
Sudah enam hari Raesa dan Sandy di bali. Mereka sudah bersiap siap untuk kembali ke Kotanya, dengan di antar Komang menuju Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Sandy dan Raesa sangat bahagia sekali banyak hal yang di lihat di pulau Dewata . Dari keindahan pantai, keindahan Alam , dan budaya budaya yang menyajikan keindahan bali tersebut. Banyak tersimpan pesona alam yang menakjubkan.
" Mang terimakasih banyak ya, sudah mengantar kita jalan jalan selama di Bali" Ujar Raesa
" Iya Mang sekali lagi terimakasih " Lanjut Sandy
" Sama sama tuan dan Nyonya saya yang banyak mengucapkan terimakasih karena telah di anggap keluarga sendiri " Ujar Komang
Lalu mereka bersalaman dan masuk ke pintu keberangkatan Sandy dan Raesa melambaikan tangannya kearah Komang.
•••••••••••●●●●●●■●●●●●●•••••••••••
Di sisi lain di rumah Ibu Nafisah, menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan Sandy dan Raesa.
Menantu sekaligus anak yang di sangat di sayang oleh Ibu Nafisah.
Dari Pintu muncul Raesa dan Sandy sambil mengucap kan salam
" Assalamualaikum Maaa" Ujar Raesa
" Waalaikum salam " Jawab Ibu Nafisah
Raesa berjalan menghampiri Ibu Nafisah dan memeluk nya.
" Raesa kangen mama "
" Mama juga sayang "
" Bagaimana bulan madu nya apakah Raesa suka San?"
" Raesa sangat suka Tante. Dia mintak tinggal di sana lebih lama lagi" Ujar Sandy tersenyum
" Ah Bohong ma "
__ADS_1
" Sudah cepat ganti baju setelah itu turun untuk makan malam bersama. Sebentar lagi Zidan juga datang"
" Iya ma , Raesa kangen banget sama Zidan" Ujar Raesa.
Sandy dan Raesa naik kelantai 2 menuju kamar nya . mereka merebahkan tubuhnya di tempat tidur
" Bi capek "
" Abi pijetin ya Umik"
" Nanti saja Bi , aku kangen zidan pengen cepat ketemu zidan"
" Ya sudah Abi mandi dulu ya. Setelah ini Umik juga mandi, biar badan nya seger"
Selesai mandi mereka keluar dan menuju kelantai bawah, ternyata Zidan sudah ada di ruang keluarga.
" Assalamualaikum sayang " Sapa Sandy dan Raesa mencium Zidan bergantian.
Lalu menyalami Ibu Ani dan Pak Anas
" Alhamdulillah Yah lancar " Jawab Sandy
" Bik ijah apa sudah siap makan malam nya ?"
" Sudah nyonya "
" Ya sudah ayo Raesa , Ibu Ani , Pak Anas kita makan malam dulu, "
" Baik Ibu Nafisah"
Mereka semua menuju ke ruang makan. setelah semua duduk diawali berdoa, setelah itu makan pun di mulai.
Di sisi lain Nanda sibuk mengemas baju baju nya , begitu juga si Fatma. Mereka sebenar nya tidak ingin pulang ke rumah nya. sudah sangat nyaman tinggal di pesantren . Tapi Nanda dan Fatma harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
__ADS_1
Tiba tiba Aisyah datang menghampiri Nanda dan Fatma.
" Assalamualaikum Nanda , Fatma "
" Waalaikum salam Neng "
" Ganggu gak ?" Tanya Aisyah
" Tidak Neng jangan bilang seperti itu, dengan senang hati Neng Aisyah datang "
" Nan aku titip ini ya untuk Nando " Ujar Aisyah memberikan bingkisan untuk Nando
" Baik Neng "
" Kamu jangan lupa sering main kesini kalau sudah libur kuliah "
" Insyaallah Neng"
" Besok yang jemput Kita, kan Nando Neng " Ujar Fatma
" Iya tapi maaf saya tidak bisa temui Nando " Jawab Aisyah tersenyum.
" Baik lah Neng "
" Kalian mau kuliah dinama" Tanya Aisyah
" Kuliah di kairo Neng , saya sama fatma sudah mantap ma kuliah disana" Jawab Nanda
" Semoga kalian Sukses ya, semoga ilmu nya bermanfaat"
" Amiin amiin " Jawab Nanda dan Fatma
" Oh iya satu lagi, malam ini Ustad Abdullah bertemu Abah Nan, semoga semua berjalan lancar " Ujar Aisyah tersenyum senang.
__ADS_1
Tapi tidak dengan Nanda, dia sangat takut menyakiti hati Kiai Jakfar. " Bagaimana nanti kiai Jakfar jika mengetahui nya dan dia akan marah besar " Seru Nanda dalam hati nya.