... " zahidah keluar daru ruangan itu dan berjalan menuju ke kamar kembali, ia masuk kedalam kamar mandi mencuci kaki dan muka terlebih dahulu, lalu berwudhu. setelah itu ia naik keatas kasur dan tidur..


Reyhan masuk kekamar dan melihat zahidah yang sudah tidur, ia tersenyum dan berjalan ke sisi zahidah, Reyhan duduk dan mengusap lembut wajah zahidah.....


setelah puas menatap istrinya, Reyhan berjalan kekamar mandi membersihkan wajah dan mencuci kakinya. lalu ikut zahidah tidur tanpa ada pelukan....


keesokan harinya, Reyhan dan Winda berangkat kerja bersama. zahidah yang melihat Reyhan pergi tanpa pamit padanya merasa kecewa, entah mengapa tiba-tiba hatinya sakit, dada terasa sesak. apakah ketakutan nya beberapa hari ini benar-benar terjadi....


Reyhan dan Winda yang menuju kekantor tersenyum saat mengingat wajah zahidah yang sedih."apa aku keterlaluan kak..? tanya Reyhan pada Winda..


"kalau keterlaluan mungkin. tapi ini kan hanya sandiwara demi berjalannya rencana kita dengan baik... " jawab Winda


"aku nggak sabar kak... "


"sabar.nanti malam baru lepas kangen-kangennya... "


Reyhan tersenyum mendengar itu. tak terasa mobil Reyhan masuk ke halaman perkantoran nya. Reyhan turun dan meminta sopirnya untuk mengantarkan kak Winda ke perusahaan bang gibran...


jarak dari perusahaan reyhan ke perusahaan gibran hanya ditempuh sekitar 10 menit saja..


sampai disana, Winda langsung menuju ke ruangannya, ia duduk dan tersenyum sembari membaca bismillah mengawali kegiatannya hari ini..


sementara di rumah bunda pamit pada zahidah berkunjung ke salah satu pondok pesantren yang sering di datangi ayah semasa hidupnya..


sampai disana, bunda disambut hangat oleh pemimpin dan beberapa pengurus yang ikut menyambut bunda. Bunda dipersilahkan masuk ke kantor dan mengobrol dengan pimpinan disana. setelah mengobrol beberapa hal, bunda di ajak oleh salah satu ustadzah mengelilingi beberapa kelas. Melewati beberapa kelas, bunda berhenti disalah satu kelas yang santri nya sedang belajar, berulang kali bunda mengucek matanya, takut penglihatannya salah, namun hasilnya tetap sama guru yang sedang mengajar adalah orang yang sangat dirindukan bunda selama 5 tahun ini....


ustadzah yang melihat itu bertanya ada apa gerangan.


"maaf ibu kenapa..?


" nak saya mau tanya ustadzah yang sedang mengajar itu namanya siapa ya...?


"oh itu namanya ustadzah Nur Husna, dipanggil ustadzah husna, beliau guru baru disini, beliau dari pelosok desa yang dikirim yayasan ke pondok ini karena kekurangan pengajar.... "


"Apa namanya hanya Nur Husna...?

__ADS_1


" iya bu' berdasarkan datanya, beliau nama lengkap nya Nur Husna... "


"Saya seperti mengenal beliau, tapi namanya Nur Husna Abraham.. "


"saya kurang tau itu bu'...


Tiba-tiba santri keluarga karena waktu belajar sudah selesai, bertepatan saat Husna keluar, bunda berbalik dan melihat Husna yang berdiri tegang melihat sosok yang begitu ia rindukan juga, namun tidak berani menemui nya karena ia sadar diri, ia sudah diusir dari rumah....


Husna tersenyum lalu menunduk dan berjalan menuju ke kantor menghindari bunda, namun baru beberapa langkah bunda sudah memanggilnya..


