
Setelah puas melepaskan rindu, mereka duduk rata dibawah karpet yang direntangkan bunda agar mereka duduk sama rata, karena jumlah mereka tidak memadai untuk duduk disofa...
sedangkan zahidah memilih kedapur membuat makan malam karena sebentar lagi masuk waktu malam....
Sementara dikantor, Winda bingung karena tiba-tiba saja pak gibran tidak ada diruangan nya padahal beliau tidak pernah meninggalkan ruangan jika tidak ada hal lain. Winda belum mengetahui keadaan yang terjadi...
Winda membawah kembali laporan yang akan ditanda tangani pak gibran ke ruangan nya, ia kembali melanjutkan pekerjaan nya karena waktu pulang masih ada satu jam....
tidak terasa satu jam telah berlalu, Winda pulang menggunakan menggunakan taksi, sampai dirumah, Winda sedikit heran karena banyak nya jumlah kendaraan yang terparkir di halaman rumah, Winda masuk mengucapkan salam dan dijawab serempak oleh mereka...
Winda sedikit terkejut karena diruang keluarga begitu banyak orang...
Bunda tersenyum lalu berdiri dan memperkenalkan Winda pada sepupu reyhan yang belum mengenal Winda..
Winda yang mengenal husna karena sebelumnya husna pernah ikut kekampung, Winda berdiri dan menyalami Winda
"apa kabar kak Winda...?
" masya Allah ini kamu dek, alhamdulillah kaka baik. kamu kemana aja...?
"husna nggak kemana-mana ko kak.. " jawab husna tersenyum...
"tambah cantik deh sama penampilan nya yang lebih soleha... "
"makasih kak Winda.... "
Tiba-tiba sarah muncul dan memeluk mamanya
"mama sudah pulang....?
" iya sayang, ada apa...?
"tidak apa-apa mah...?
" ini anaknya kak Winda....? tanya husna
"iya dek... "
"cantik kayak kaka... "
"bisa saja kamu dek... "
"serius kak.... "
"makasih dek, kaka ke atas dulu mau mandi... "
"ah iya kak.... "
sementara dibarisan ke lima ada gibran yang tersenyum melihat interaksi Winda dan husna, tapi gibran lebih bahagia melihat lembut nya Winda terhadap anaknya....
"aku semakin mengagumi mu Winda... " ucap dalam hati gibran
setelah mandi, Winda mengajak sarah turun ke dapur membuat makan malam. mereka berdua turun beriringan dan berjalan menuju ke dapur, disana sudah ada yeni, zahidah dan mamanya yeni...
"masak apa....? tanya Winda
" entahlah kak, ini hanya sekali menunya.. " jawab yeni
sementara zahidah hanya tersenyum melihat wajah cemberut yeni...
"hemm aku tau ini rencana siapa... " ucap Winda tertawa..
"kalau mau bantu, ya bantu. tidak usa menyindir ku kak.... " jawab zahidah
"hahh.. haaa. hhhaaa. " tawa yen dan Winda bersamaan
sementara sarah duduk memainkan bonekanya di meja makan, sedangkan reza bermain bersama Adit...
"sayang kenapa tidak gabung bersama kak reza dan kak adit... " tanya zahidah
"Tidak aunty... " jawab sarah tersenyum
tak terasa magrib telah tiba, mereka semua sholat magrib dengan di imami gibran. gibran yang awalnya enggan menjadi semangat saat melihat sarah dan Winda masuk ke aula...
usai sholat magrib mereka makan bersama dengan bahagia, husna terharu dengan semua ini, ia pikir jika ia tidak akan pernah lagi merasakan suasana seperti ini, tapi ternyata Allah Maha Baik, Allah mendengar do'a - do'anya selama ini...
__ADS_1
tepat jam 10 malam mereka pamit pulang, karena besok mereka akan beraktifitas, ada yang sekolah, ada yang kuliah, ada yang bekerja....
seperti mereka, rumah terasa sunyi, karena tadinya ramai suara canda dan tawa mereka...
Winda masuk ke kamarnya namun tiba-tiba reyhan datang dan memanggilnya.
