
Tepat hari ini, husna sampai di kota, ia langsung mencari kontrakan yang murah untuk ia tempati tinggal selama kuliah di kota X. setelah mendapatkan kontrakan husna langsung masuk dan membersihkan kontrakan itu. sekitar satu jam membersihkan akhirnya bersih,.....
setelah bersih husna langsung mandi dan merapikan bajunya ke dalam lemari, lalu setelah itu ia keluar mencari sesuatu yang bisa ia masak. alhamdulillah didepan kontrakan itu ada kios sembako, zahidah membeli beras dan mie juga telur...
husna kemudian memasak nasinya kedalam mejikom, lalu ia memasak mie di atas kompor, karena capek, husna memilih memasak mie saja. setelah makan husna kembali kekamar istrahat, perjalanan dari pondok ke kota ini lumayan melelahkan...
husna tidur hingga jam 2 siang, ia terbangun dan bergegas sholat dzuhur sebelum waktunya habis. setelah sholat tak lupa husna selalu mendoakan kebaikan terhadap bunda, ayah, saudara nya dan keluarga nya yang lain, meski ia rindu, namun husna juga sadar, pintu rumah untuk nya sudah tertutup, Kini ia dicap sebagai anak durhaka......
setelah sholat husna kembali belajar untuk perisapan besok, ia akan mengikuti tes calon mahasiswa besok, jika ia lolos makan ia akan mendapat beasiswa, husna ingin sekali mendapat beasiswa itu, karena ia tidak punya biaya untuk membayar uang kuliah, beasiswa itu juga tidak hanya untuk kuliah nya tapi juga untuk dirinya, beasiswa lah yang membayar kontrakan nya dan juga transportasi nya ke kampus.....
husna berhenti belajar setelah adzan ashar berkumandang, ia membereskan kembali buku-bukunya lalu kekamar mandi mengambil wudhu untuk sholat ashar. Husna sekarang tidak punya siapa-siapa selain Allah, maka hubungan ku dengan Allah harus selalu terjaga baik....
setelah sholat, husna ke depan membeli beberapa sayuran untuk makan malam, husna memasak sayur yang dibeli tadi ya itu sayur tumis kangkung. Husna sekarang hidup nya jauh berbeda, ia yang terlahir dari keluarga kaya, semua kebutuhan nya terpenuhi, kini ia hidup seorang diri makan seadanya, pakaian pakaian biasa bukan lagi pakaian bermerek....
************
Sedangkan ditempat lain, zahidah yang sudah selesai bekerja langsung membawah reza pulang, ia kekantor menggunakan motor matic kesayangan nya, hitung hitung hemat biaya, dari pada tiap hari harus naik taksi, ongkos nya bisa buat beli kebutuhan reza.
sampai dirumah pak satpam langsung membuka gerbang dan mempersilahkan zahidah masuk ke dalam rumah, ia langsung membawah reza kekamar dan memandikan nya, setelah bersih zahidah langsung mandi juga, usai mandi zahidah membuatkan reza bubur
Reza seolah merasakan penderitaan mamanya sehingga ia sangat jarang rewel.
setelah mandi zahidah menyuapi Reza makan, setelah makan, reza duduk di meja makan dengan tenang memainkan mainannya, sedangkan zahidah ia sedang makan dengan lauk telur dadar......
Sementara itu, rayhan yang sudah tiba dirumah langsung masuk dan melihat zahidah bersama reza yang sedang makan di dapur, ia tersenyum melihat tingkah reza yang bermain dan terlihat lucu dimata reyhan......
reyhan tidak tau jika nama anak nya diberi zahidah nama Muhammad reza, yang mana reza singkatan dari namanya dan nama zahidah. Reyhan juga tidak mau tau tentang itu, bahkan ia berencana akan menikahi puput nanti jika ayah sudah sehat.
Begitu juga dengan ayah dan bunda di rumah utama, ayah masih kurang sehat, dan badannya mulai kurang sehat, bunda tetap setia menemani ayah, Bunda yang mendengar jika zahidah sudah melahirkan pun ia merasa jika ia akan sangat bahagia seandainya itu anak reyhan...
Keluarga reyhan semakin membenci zahidah, begitu juga dengan yeni yang menyebut zahidah wanita pelakor, ****** bukan lagi sahabat. Bagi yeni zahidah sahabat nya dulu itu sudah mati, zahidah sekarang bukan lah sahabat nya melainkan pelakor.....
