
Pagi hari.......
setelah sarapan mereka duduk di teras rumah menikmati udara segar...
zahidah menyampaikan niatnya untuk membawa ibu kekota, jika tidak ingin menetap disana, setidaknya ibu bisa berlibur, biar bisa melihat dunia kota....
bapak yang mendengar niat zahidah tersenyum dan juga ikut menyuruh istrinya itu untuk ikut zahidah ke kota sementara waktu bapak yang akan menjaga rumah....
"emang bapak nggak mau ikut juga..,... "
"ndak nak, rumah tidak bisa ditinggal, banyak hewan peliharaan yang harus di beri makan, ada kebun yang harus di rawt. biarlah ibu dulu yang pergi nanti jika ibu sudah kembali baru ayah lagi... "
"ide bagus pak...... "
Ibu yang tidak memiliki alasan lagi mau tidak mau harus ikut dengan menantu dan anaknya....
tepat jam sepuluh pagi. Bapak menyuruh zahidah untuk silaturahmi ke rumah ibu tiri dan saudara lainnya....
setelah siap, zahidah berjalan ke rumah tantenya yang ada di depan rumah, berniat meminjam motor sepupunya itu. Tapi motor matic mau di pake sepupunya. Jadi yang bisa zahidah pakai hanya motor trailer....
zahidah kembali ke rumah dan bertanya pada rayhan, apa bisa menggunakan motor itu atau tidak. Ternyata rayhan bisa karena dulu sewaktu sekolah rayhan menggunakan motor trailer..
"motor gini tu enak di pake di kawasan gunung begini sayang... "
"iya, zahidah tau, cuman zahidah takut kaka nggak bisa pake.... "
"bisa lah... "
setelah pamit pada bapak dan ibu zahidah dan rayhan langsung berangkat ke kampung sebelah....
sekitar dua puluh menit mereka sampai dirumah ibu tiri yang pertama.
senyum ramah menjadu sambutan untuk zahidah dan rayhan saat tiba disana. zahidah berjalan mendekati ibu tirinya yang sedang duduk di salah satu kursi. Ibu tiri zahidah ini mengalami lumpuh ringan, dia tidak akan bisa berdiri sendiri tanpa bantuan. zahidah menyalami dan duduk di dekat ibu tirinya. Begitu juga dengan rayhan yang ikut menyalami nya.....
ponakan zahidah yang bernama hidayah masuk kedalam rumah dan memberi tahu orang tuanya jika tante zahidah datang...
kak ana.. ya kak ana nama kakanya zahidah itu langsung keluar menyambut zahidah dan suaminya. setelah bersalaman kak ana kembali masuk ke dapur membuatkan minum untuk rayhan dan zahidah...
memberi minum seperti air putih, kopi, teh dan minum lainnya adalah ciri khas orang bastem. bahkan jika tamunya akan lama singgah atau bersilaturahmi, orang bastem akan memasak dan melayani tamu itu....
setelah membuat kopi dan teh, kak ana keluar membawah minum dan duduk bersama zahidah dan rayhan. banyak pertanyaan yang di ajukan ibu tirinya zahidah, mengenai kesehatan, keadaan dan lain-lain, sebagaimana ibu-ibu pada umumnya....
__ADS_1
Banyak yang mengatakan jika ibu tiri itu kejam. Tapi tidak bagi zahidah. karena tidak semua orang itu sama, buktinya ibu tiri zahidah yang ada dua, mereka menyayangi zahidah dengan tulus seperti anak sendiri...
setelah hanya sekedar menjadi pendengar, rayhan kini ikut bicara menanyakan perihal ke adaan ibu yang lumpuh, sudah berapa lama, bagaimana bisa lumpuh, dan sebagainya......
rayhan merasa jika ibu masih bisa sembuh jika di terapi dengan teratur, tapi juga harus pada rumah sakit yang pelayanannya bagus..
