
Setelah semua selesai azam kembali lagi ke sekolah dan menunggu nanda di kantor sekolah nanda. Dengan menggunakan telepon kantor menuju ke pondok putri azam meminta ustadzah memanggil nanda dan menemui nya di kantor.
Lima belas menit kemudian nanda datang menemui azam
" assalamualaikum ustad "
" wa alaikum salam nanda, duduk lah "
" baik ustad "
" semua sudah aku selesai kan dari sovenir dan makanan nya sudah aku atur. Jadi apalagi yang harus aku kerjakan?"
" sepertinya tidak ada ustad, terimakasih sudah mau membantu menyiapkan semuanya" ujar nanda
" sama sama . semoga kita juga bisa seperti kak raesa bisa menikah " ujar azam yang tiba tiba berbicara perasaan nya
Nanda langsung mengangkat kepalanya dari semula menunduk. karena merasa terkejut
" ustad saya permisi dulu assalamualaikum " nanda langsung berdiri dan pergi tampa berbicara apapun.
Azam melihat kepergian nanda dengan perasaan sedih. Berharap pada sesuatu yang tidak pasti, tapi azam yakin jika suatu saat nanti pasti akan menjadi kenyataan menikahi wanita pertama yang sudah mengganggu hati nya .
" jika kita akan berpisah ambil cinta ini yang sudah di tanam dalam hati , dan tutup rapat rapat agar tidak terluka dan sakit nan, aku manusia biasa yang tidak pernah lepas dari dosa" ujar azam dalam hati dengan mata berkaca kaca.
__ADS_1
Di kediaman ibu nafisah di kejutkan dengan keadaan raesa yang secara tiba tiba tidak sadarkan diri tergeletak di lantai dapur. Ibu nafisah dan yang bik ijah juga yang lain nya berteriak spontan, mereka membangun kan raesa tapi raesa tetap tidak sadarkan diri. Akhirnya ibu nafisah menelfon dokter ilham yang tak lain dokter keluarga.
Tak lama kemudian dokter ilham datang.
" dokter mari ikut saya lihat anak saya mulai tadi tidak sadarkan diri" ujar ibu nafisah panik
" nyonya jangan terlalu panik fikirkan kesehatan nyonya juga" ujar sang dokter
Lalu masuk ke kamar raesa dan memeriksa nya.
" tensi nya rendah dan nona raesa terlalu banyak beban fikiran, istirahat yang cukup dan jangan lupa hibur dia untuk tetap semangat menghadapi hidup ini" jelas sang dokter
" oke dokter terimakasih "
" baik dokter, terimakasih sudah cepat cepat datang kesini"
" sama sama , saya permisi dulu nyonya "
Dokter ilham pun meninggalkan kediaman ibu nafisah. Lalu ibu nafisah masuk kembali ke kamar raesa
" kamu sudah sadar nak? " tanya ibu nafisah cemas
" kenapa dengan saya ma ?"
__ADS_1
" kamu pingsan di dapur nak"
" iya ma saya ingat tiba tiba saya pusing ma"
" kamu harus banyak istirahat dulu dan jangan sampai stres nak" ibu nafisah mengingatkan raesa
" semenjak mbk amanda berhenti saya memang sibuk bekerja sendiri ma. tapi besok sudah ada pengganti nya" ujar raesa lemas
" maafin mama ya nak sudah buat bekerja sendiri "
" sudah ma jangan bilang begitu. raesa ikhlas kok kerja di perusahaan apalagi mama kan mama raesa"
Ibu nafisah memeluk raesa dengan penuh kasih sayang. Nando datang dengan tergesa gesa
" ma kenapa kakak , apa perlu di bawa ke rumah sakit?" tanya nando cemas
" kakak sudah lebih baik nan"
" bener kak ?"
" iya hanya lemes saja"
"kalau begitu kakak istirahat saja dulu, selama ini kakak sudah banyak berjuang di perusahaan. Sampai sampai semua orang mengenal nama kak raesa, kalau menurut nando santai saja kak. karena nando tidak mau kakak drop seperti ini"
__ADS_1
" wah adikku sudah pintar bicara sekarang " ujar nanda sambil tertawa