__ADS_1
kotor, menjijikkan, hina, munafik adalah kata-kata yang seringkali zahidah dengar dari reyhan, puput, yeni dan keluarga reyhan yang lain, bahkan mama yeni yang begitu baik padanya sangat membenci dirinya, jika bertemu keluarga reyhan di luar sana seringkali zahidah melihat mereka membuang ludah didepan nya seakan -akan zahidah sangat menjijikkan.........
zahidah menanggapi semua itu dengan senyum, walaupun hatinya sakit, ia ingin pergi jauh dari rumah yang ia bangun bersama reyhan tapi ia takut, karena anaknya masih sangat kecil, ia menungu anak memasuki tahun terlebih dahulu, atau ia menunggu sampai reyhan menceraikan nya dan menunggu sampai mana batas kesabaran nya diperlakukan seperti itu.......
zahidah hanya pasrah pada Allah, biarlah Allah yang menentukan hidup nya kemana ia harus melangkah, karena kita manusia hanya bisa merencanakan tapi Tuhan lah yang menentukannya....
setelah makan, zahidah langsung membersihkan dapur, setelah itu ia masuk kedalam kamar bersama reza, kamar yang ada didekat dapur, kamar yang pas untuk dua orang, zahidah membaringkan reza di karpet kecil yang ia beli, lalu memberinya beberapa mainan yang dibelikan oleh teman-teman zahidah dikantor......
lalu zahidah sholat isya dipojok kamar, reza dengan tenang bermain seolah iya mengerti jika mamanya sedang sholat..
Usai sholat, zahidah langsung menyimpan mukenah dan sajadah nya dilemari lalu menemani reza, ia mengangkat reza ke kasur dan menidurkan nya, zahidah melantunkan sholawat-sholawat pendek, itu adalah kebiasaan reza, jika sudah dibacakan sholawat ia akan tidur lelap disamping mamanya. Dilihatnya reza yang sudah tidur "Tidurlah nak, maafkan mama yang tidak bisa memberikanmu hidup yang baik, tapi percayalah sayang dibalik cacian dan makian orang-orang itu akan membuat kita kuat sayang.. " guman zahidah disamping reza sambil membelai kepala reza yang sudah mulai ditumbuhi rambut...
Sedangkan diatas lantai dua, reyhan juga baru selesai sholat isya, ia duduk dibalkon kamarnya memikir rumah tangga nya yang dulunya bahagia kini hancur karena penghianatan. Ia bimbang, mengapa anak zahidah sangat mirip dengan diri nya, seringkali ia tanya kan, namun dengan hasut puput yang mengatakan tentu saja mirip bukan ka ia juga sering melakukan hubungan suami istri dengan zahidah.....
"mirip bukan berarti anak kandung kan" ucap puput yang di ingat reyhan. namun reyhan tetap gelisah, bagaimana jika anak itu adalah anaknya, bagaimana jika zahidah memang tidak bersalah, bagaimana jika memang zahidah dan fadil hanya dijebak oleh seseorang, tapi siapa yang mau menjebak mereka, sedang kan mereka tidak punya musuh...
zahidah dan fadil juga tidak berusaha membuktikan kalau mereka difitnah. reyhan dibuat prustasi, bagaimana pun bencinya reyhan pada zahidah, masih ada cinta di hati reyhan untuk zahidah, ia hanya berusaha membuka hati untuk puput....
setelah hari, reyhan selalu dibayangi dengan senyum tulus yang selalu zahidah pancarkan dikala ia dihina, dimaki, bukan ka jika orang dimaki, dihina, akan menangis dan membela dirinya, bahkan mungkin akan melakukan kekerasan tapi kenapa zahidah selalu tersenyum.......
karena lelah bermonolog dengan hatinya, reyhan akhirnya tertidur dengan sendirinya diatas kasur. sekitar dua jam tidur lelap, Tiba-tiba reyhan terbangun karena mimpi buruk, ia bermimpi jika zahidah dan anaknya pergi jauh dan ia berusaha mengejarnya tapi tidak kesampaian....
reyhan duduk dengan bercucur keringat, mengucapkan istighfar berulang-ulang kali "pertanda apa ini ya Allah" guman reyhan. Apa aku telah berjalan di jalan yang salah...
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Lima Tahun Kemudian....
Setelah bangun pagi, seperti biasa zahidah membersihkan rumah itu, sedangkan reza sudah masuk tk, dan tahun ini ia akan lulus dan masuk ke SD. Reyhan dan puput sudah merencanakan pernikahan nya dengan puput, bahkan hari ini adalah acara lamaran mereka, saat zahidah duduk disofa bersama reza, reyhan turun dari tangga dan berjalan menuju ke arah sofa membawah sebuah maap merah "ini ada maap isinya surat perceraian kita, silahkan kamu tanda tangani, sebelum aku menikah dengan puput kita harus resmi bercerai, dan rumah ini akan menjadi milikmu, karena memang atas nama kamu, aku yang akan pergi dari rumah ini. " ucap reyhan pada zahidah dengan tenang, zahidah juga mengambil surat itu dengan tenang bahkan ia tersenyum. Setelah itu reyhan pergi. zahidah membuka maap itu dan membaca, walaupun hatinya menangis, ia berusaha menahan nya, ia tidak ingin menangis didepan anaknya...
Sedangkan dirumah utama, Bunda berangkat sendiri bersama sopir ke rumah puput karena ayah kembali tidak enak badan, namun walaupun tidak enak badan ayah tetap berusaha mencari tau kebenarannya, salah satu anak buah ayah datang membawa memori yang entah apa isinya, ia hanya mengatakan jika dalam memori itu ada sedikit bukti, memang tidak kuat, tapi cukup lah untuk membuktikan kebenarannya yang sebenarnya......
ayah menyimpan memori itu, ia menunggu sehat dulu baru membukanya....
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.