
Di perjalanan Raesa tak henti hentinya menangis, sambil menjaga sahabat nya Anita di kursi belakang, sesekali Syaif melihat istrinya dari kaca spion. dia sangat hawatir dengan Raesa karena takut stres dengan keadaan ini.
" Aku harus membawa Raesa pergi jauh " Ujar Syaif dalam hatinya.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit, Syaif memanggil perawat dan membantu membawanya kedalam UGD.
Raesa sangat cemas matanya sembab karena terus terusan menangis. Syaif menghampiri nya dan memeluknya Raesa.
" Jangan menangis tenang lah, ini adalah ujian buat keluarga kita " Ujar Syaif menenangkan fikiran Raesa
" Mas apa yang harus aku lakukan. aku tak sanggup melihat anita seperti ini mas " Isak Raesa dalam dekapan Syaif.
" Kita mintak petunjuk pada Allah semoga kita di beri jalan keluar yang terbaik " Ujar Syaif
" Kita pasrahkan pada Allah semoga anita mendapat petunjuk dari Allah" Ujar Raesa berusaha tenang dan pasrah saja.
Jam menunjukkan pukul Lima pagi Raesa pergi ke musholla bersama Syaif dan sholat berjamaah, setelah selesai mereka menuju ke ruang UGD lagi.
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan Anita, Raesa langsung menghampiri nya
__ADS_1
" Bagaiman dokter keadaan sahabat saya" Tanya Raesa cemas
" Dia seperti nya stres, dan banyak beban fikiran, mohon untuk membuat nya selalu bahagia biar dia tidak depresi dan bisa gila " Jelas dokter pada Raesa dan Syaif.
" Baik dok terimakasih " Jawab Raesa pelan. Dokter pun pergi meninggalkan Syaif dan Raesa
" Kita hubungi keluarga Anita " Ujar Syaif
" Mas orang tua Anita masih di luar negeri "
" Oke biar aku suruh suster menjaganya, kamu harus pulang sayang nanti kamu sakit " Ujar Syaif
" Kamu harus memenuhi tanggung jawab kamu sebagai seorang istri jadi tolong pulang bersamaku" Ujar Syaif sedikit marah pada Raesa karena Syaif takut Raesa sakit.
" Baik mas kita pulang " Jawab Raesa sambil menunduk kan kepalanya. lalu mereka meninggalkan rumah sakit.
Setelah Syaif membayar administrasi dan membayar seorang suster untuk merawat Anita, mereka berdua langsung pergi meninggalkan rumah sakit, di dalam mobil Raesa tidak bicara sama sekali Syaif pun membiarkan Raesa menenangkan fikiran nya , tampa terasa Raesa tertidur, Syaif menoleh ke arah Raesa dan tersenyum melihat istrinya bisa tertidur pulas.
Sampai nya di rumah Syaif langsung menggangkat istrinya membawanya ke kamar dan merebahkan tubuh Raesa di ranjang.
__ADS_1
Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi Syaif melihat istrinya tetap tertidur pulas sekali, Syaif langsung berganti baju kerja nya setelah siap Syaif turun ke lantai bawah dan menuju ke taman belakang menemui Ibu Nafisah yang sedang duduk di taman dengan secangkir kopi sambil membaca koran pagi.
" Selamat pagi ma" Sapa Syaif sambil mencium pipi sang mama.
" Pagi sayang, kemana Raesa ? dan subuh tadi kalian juga tidak sholat berjamaah bersama kami " Ujar Ibu Nafisah sambil melipat koran nya.
" Ma ada sedikit masalah, aku pernah bilang sama mama kalau aku punya seseorang yang masih ada di luar negeri " Syaif pun bercerita pada Ibu Nafisah, dari awal sampai akhir tidak ada yang di tutup tutupi bahwa Syaif juga tidak bisa kehilangan Raesa. Ibu Nafisah tersenyum senang, karena Syaif lebih memilih Raesa dari pada wanita masa lalu nya itu.
" Gimana kalau kalian pergi ke rusia rumah om Sam, setidaknya biar Anita atau Farah itu tidak mengganggu kalian " Usul Ibu Nafisah yang juga hawatir terhadap keadaan keluarga anaknya.
" Tapi ma kantor harus di tangani aku langsung, dan banyak sekali proyek yang perlu saya cek"
" Biar mama turun tangan sendiri kalau urusan kantor yang terpenting Raesa tenang tidak memikirkan apa apa. Berangkat lah besok biar mama pesankan tiket nya"
" Maksih ma"
" Jangan bilang Raesa buat kejutan saja ,biar baju dan keperluan Raesa mama atur biar di siapkan di rumah om Sam"
" Mama ku memang hebat "
__ADS_1
Syaif memeluk mamanya, lalu mereka masuk ke ruang makan untuk makan bersama kecuali Raesa yang masih tidur.