"kak Winda.... " panggil reyhan pelan
"astaghfirullah dek.... "
"hehe.. maaf aku mau tanya, gimana rencana kita ini.... "
"Besok siang saja, karena malam ini tidak jadi... "
"tapi kak.... "
"sudah.. kalau kamu buat besok, aku yakin zahidah akan semakin merasa jika kamu mulai melupakan nya... "
"wah betul juga ide kaka.... "
"ya sudah kaka mau istrahat, ngantuk nih... "
"ah iya kak, maaf.... "
winda masuk dan tidur disamping sarah, entah mengapa Winda merasa jika beberapa hari ini sarah seperti aneh..
"ada apa dengan mu sayang...? guman Winda sembari membelai wajah sarah yang sudah mulai beranjak besar, tahun depan ia akan sekolah...
*
*
*
*
Sementara dikamar sebelah, Reyhan sengaja tidur duluan, di saat zahidah masuk ia menghela nafas, Lagi-lagi suaminya tidur duluan tanpa menunggu nya, padahal sbeleumya mereka pasti selalu bertukar cerita terlebih dahulu sebelum tidur, namun beberapa hari ini zahidah merasa suaminya berbeda...
"ada apa denganmu mas....? ucap zahidah dalam hati, sedangkan tangan kanan menggenggam tangan Reyhan, dan tangan kiri membelai wajah teduh suaminya...
setelah puas membelai wajah suaminya, zahidah masuk ke kamar mandi membersihkan diri lalu ikut tidur menghadap suaminya yang tidur terlentang....
Sementara reza belum tidur, ia masih duduk bersandar pada dipan ranjangnya, ia merasa bahagia karena ternyata aunty yang sangat ingin ia lihat kini telah kembali, selama ini reza hanya mendengar nama nya saja disaat mama zahidah menceritakan tentang aunty husna....
Dikamar bunda, nampak bunda tidur sambil memeluk husna dengan erat, seakan bunda takut jika husna akan pergi lagi....
husna berbalik dan membelai wajah bunda, ia tersenyum.. "Terimakasih ya Allah, telah menyatukan keluarga husna kembali, meski tanpa ayah... " ucap husna sambil melirik ke arah meja yang diatasnya terletak poto ayah dan bunda...
tidak lama kemudian mereka tertidur dengan lelap dalam gelapnya malam.
Keesokan harinya mereka kumpul diruang makan untuk sarapan, kembali lagi winda memperhatikan sarah yang nampak lebih banyak diam, padahal biasanya Putri nya itu paling banyak bicara, apa lagi jika ada reza...
usai sarapan, zahidah dan Reyhan berangkat kerja diantar sopir, sementara husna tidak masuk mengajar karena permintaan bunda. zahidah yang lagi-lagu di abaikan Reyhan merasa sedih...
"semoga kamu selalu dalam lindungan Allah mas... " do'a zahidah dalam hati menyertai perjalanan suaminya ke Kantor..
zahidah masuk ke kamar dan memandang poto suaminya lewat layar HP nya, ia merasa sangat rindu dengan suaminya itu.
"aku merindukan mu mas, setiap malam kita tidur bersama, tapi aku merasa kita jauh mas... " ucap zahidah disela tangisnya..
hari ini reza diantar oleh husna dan bunda ke sekolah atas permintaan dirinya, ia merasa sangat bahagia, sampai ia lupa dengan adik sepupunya sarah, tanpa reza sadari sarah telah merasa terabaikan dirinya....
sementara zahidah, Reyhan dan gibran, sedang membuat suprise untuk zahidah nanti malam, ya hari ini zahidah berulang tahun, tapi mereka baru sempat membuat suprise nya untuk nanti malam, harusnya hari ini, tapi karena mereka disibukkan dengan kembalinya sosok husna...
"perfect.. " ucap Reyhan, ia merasa senang dengan hasil dekorasi mereka yang di buat di pinggir pantai. ia tidak sabar menanti waktu malam tiba, tanpa mereka sadari telah masuk waktu ashar.....
sedangkan gibran ia terlalu semangat membuat dekorasi karena di temani Winda, sang sekretaris yang mampu menarik perhatiannya, ia merasa telah jatuh cinta pada janda satu anak itu...
"Aku berharap suatu hari nanti kita akan menjadi keluarga. membangun rumah tangga yang bahagia.. " do'a gibran dalam diam.....
setelah usai sholat magrib, Reyhan mengajak semua orang rumah untuk ikut dengan dirinya..
