
Keesokan harinya, Raesa pun di nyatakan boleh pulang, semua mempersiapkan kepulangan Raesa, baik untuk menghiburnya dan bersiap menjelaskan semua yang terjadi kepada Syaif suaminya. Ibu Nafisah memanggil bik Ijah pelayan kepercayaan nya.
" Bik Ijah apa tugas bik Ijah sudah di laksanakan "
" Sudah nyonya, saya sudah siapkan semua " Jawab Bik Ijah yang sudah mempersiapkan makam untuk membohongi Raesa biar percaya bahwa Syaif meninggal dan jasad nya sudah di makam kan.
" Kenapa mama harus melakukan ini" Ujar Nando yang tiba tiba datang
" Kamu tahu seorang akan sangat terpukul jika harus mengetahui bahwa orang yang kita sayang meninggal tapi tidak ada jasadnya, mama hanya tidak ingin Raesa terpukul dan akan mengalami stres karena memikirkan untuk mencari suaminya, mama sudah ikhlas dengan kepergian kakak mu " Ujar Ibu Nafisah menjelaskan semua nya dan Nando pun percaya.
" Kalau begitu Nando mau jemput kakak dulu ma"
q
" Hati hati Nando" Pesan Ibu Nafisah
" Iya ma tadi malam Om Sam telfon, Sandy akan datang besok ke sini. Dan Om Sam tidak bisa hadir dalam waktu cepat karena ada proyek yang harus selesai bulan ini " Ujar Nando
" Iya mama sudah dapat chat dari om sam tadi pagi".
" Biar Nando Besok yang jemput ma , Nando berangkat dulu assalamualaikum "
" Wa alaikum salam "
Nando pun berangkat menuju rumah sakit.
__ADS_1
Di rumah sakit Raesa sangat bahagia sekali karena sudah bisa pulang, dan bisa bertemu Syaif .
" Aku bahagia sekali ibu karena sudah hamil. Mas Syaif pasti senang mendengar nya " Ujarnya senang.
Sedang Ibu Ani merasa sedih mendengarnya, wajah yang berusaha tersenyum melihat Raesa senang, beda dengan Pak Anas anas yang lebih memilih menjauh karena tidak bisa menahan tangisnya.
Pak Anas sangat takut Raesa tidak bisa menerima kenyataan. Tak lama kemudian Nando datang menghampiri Pak Anas
" Assallamualaikum Pak Anas "
" Wa alaikum salam "
" Pak apa kak Raesa sudah boleh di bawa pulang "
" Semua sudah saya urusin, kita langsung pulang sekarang "
" Itu memang di rencanakan bapak saya Ibu Nafisah sendiri."
" Semoga kak Raesa kuat mendengar berita ini "
" Amiiin"
Lalu mereka masuk keruangan raesa
" Nando apa kita bisa langsung pulang ? " Tanya Raesa
__ADS_1
" Iya kak mari kita pulang kak. mama sudah menunggu kakak " Ujar Nando.
Raesa berjalan di bantu Ibu Ani dan Pak Anas dengan di pegang tangannya. Sedang Nando membawa tas nya, mereka masuk kedalam mobil dengan di kemudi oleh Nando sendiri. di dalam perjalanan mereka banyak diam, tak terasa mereka sudah sampai. Raesa di bantu lagi oleh Pak Anas dan Ibu Ani, karena kondisi Raesa masih lemas. Raesa masuk kedalam rumah Ibu Nafisah melihat kedatangan Raesa
" Assalamualaikum mama" Sapa Raesa lalu memeluk Ibu Nafisah
" Wa alaikum salam " Ujar Ibu Nafisah menangis memeluk Raesa.
" Nak jangan tinggalin mama ya , tetap di rumah ini bersama mama membesarkan cucu mama " Ujar nya sambil terisak
" Mama, Raesa tidak akan meninggalkan mama, kita akan membesarkan anak Raesa dan mas Syaif bersama sama " Ujar Raesa pada Ibu Nafisah .
Lalu Ibu Nafisah membawa Raesa duduk di Sofa ruang keluarga, semua melihat keadaan Raesa , mereka menangis melihat kesedihan Ibu Nafisah.
" Nak kabar ini mungkin akan membuatmu sok, tapi kamu harus ingat ini adalah jalan yang sudah Allah takdirkan pada kita, jadi apapun yang kamu dengarkan harus kuat dan bisa menerimanya " Ujar Ibu Ani
" Ada apa bu ? " Raesa menjadi cemas
" Syaif sudah meninggal nak, dia tidak bisa di selamatkan " Ujar Ibu Nafisah yang membuat Raesa terkejut dan menjerit.
" Tidaaaaak mama, ibu ,ayah apa kalian sedang ingin bercanda ? " Raesa menangis
" Pasti Mas Syaif ingin memberikan kejutan ya ma " Ujar Raesa lagi yang membuat Ibu Nafisah juga menangis.
" Mas Syaiiiiiif turuuuuun mas Raesa datang, yang mas inginkan sudah Raesa penuhi mas, aku hamil mas " Teriak Raesa memanggil Syaif sambil menangis
__ADS_1
" Mas Syaif turun mas bawa aku ke kamar, aku masih lemas mas " Ujarnya sambil berteriak memanggil Syaif, mereka yang melihat keadaan Raesa menangis semua , karena Raesa sangat kehilangan...