Kisah Zahidah

Kisah Zahidah
makan bersama


__ADS_3

"setelah selesai mandi, zahidah kembali duduk disofa mengecek handphone nya sambil menunggu waktu sholat maghrib.


" Begitu banyak pesan dan email yang masuk. salah satunya dari yeni sang sahabat yang menanyakan kabarnya. Dan juga dari teman-teman kerjanya....


"satu jam kemudian.,......


Allahu akbar 2×............


" zahidah beranjak ketempat tidur membangunkan husna yang tertidur tadi setelah mandi.....


"Dek bangun uda masuk maghrib......


" hemm 5 menit lagi bund.......


"Dek ini kak zahidah bukan bunda.....


" eh kak zahidah... kirain bunda..


"bangun kita jama'ah ya.... dek..


" iya kak....


husna bangun dan beranjak ke kamar mandi untuk wuduh...


mereka berdua berjalan ke ruang sholat untuk sholat maghrib Berjama'ah dengan yang lainnya....


"usai sholat mereka makan bersama diruang makan.... bunda dengan penuh kasih sayang melayani zahidah seperti melayani putrinya sendiri.... rayhan yang merasa cemburu hanya bisa cemberut melihat bunda nya memperlakukan zahidah dengan begitu lembut, sedangkan dirinya disuruh mengambil sendiri makananya..


ayah hanya tersenyum melihat putra nya yang cemberut, bagaimana tidak cembrut. ayah, husna dan juga zahidah diambilkan bunda makanannya, sedangkan dirinya harus mengambil sendiri makanannya, bukan ka itu tidak adil menurut rayhan....


mereka semua tersenyum melihat muka rayhan yang cemberut karena cemburu. "sudah tidak usah cemberut gitu nanti gantengnya hilang, zahidah bisa berpaling sama laki-laki lain nantinya.... ucap bunda..


" enak aja bunda ngomong. klw ada yang berani rebut zahidah, reyhan cabik-cabik tu daging nnya...... jawab rayhan sambil memperagakan tangannya seolah olah sedang mencabik betulan..

__ADS_1


"ha.ha.ha.ha.ha... tawa husna pecah melihat wajah kakanya yang terasa lucu menurutnya..


sedangkan zahidah hanya tersenyum, dia masih merasa canggung berada di tengah-tengah keluarga rayhan yang sangat harmonis menurut nya....


" Za tambah nggak usah malu, makan yang banyak biar cepat sembuh... ucap rayhan


"iya kak....


" iya kak zahidah, nggak usah sungkan sama kita, kita kan bentar lagi jadi keluarga ya nggak bund.... ucap husna


"iya za anggap aja rumah sendiri....


" iya bund, makasih...


30 menit mereka kemudian akhirnya mereka selesai makan.


"zahidah yang membantu bibi membereskan ruang makan di larang bunda karena masih kurang sehat. ....


zahidah hanya bisa pasrah jika bunda yang berbicara maka tidak ada yang bisa membantah nya...


"za' ayah berencana mau memindahkan kamu ke apartemen rayhan dulu jika kamu mau.Di apartemen lebih luas dan bagus untuk kamu tinggali nak, dari pada harus tinggal di kost sendiri. di apartemen juga ada bibi yang bisa kamu temani.


" makasih ayah. Tapi zahidah uda nyaman tinggal di kost. zahidah sangat berterima kasih atas kebaikan ayah. Tapi sekali lagi maaf ayah zahidah belum bisa menerima kebaikan ayah ini...


"Kenapa nak.....?


" apa kata orang yah. zahidah belum jadi keluarga kalian aja uda harus di manja begitu...


"Siapa yang berani berkata begitu.. ayah yang akan menghajar mereka..


" nggak ada yah, hanya jaga-jaga saja. zahidah sudah merasa nyaman tinggal di kost....


"ya sudah nak.. ayah hanya menawarkan...

__ADS_1


" iya ayah...


setelah habis sholat isya mereka masuk ke kamar masing-masing...


sampai dikamar zahidah mengambil Al Qur'an mini miliknya yang selalu dibawah ke mana-mana. Dibukanya dan melanjutkan bacaannya......


"husna yang mendengar suara zahidah yang merdu mencoba mendekati zahidah yang duduk disofa perlahan lahan husna membaringkan tubuhnya disofa dengan berantal kan paha zahidah......


zahidah tersenyum melihat husna yang ternyata juga memiliki sifat manja....


husna tertidur di pangkuan zahidah. Setelah selesai tadarrus, zahidah ingin beranjak namun takut husna akan terbangun..


zahidah akhirnya tidur dengan posisi duduk. Bunda yang belum tidur mengecek kamar husna apa mereka sudah tidur atau belum, pasal pintu tidak tertutup rapat. Bunda masuk dan alangkah terkejutnya bunda melihat gaya mereka yang tidur sofa. zahidah yang tidur dalam keadaan duduk, masih menggunakan mukena, dan tangannya masih memegang Al Qur'an nya. Sedangkan husna dengan pulsanya tertidur dipangkuan zahidah tanpa terusik sedikit pun. Bunda tersenyum melihat zahidah yang begitu mudah mengambil hati husna yang sangat susah bersifat manja pada orang lain, kecuali orang itu telah disayangi husna. Perlahan bunda mendekati keduanya lalu menepuk nepuk pipi husna agar bangun, bagaimana pun zahidah butuh istrahat yang nyaman bukan dengan posisi seperti ini. Husna terbangun dan melihat bunda yang duduk didepannya, lalu husna melihat keatas berapa kaget nya husna melihat zahidah yang tidur dalam keadaan duduk, husna bangun dan melihat bunda nya yang tersenyum melihatnya.


"Husna tadi cumn baring aja di pangkuannya kak zahidah. Tapi ternyata malah ketiduran, kak zahidah kenapa nggak bangunin husna aja si bund....


" Mungkin kak zahidah takut kamu bangun. makanya dia tidur gitu aja...


"Tapi kan tidur gitu nggak enak bunda...


" iya nak, ya uda kamu kasih bangun kak zahidah nya...


kak bangun, tidur di ranjang kak... sambil menepuk nepuk pundak zahidah..


zahidah terbangun, dan kaget melihat bunda yang duduk didepannya bersama husna..


"uda subuh ya bund......?


" iya kak uda subuh....... jawab husna cekikan


"belum za' bunda bangunin kamu kenapa tidur disofa gini....


" oh itu tadi bund, zahidah nggak enak bangunin husna yang tidur dipangkuan aku.

__ADS_1


"bunda tersenyum, lalu menyuruh mereka tidur du ranjang. Dan bunda keluar kamar....


__ADS_2