"Kita mau kemana mas...? tanya zahidah dalam kamar
" maafkan aku, sebenarnya beberapa hari ini aku dekat dengan perempuan lain, dan rencana nya malam ini aku akan melamarnya di pinggir pantai.... " ucap Reyhan pura-pura, padahal dalam hati ia sangat terpaksa...
__ADS_1
"Apa mas bilang, mas mau menikah lagi. kalau mas sudah tidak mencintai ku, kenapa mas mengajak ku kembali membangun rumah tangga, kenapa mas memohon-mohon untuk aku beri kesempatan kedua....?
" kenapa mas... ?
"jawab aku mas....?
tanya zahidah berturut-turut karena ia sangat sakit dan kecewa dengan suaminya itu, ternyata apa yang ia pikiran beberpa hari ini itu benar...
" maafkan aku... " ucap Reyhan menunduk, ia tidak sanggup melihat air mata zahidah, tapi demi lancarnya sebuah rencana, ia terpaksa melakukan ini semua...
"aku benci kamu mas, aku tidak mau ikut, lebih baik kita cerai.... " jawab zahidah
"baiklah kita akan bercerai tapi untuk terakhir kalinya tolong ikut aku, anggap saja ini sebagai permintaan terakhir aku... " ucap Reyhan memohon..
"baiklah, tapi setelah ini kita bercerai, hak asu reza jatuh ke tangan aku mas... "
"iya... "
mereka berangkat bersama-sama, zahidah tetap menangis, sedangkan yang lain hanya dia, mereka ikut menjahili zahidah....
sampai disana, zahidah semakin hancur melihat betapa indahnya dekorasi yang Reyhan siapkan untuk tunangannya...
Zahidah berjalan duluan, ia penasaran dengan perempuan yang berhasil merebut suaminya, namun disaat ia sampai di ujung karpet, bunyi petasan bersaut-sautan berbunyi, zahidah menatap kelangit, dan masya Allah diatas sana tertuli sebuah ukiran.. "Barakallah fiikum istri sholehaku zahidah". zahidah membekap mulutnya sendiri karena merasa terharu, ia terlalu sibuk memikirkan perubahan suaminya sampai ia lupa dengan tanggal ulang tahun nya.....
Reyhan berjalan mendekat membawah bunga dan memberikan pada zahidah
" selamat ulang tahun sayang... " ucap Reyhan berjongkok dihadapan zahidah yang sedangkan menangis...
zahidah menerima bunga itu, Reyhan berdiri dan memeluk zahidah, ia merasa bersalah telah membuat istrinya menangia..
"maafkan mas sayang... "
"mas jahat.... "
"hehehhe... tapi kamu bahagia kan...?
" mana ada, dimana tunangan mas...?
"ini tunangan mas... " ucap Reyhan sambil memeluk zahidah kembali
"mas jahat, prank zahidah... "
"ini rencana kak Winda sayang... "
Sementara Winda yang disebut namanya langsung berlari bersembunyi. ia yakin kali ini dirinya akan di hajar oleh adiknya itu..
"hahha..
" hahah....
"hahaha...
tawa semua keluarga pecah, melihat kak Winda yang panik mencari tempat persembunyian, sedangkan zahidah sudah berdecak menatap tajam pada kak Winda.
Zahidah berjalan dan menjewer telinga kakaknya itu..
" kak Winda kapan kapoknya nge prank zahidah....?
"ampun dek... ampun dek..... "
"ampun.. ampun... tapi besok-besok di ulang lagi.... "
"janji dek ini terakhir kalinya.... "
Reyhan tertawa meliat istrinya itu menjewer kaka iparnya..
"Tidak usa tertawa Reyhan, kamu yang meminta bantuan kaka, kenapa mala kaka yg di jewer... " ucap zahidah kesak dengan adik ipar nya...
"oh jadi ini ulah mas.... " ucap zahidah beralih menjewer suaminya..
jadilah mereka tontonan. semua keluarga yang menyaksikan itu tertawa dengan ula mereka bertiga....
sementara sarah ia tertawa melihat muka mamanya yang kesal...
__ADS_1
reza yang berdiri di dekat sarah tersenyum melihat tawa itu, setelah beberapa minggu ini menghilang kini tawa itu muncul lagi....
Mohon dukungannya kaka, karena dukungan kalian sangat berarti untuk aku penulis baru....