
Di depan ruang UGD sudah satu jam menunggu, tak lama kemudian dokter keluar
" Keluarga nyonya Nafisah " Panggil dokter
" Yaya dok " Jawab Raesa dan Sandy bersamaan menghampiri dokter
" Dokter bagaimana keadaan mama?"
" Mama anda terkena serangan jantung , mohon untuk benar benar menjaga nya . supaya perasaan nya selalu tenang tidak cemas dan banyak berfikir, alhamdulillah sekarang sudah melewati masa kritisnya" Ujar sang dokter
" Alhamdulillah ya allah , apa saya boleh menemui mama dokter?"
" Sebentar lagi saja biarkan istirahat nanti kalau sudah di pindahkan keruang rawat inap baru mama anda di temani ya" jelas sang dokter
" baik lah dokter saya tunggu perawat memberi informasi kepada saya" ujar raesa senang
Tak lama kemudian Nando datang,
" Kakak bagaimana mama"
" Alhamdulillah baik baik saja nan.cuma mama masih istirahat jadi kita tunggu dulu sampai mama di pindahkan ke ruang rawat inap"
" Kalau begitu ayah pulang dulu Raesa. biar ayah bantu Ibu urus Zidan. dan kamu temani mertua kamu"
__ADS_1
" Baik ayah, ayah hati hati ya"
" Iya assalamualaikum "
"Waalaikum salam "
Lalu Pak Anas pergi, Nando menghampiri Raesa dan duduk dekat Raesa . Sedang Sandy pergi entah kemana tidak pamit pada Nando dan Raesa.
" Nando kamu tentunya tahu, mama kenapa sampai drop dan serangan jantung mama kambuh , padahal sudah hampir 10 tahun kata mas Syaif mu mama sudah sembuh"
" Kak maaf tapi kakak jangan terbebani ya dengan ucapan Nando"
" Katakan lah biar kakak bisa menjaga mama dan memahami mama lebih dekat"
" Mama memikirkan kak Raesa, mama jarang tidur kak, dia sering menangis, karena kata mama kakak wanita yang kuat baik. yang sekarang di tinggal kak Syaif dan kakak menjadi tulang punggung keluarga, mama ingin kakak melupakan masa lalu nya sama kak Syaif biar, kakak tidak tersiksa kata mama, dan ingin kakak melanjutkan hidup lagi demi masa depan kakak dan Zidan, mama bilang kakak bukan menantu tapi kakak adalah anak mama " Ijar Nando dengan mata berkaca kaca,membuat Raesa sedih dan terpukul mendengar cerita Nando
Tiba tiba sandy datang
" Kenapa masih menangis. bukan kah setiap ujian yang Allah berikan akan ada hikmah di balik semuanya. kita sebagai makhluk Allah harus bisa menerima dengan lapang, apa pun yang Allah berikan itu adalah yang terbaik buat kita" Ujar Sandy pelan , Raesa pun menghapus air mata nya.
" Titip mama kak saya mau sholat magrib dulu" Pamit Raesa pada Sandy
" Pergilah, Nando kamu juga ikut kakak mu pergilah sholat magrib biar aku yang jaga disini"
__ADS_1
" Baik kak Syaif"
Lalu Raesa dan Nando pergi ke musholla untuk sholat magrib. Selesai berwuduk Raesa sholat dan selesai menunaikan kewajiban nya Raesa langsung mengaji memohon kesembuhan untuk ibu Nafisah
" Ya Allah ijin kan hamba merawat mama lebih lama ya allah, mama wanita kedua dari ibu yang menyayangi Raesa seperti anak sendiri, hamba mohon ya allah sembuh kan mama amiiin" Linta Raesa kepada sang Maha Pencipta, setelah selesai Raesa keluar dan pergi bersama Nando menuju ke depan ruang UGD lagi. ternyata sudah tidak ada Sandy. seorang perawat menghampiri nya
"Maaf mbk nyonya Nafisah sudah di pindahkan ke ruang tulis no 1 , tadi suami anda yang menyuruh saya menunggu Anda di sini" Ujar sang perawat membuat terkejut Raesa dengan sebutan suami
" Oke suster terimakasih "
Lalu Raesa pergi dengan Nando menuju ruang tulip. disana Sandy sudah menyuapi ibu Nafisah, Raesa mendekat dan memeluk ibu Nafisah sambil menangis
"Mama kenapa , jangan banyak mikir macem macem ma, Raesa sudah bilang Raesa biasa menanggung semua sendiri, mama mau meninggalkan Raesa dan Zidan juga adik adik " Sambil memeluk ibu Nafisah
" Tidak nak mama tidak apa apa, sudah hapus air matanya, biar mama cepat sembuh. mama tidak mau lihat air mata kamu lagi " Ujar ibu Nafisah menghapus air mata Raesa
" Kak biar Raesa yang suapin mama" Ujar Raesa meminta mangkok bubur itu
" Baiklah "
" Kalau kakak mau sholat pergilah ini sudah hampir habis waktu magrib "
" Tadi sebelum kalian sholat saya sudah sholat terlebih dahulu" jawab sandy
__ADS_1
" kak Sandy jangan pulang ya kita jaga mama disini. Dan kak Raesa biar pulang saja" Ujar Nando
" Tidak, kakak tidak mau pulang. Zidan ada ayah dan ibu yang urus, jadi saya di sini jagain mama" Jawab Raesa sambil menyuapi ibu Nafisah.