kak ana tersenyum dan juga mengatakan jika sebelum nya ibu sudah melakukan terapi satu kali dalam sebulan, namun berhenti karena kendala biaya. Kak ana hanya ibu rumah tangga biasa, sedangkan suaminya hanya seorang ustadz dan petani, suami nya hanya akan di bayar jika dia ceramah di pesta atau acara besar, itu pun tidak seberapa karena suami kak ana tidak menuntut banyak, seiklasnya saja....
kak ana juga memiliki banyak anak. tiga di antaranya yang sudah berkeluarga tetapi juga tinggal dikampung berkebun, dan dua nya masih sekolah.....
sedangkan biaya terapi ibu satu kali memakan biaya satu jutaan. Kak ana memiliki saudara kandung juga yang bekerja, tapi mereka bekerja sebagai pelaut yang jazanya digunakan hanya beberapa bulan sesuai dengan kontrak..
rayhan yang mendengar itu hanya tersenyum dan melihat ke arah kak ana dan ibu.
"za.. apa kamu setuju jika kaka membawah ibu juga ke kota untuk berobat.... "
"setuju aja kak. Tapi zahidah juga nggak punya dana, ada si tapi paling cuman bisa berjalan selama tiga bulan.. "
rayhan tersenyum kembali dan melihat ke arah kak ana
"kalau kak ana, apa kaka setuju...?
" kaka si setuju aja dek. tapi jujur kami nggak punya biaya, kaka sangat berharap ibu bisa kembali jalan.. "
ibu diam dan meneteskan air mata
" ibu sangat mau nak. Tapi.... (ibu diam)
"ibu tidak perlu memikirkan biaya, rayhan yang akan menanggung semuanya. ibu hanya perlu niat atau tidak untuk sembuh.. "
"ibu sangat niat nak. ibu tidak mau terus menerus merepotkan anak-anak ibu.. "
"baiklah, ibu besok ikut kami ya kekota... "
kak ana menangis haru.ia tidak pernah menyangkah jika zahidah yang nitabenya hanya anak tiri ibu dapat membawa rezeki untuk ibunya..
kak ana berdiri dan langsung memeluk zahidah
"makasih banyak dek....?
" kaka jangan gini. kita ini keluarga, sudah sepatutnya saling membantu.. "
__ADS_1
kak ana melepaskan pelukan nya melihat ke arah rayhan, Terima kasih berulang kali di ucapkan kak ana untuk rayhan...
"besok ibu di rumah juga akan ikut ke kota, jadi ada yang akan menemani ibu nanti disana. kak ana juga jika mau ikut boleh... "
"nanti kaka bicarakan dengan suami kaka kalau dia sudah balik dari kadang... "
"ya udah kak. kamu pamit dulu ya, masih mau ke rumah ibu tengah... "
"iya dek, ibu tengah ada dirumah... "
ibu tengah adalah ibu tiri yang kedua, sedang yang sekarang ada ibu tiri pertama
mereka menuju ke rumah ibu tengah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah kak ana..
Dirumah ibu tengah nampak ramai ibu-ibu yang lagi kumpul
Rumah ibu tengah adalah rumah yang sangat kerap menjadi tempat nongkrong warga, karena halaman yang luas dan ibu tengah juga memiliki beberapa anak cowok...
zahidah turun dari motor dan melepas helmnya
ibu-ibu yang melihat ternyata zahidah langsung tertawa, karena tadi mengira siapa gerangan yang datang, ternyata zahidah..
zahidah bersalaman dengan ibu-ibu itu. rayhan yang dibelakang hanya tersenyum. karena diantara ibu-ibu itu tidak ada ibu tengah ibu tiri zahidah. zahidah langsung masuk dan melihat ibunya yang lagi membuat teh..
zahidah langsung mendekat dan memeluk ibu tengah itu. ibu tengah yang kaget langsung terpekik kaget dan bahagia saat tau yg memeluk adalah zahidah
"dengan tawa yang keras ibu zahidah ikut kembali memeluk zahidah.
ibu tengah ini adalah ibu tiri zahidah yang paling ceriah orang nya dan sangat welcome...
setelah itu zahidah keluar dari dapur dan duduk di depan TV bersama rayhan....
.
.
.
.
.
__ADS_1
.