"Assalamu'alaikum ustadzah Husna... " sapa bunda dengan mata berkaca-kaca


"wa'alaikumussalam bu' ada yang bisa saya bantu....?


bunda mendekat lalu memeluk Husna dengan tangis pilu, merasa sesak karena telah menelantarkan putri semata wayangnya selama ini hanya karena kesalahpahaman...


" apa kabar sayang.... "


Husna serasa tidak percaya, pelukan yang ia rindu kan selama ini kini bisa ia rasakan lagi...


bunda yang merasa pelukan nya tidak dibalas melepaskan pelukannya dan menatap Husna yang nampak sudah berbeda, Husna sekarang terlihat lebih dewasa, tapi yang mengiris hati bunda, tubuh Husna yang sekarang sangat kurus, tidak seperti dulu....


"Boleh ka bunda menyentuh wajah mu...?


bunda memegang kedua pipi Husna, menciumnya beberapa kali, lalu kembali memeluk tubuh husna


"Bicaralah husna, tolong bicaralah sekalipun kamu mau memaki bunda, bunda akan Terima, tapi tolong bicara lah jangan diam begini


" maafkan bunda sayang, tolong maafkan bunda, mungkin ke salahan bunda besar dan sulit dimaafkan tapi asal kamu tau beberapa tahun ini bunda selalu berdo'a agar kembali bertemu dengan kamu putri semata wayang bunda. bahkan kaka kamu reyhan sudah menyuruh suruhan nya mencari kamu, tapi kamu begitu pandai bersembunyi sehingga sulit kami menemukan mu.....


Husna menangis, air mata yang ia tahan sekuatnya ternyata lolos juga, ia terisak dalam pelukan bunda, sejujurnya ia kecewa dengan bunda dan kakanya reyhan itu tapi ia tidak bisa berbohong bahwa ia juga rindu dengan mereka, hidup seorang diri selama beberapa tahun ini sungguh menyiksa diri nya ya terbiasa hidup dikelilingi orang....


"Sayang jangan menangis saja, bicaralah, bunda siap mendengar walapun itu makian untuk bunda.... "


"bun... bun... bunda husna rindu.... " akhirnya lolos juga kata yang sedari tadi begitu sulit ia ucapkan.....


"Sayang maafkan kami..... kami juga rindu dengan mu, kita pulang ya kerumah... "


"Husna tersenyum dan menganggukkan kepalanya.. "


ustadzah yang menemani bunda tadi ikut terharu melihat pertemuan itu, ternyata ustadzah Husna adalah putri bunda yg sering ia ceritakan ketika datang menyumbangkan dan meminta do'a agar bertemu kembali...

__ADS_1


"kita lanjut ngobrol nya di kantor aja ya bu'... " ajak ustadzah


"ah iya nak..... "


mereka bertiga berjalan beriringan menuju ke kantor.


setelah lama mengobrol, bunda membawah Husna balik kerumah, tak lupa bunda mengirim kan pesan kepada reyhan dan sepupunya yang lain kalau husna sudah ketemu...


sampai dirumah, zahidah tidak percaya jika adik ipar nya yang sangat ia sayangi sudah didepan mata..


zahidah berdiri memeluk husna dengan air mata yang menetea, bagaimana tidak menangis, karena husna diusir dari rumah karena telah membela dirinya...


"apa kabar dek....?


" alhamdulillah baik kak..."


"kenapa baru pulang dek...?


" maafkan husna kak... "


Tiba-tiba terdengar suara deru mobil dan motor yang ramai diluar..


"assalamu'alaikum "salam mereka berlari masuk kerumah...


" wa'alaikumussalam "jawab bunda, husna dan zahidah..


ternyata yang datang adalah reyhan bersama semua sepupu dan tante om nya..


mereka memeluk husna satu persatu melepaskan rindu yang begitu dalam...


husna terharu melihat saudara dan sepupunya begitu bahagia menyambut kepulangannya....


.


.


.


.


.

__ADS_1


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan..


jangan lupa dukungan ya...


__ADS_2